Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 145. Bukan Jodoh


__ADS_3

"Serius, kenapa memangnya? Loe putus dengan Vina?" Tanya Reza


"Iya, Vina dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Dan hari kemarin adalah hari pernikahannya" jawab Haikal sendu.


"Yah mungkin kalian bukan jodoh. Loe pacaran berapa lama?" Tanya Reza.


"Memang kami pacaran baru beberapa bulan dan belum ada setahun sih. Namun tadinya gue udah niat mau melamarnya setelah gue benar-benar sudah mapan kerjanya" kata Haikal.


"Apakah mereka sudah dijodohkan sejak kecil?" Tanya Reza.


"Entahlah, gue ga banyak tanya. Gue baru dihubungi Vina kemarin pagi sebelum mereka akad nikah" jawab Haikal sendu.


"Ya sudah berarti loe harus belajar move on dari sekarang" kata Reza.


"Ah loe sok kasih solusi aja, diri loe sendiri saja belum bisa move on sampai sekarang" kata Haikal sambil terkekeh.


"Tapi gue rasa bentar lagi loe pasti bisa move on dari Aira deh" kata Haikal.


"Sok tahu loe, dari mana loe bisa ambil kesimpulan begitu?" Tanya Reza.


"Dari waktu kalian berdua bertemu di rumah gue, kalian sepertinya sama-sama canggung." Kata Haikal.


"Ya gue hanya menjaga Aira di depan suaminya saja agar tidak terjadi salah paham lagi. Gue tahu bagaimana Aira, walaupun gue hanya setahun pacaran dengannya." Kata Reza membela diri.


"Sebenarnya kalau gue niat mau merebut Aira dari suaminya pasti bisa, namun gue sadar itu  tidak akan membuat Aira bahagia" kata Reza.


"Mungkin yang membuat gue belum bisa move on karena harapan gue ke Aira begitu besar. Setelah gue selesai kuliah dulu, gue sudah niat untuk langsung mau melamar Aira. Tapi ternyata semua tidak sesuai harapan gue, Aira sudah lebih dulu menikah sebelum gue bertemu Aira kembali" kata Reza mengingat pertemuan pertamanya dengan Aira setelah Reza kembali ke tanah airnya.


"Dulu hubungan bang Evan dan Aira itu tidak lebih seperti seorang kakak beradik saja, tapi sejak mereka tunangan gue lihat Aira secara perlahan membuka hatinya untuk bang Evan. Sedangkan bang Evan ternyata memang sudah  mencintai Aira sejak Aira masih kecil dan sebelum mama meninggal dunia" kata Haikal.


"Apakah Aira juga mencintai suaminya sejak kecil?" Tanya Reza.


"Setahu gue sih nggak, Aira awalnya lupa siapa bang Evan. Padahal sejak kecil menurut cerita bang Haris sih Aira sering ditemani bang Evan bermain. Bahkan yang sering ada disisi Aira itu bang Evan" jawab Haikal.


"Mama gue juga sempat menanyakan ke gue tentang hubungan gue dengan Aira dulu, mama sedih setelah tahu kami berpisah karena gue harus kuliah ke luar negri.  Mama kelihatan sudah suka dengan Aira. Tapi gue bilang bahwa Aira sekarang sudah bahagia dengan suaminya yang begitu mencintai Aira" cerita Reza sendu, yah sebenarnya hati Reza juga masih mengharap Aira, tapi melihat ke posesifan Evan tidak mungkin Reza selalu bisa dekat lagi dengan Aira.


"Yah memang namanya jodoh kita tidak ada yang tahu ya Za" kata Haikal sambil membuang nafasnya berat.

__ADS_1


"Iya, itulah uniknya kehidupan" kata Reza sambil menghibur dirinya sendiri.


"Tapi kalau boleh gue nanya Kal, apakah Lukas Sanjaya masih mencintai Aira hingga sekarang?" Tanya Reza.


"Kenapa loe nanya tentang Lukas?" Tanya Haikal menatap Reza.


"Ya gue hanya ingin tahu saja, karena gue lihat waktu acara ulang tahun kantor gue itu. Terlihat bagaimana tatapan Lukas menatap Aira, padahal disampingnya berdiri istrinya" kata Reza.


"Entahlah, mungkin masih ada sisa cintanya ke Aira kali. Gue ga begitu dekat dengannya, hanya sebatas urusan kerjaan saja" kata Haikal.


"Tapi yang gue pernah dengar obrolan bang Evan sama bang Haris sih Aira juga dekat dengan maminya Lukas. Dan maminya Lukas sebenarnya juga sudah senang dengan Aira. Tapi karena adanya sebuah perbedaan jalan itu yang membuat mereka tidak mungkin bisa berjalan bersama" kata Haikal.


Reza hanya mendengarkan dan mengangguk anggukkan kepalanya.


"Yah mungkin memang ga mudah melupakan cinta Aira itu, karena pada dasarnya dia baik, ramah, kebetulan kami selama berhubungan dulu ga pernah punya masalah. Paling Aira kalau ngambek ya hanya diemin gue aja, itupun cuma  sebentar. Karena gue yang selalu ngajak ngobrol duluan. Jujur gue ga bisa lihat Aira diemin gue jika dia marah" kata Reza.


"Za loe baca berkas yang ditangan loe, tapi sejak tadi loe ngobrolin tentang Aira" kata Haikal yang duduk di meja  kerjanya sambil terkekeh.


"Ini kita baru buka 3 bulanan tapi lumayan loh Kal perkembangannya" kata Reza membaca laporan keuangan yang diberikan oleh orang kepercayaan mereka bertiga untuk memegang bisnis karaoke ini.


"Iya, gue tadi berpikir sama kaya loe" kata Haikal.


"Boleh juga itu, kita adakan meeting saja bertiga kapan ada waktu" kata Reza.


"Okey, nanti gue bicara dengan Aira setelah dia membaca laporannya" kata Haikal.


Apartemen


"Sayang kita pesan makanan saja ya untuk malam ini biar kamu bisa istirahat ga usah masak" kata Evan


"Terserah abang aja, masak juga tidak mengapa kok" kata Aira.


"Kamu nanti kecapekan, makan apa biar abang yang pesan?" Tanya Evan.


"Ah Aira kok tiba-tiba ingin martabak telor ya" kata Aira.


"Ya sudah abang pesanin martabak telor ya sama apa lagi yank?" Tanya Evan.

__ADS_1


"Sama pempek deh bang yang adaan, kapal selam dan lenjer" jawab Aira.


"Okey, siap sayangku" kata Evan kemudian memesan pesanan Aira.


Aira duduk di sofa kamarnya sambil membuka ipadnya untuk mengecek email yang .masuk.


"Kamu sibuk amat, apa yang lagi dilihat" tanya Evan sambil duduk di sebelah sang istri.


"Ini lihat email baru baca laporan dari trio karaoke" jawsb Aira.


"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Evan.


"Alhamdulilah bagus bang, ini bang Haikal ngechat Aira mau ajak meeting bertiga bahas karaokr" kata Aira.


"Sayang, kamu baru saja sembuh, jangan terlalu sibuk dulu dengan pekerjaanmu" kata Evan.


"Iya bang, ini Aira juga sudah bilang ke bang Haikal minggu depan saja meetingnya, karena Aira masih ada urusan tugas kuliah yang ketinggalan kemarin" kata Aira.


"Kamu mulai kuliah rabu aja ya yank, biar benar-benar sehat dulu" kata Evan.


"Nggak bang, Aira udah bosan di rumah terus. Kacuali Aira ke butik kalau ga boleh kuliah" kata Aira.


"Mau ke butik, boleh tapi jangan pergi keluar-keluar. Hanya boleh di dalam butik sampai abang jemput kamu" kata Evan.


"Ya ga bisa dong bang, pasti Aira juga akan keluar kalau diperlukan keluar" kata Aira protes.


"Keluarnya ke kantor abang saja ya, makan siang abang jemput" kata Evan.


"Katanya Aira sama Nuri, kan bisa ke kantor abang sama Nuri saja, ga usah dijemput abang" kata Aira.


"Okey, kalau begitu besok abang tunggu di kantor jam makan siang ya" kata Evan.


"Okey bang" kata Aira.


Ting tong


Bel pintu apartemen berbunyi.

__ADS_1


"Biar abang saja yang bukain, itu mungkin pesanan kita tadi" kata Evan sambil beranjak dari duduknya.


"Ya sudah Aira siapin piring aja kalau begitu" kata Aira kemudian bangkit dari sofa dan berjalan ke meja makan.


__ADS_2