
"Yuk kak, Aira pulang duluan ya" pamit Aira ke Lukas setelah Anggi dan Evan jalan duluan.
"Yuk Kas, kita duluan ya" kata Haikal.
"Iya bang" jawab Lukas.
"Kal, abang jalan duluan ya jangan lupa aku tunggu disitu" kata Evan.
"Siap bang" jawab Haikal sambil memberikan buku ke Aira.
"Mau kemana lagi bang sama bang Evan?" Tanya Aira sambil masuk mobil
"Bang Evan ngajak makan siang di restoran situ" jawab Haikal.
"Memang tadi abang belum makan siang ya" tanya Aira.
"Belum, kita cuma minum aja di cafe kak Aini" jawab Haikal.
💥 Di restoran
Aira duduk bersebelahan dengan Haikal, sedang Evan dengan Anggi. Mereka sibuk memilih menunya masing-masing. Sambil menunggu pesanan, Evan menyuruh Anggi cerita bagaimana tadi pengenalan kampusnya.
"Wah Anggi sekarang udah kuliah loh" Haikal menggoda Anggi.
"Iya dong, Anggi kan udah besar sekarang" kata Anggi.
"Siapa bilang kamu udah besar" sahut Evan sambil tertawa.
"Tadi kelompok Anggi sama Rio dan Nada ya" tanya Aira.
"Iya kak, tadi sama kak Nada sama kak Rio" jawab Anggi.
"Galak ya kak kelihatannya kak Rio itu" tanya Anggi.
"Hah Rio galak, tampang soang kali itu" jawab Aira tertawa.
"Sama dong kayak bang Evan kalau di kantor, wajahnya langsung garang, susah senyum" kata Anggi.
"O iya Aira juga lihat tuh bang Evan waktu kantor susah senyum, padahal ada karyawannya yang cantik banget ngajak senyum didiamin aja" kata Aira. Evan hanya terkekeh melihat kedua gadis kecil membicarakannya.
"Kalau bang Evan nanti semyum-senyum di kantor di kira ada gangguan dong" kata Evandro.
"Tapi bang Haris juga begitu deh kalau di kantor" kata Aira.
"Kalau bang Haikal gimana kak" tanya Anggi.
__ADS_1
"Bang Haikal mah cuek-cuek aja sih ga begitu banyak perbedaan dari biasa begini" kata Aira.
"Belum aja, Haikal kan baru saja ngantor, coba deh nanti kalau sudah agak lama di kantor dan bertemu dengan banyak orang" kata Evandro.
"Emang harus begitu apa bang kalau di kantor?" Tanya Aira.
"Ya nggak juga, coba Aira lihat om Raka bagaimana kalau di kantor." Kata Evandro.
"Iya sih papa juga sama aja seperti bang Evan dan bang Haris" kata Aira.
Pesanan datang, kemudian mereka menikmati makan siangnya berempat dengan banyak bercerita dan bercanda.
"Kak besok ada acara ga?" Tanya Anggi.
"Nggak ada kenapa memangnya, mau main ke rumah boleh kok" kata Aira
"Mau ngajakin jalan aja, kita ke mall yuk" kata Anggi.
"Okey, mau ketemu di sana atau aku samperin aja yuk. Ntar Aira nanya papa dulu deh kalau boleh bawa mobil sendiri kan lebih enak mau kemana aja ga bergantung" kata Aira.
"Mau ke mall mana sih kalian?" Tanya Evan.
"Ke mall yang deket kantor papa bang" jawab Aira.
"Ya sudah bolehnya ke mall mana dong kalau Aira bawa mobil sendiri?" Tanya Aira.
"Ke supermarket deket rumah" jawab Haikal terkekeh. Evan ikut tertawa mendengar jawaban Haikal.
"Bang, Anggi boleh ga kalau ke mall bawa mobil sendiri?" Tanya Anggi ke Evandro.
"Kalau ga boleh gimana?" Jawab Evandro dengan pertanyaan.
"Kenapa sih kita para cewek ga boleh pergi sendiri, padahal temen Anggi tuh kemana-mana boleh loh bawa mobil sendiri.
Ada notifikasi masuk ke ponsel Aira disaat Aira sedang ngobrol dengan Anggi. Aira membuka pesan yang masuk yang ternyata dari Lukas.
🗨 "Bilangnya pulang ga bareng, tapi makan siang berdua dengan kekasih gelap"
💬 "Aira makan rame-rame kak bukan berdua, itupun juga yang ngajakin bang Haikal"
🗨 "Ga mungkin, itu hanya modus kamu aja yang cuma pake alasannya bang Haikal yang ngajakin"
💬 "Terserah kak Lukas aja, yang pasti Aira udah jujur"
"Siapa dek, kok sibuk banget ponselmu" tanya Haikal.
__ADS_1
"Biasa bang, teman Aira kalau ngechat pasti ngajakin ngobrol" jawab Aira bohong.
"Kak tadi itu yang ada di depan kita teman kak Aira ya" tanya Anggi membuat Aira langsung mendongak melihat ke Anggi kemudian melirik ke Evan.
"Bukan, dia anak semester 6 semua namanya kak Lukas dan kak Leo, Anggi mau kenalan? Ntar deh senin kalau ketemu kak Aira kenalin" kata Aira.
"Abang dikenalin ga, masak cuma Anggi doang yang dikenalin pacar Aira" tanya Evandro mencoba memecah kecanggungan Aira.
"Abang nanti Aira kenalin sama cewek cantik di kampus Aira deh" kata Aira mencoba tersenyum untuk menguair sakit hati karena pesan masuk dari Lukas.
"Sekarang aja abang udah sama dua gadis cantik kok, jadi ga perlu lagi kenal yang lain" jawab Evandro tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya.
Sudah setahun berlalu, artinya Anggi masuk kuliah di kampus Aira juga sudah setahun. Hari ini selesai ujian, Anggi berencana mengajak Aira ke mall.
"Kak jadi ga kita jalan sekarang?" Tanya Anggi selesai ujian dan bertemu dengan Aira di kantin.
"Kakak ayo aja, udah ijin kok tadi sama papa boleh" jawab Aira
"Okey kalau begitu kita jalan aja yuk kak sekarang" ajak Anggi.
"Ayo, kita sama Rio dan Vina juga ya" kata Aira.
"Okey kak" kata Anggi.
Kemudian mereka jalan berempat dengan mobil Rio. Sengaja Aira mengambil duduk di belakang bersama dengan Vina. Karena mereka tahu kalau Rio suka sama Anggi.
"Loh kak Aira kok disitu duduknya, biar Anggi aja yang disitu dan kakak di depan aja sama kak Rio" kata Anggi.
"Gapapa Anggi sudah terlanjur, kamu duduk aja di situ temani Rio ya" kata Aira.
Rio tahu kalau Aira sengaja ambil.posisi duduk di belakang hanya diam saja.
"Ra, tapi ini nanti ga ada yang cemburu kan kalau loe jalan sama gue?" Tanya Rio yang tahu sifat Lukas yang cemburuan jika tahu Aira jalan dengan laki-laki lain selain dia dan abangnya.
"Sudah ga perlu bahas yang lain, itu udah ga penting. Gue capek ngadepin dia begitu" kata Aira.
"Memang kenapa Ra?" Tanya Vina.
"Ah panjang ceritanya, tanya tuh sama Rio" kata Aira malas membahas Lukas yang cemburuan jika melihat Aira jalan dengan cowok lain.
Tapi dirinya masih saja suka jalan dengan Lusy mantannya bahkan Lusy sampai bermanja-manja begitu minta ditemani belanja ke mall didepan Aira. Sedangkan Lukas selalu bilang bahwa dia ga ada hubungan apa-apa dengan Lusy.
💥 Mall
Mereka sampai di mall dekat kantor Evandro. Memang nanti rencana setelah pulang kantor Evandro dan Haikal yang kebetulan ada urusan di kantor Evan akan menyusul ke mall. Ya Haris dan Haikal sedang ada urusan di kantor Evandro.
__ADS_1