Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 133. Selalu ada Reza


__ADS_3

"Ceklek" Aira membuka pintu kamarnya dengan membawa air putih.


"Kamu dari mana sayang, sini tidur yank biar besok bisa aktifitas lagi" kata Evan sambil menepuk kasur disebelahnya.


"Ambil air" jawab Aira singkat seolah tidak terjadi apa-apa.


"Sini sayangku, katanya tadi kangen sama abang" kata Evan sambil menepuk kembali kasur disebelahnya dan Evan memiringkan badannya menghadap ke arah Aira duduk di pinggiran ranjangnya.


"Abang tidur aja duluan" kata Aira kemudian meraih ponselnya dan membuka email serta pesan singkatnya.


"Abang ga bisa tidur sayang kalau belum peluk baby dan bundanya" kata Evan.


Aira hanya diam tanpa menjawab ucapan suaminya. Evan duduk di belakang Aira sambil memeluknya dari belakang. Tangan Evan mengusap perut Aira yang masih rata. Dengan dagu Evan yang diletakkan di pundak sang istri.


"Kamu lagi ngapain sih yank?" Tanya Evan lembut sambil tangannya mengusap perut sang istri.


Aira membuka pesan dari group Haikal, Aira dan Reza yang membahas perihal bisnis karaoke.


"Itu pesan dari siapa?" Tanya Evan.


"Bang Haikal" jawab Aira kemudian menutup ponselnya.


"Haikal mau ngapain ngechat kamu yank?" Tanya Evan.


"Nggak ngapa-ngapain, cuma tadi ada yang Aira tanyakan ke bang Haikal" jawab Aira datar.


"Tanya apaan kok kalian membahas cafe dan karaoke apa tadi di Bogor kalian mampir ke karaoke dulu?" Tanya Evan ingin tahu.


"Mungkin bisa mampir jika Aira ga janjian dengan tante Rina" jawab Aira datar.


"Sayang kenapa setiap kegiatanmu harus ada Reza sih?" Tanya Evan pelan melihat group itu ada nama Reza juga.


Aira menatap Evan tanpa bersuara.


"Bagi Aira mau ada atau tidak ada kak Reza itu tidak berpengaruh buat Aira bang." Jawab Aira kemudian menyimpan ponselnya di nakas.


"Maaf bang, Aira lelah mau tidur dulu" kata Aira tanpa melihat ke sang suami.


Evan melepas pelukan Aira, Aira merebahkan tubuhnya di kasur dengan posisi membelakangi suaminya. Evan memeluk Aira dari belakang kembali dengan menciumi tengguk Aira membuat Aira geli.


Aira mencoba untuk bertahan mendiamkan suaminya, namun karena ciuman dan hembusan nafas suaminya yang berada di lehernya, lama kelamanaan membuatnya geli dan merinding.


"Sayang abang boleh ya menengok baby kita, kan baby kita rindu dengan ayahnya seharian tidak bertemu" kata Evan merayu sang istri dengan terus memberikan ciuman dan gigitan kecil ke daun telinga Aira.


Tanpa sadar Aira mendesah pelan membuat Evan tersenyum dan melanjutkan aksi nakalnya.


"Bang...A Aira geli ih" kata Aira dengan suara tertahan.


"Sayang hadap ke sini dong" rayu Evan, kemudian dengan perlahan Evan membalikkan badan istrinya dengan lembut, Evan mencium bibir sang istri dan membawanya menuju kenikmatan surga dunia tanpa penolakan dari sang istri yang sudah ikut terbawa suasana nikmatnya surga dunia.


Tiga hari kemudian tepat malam ini pukul 12 malam.


Evan yang melihat sang istri tertidur pulas, digangguin dengan menciumi pipi istrinya dan mengecup bibir sang istri. Aira yang merasa risih, menggeliatkan badannya menghadap sang suami dengan masih memejamkan matanya tanpa tahu sedang diganggu sang suami.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun sayangnya abang" bisik Evandro di telinga istrinya.


Aira membuka matanya dan melihat suaminya tersenyum sambil bebisik "happy birthday my wife Aira Saputra Brahmana"


Aira tersenyum memandang suaminya yang memberikan ucapan selamat ulang tahun untuknya.


"Terima kasih suamiku sayang" jawab Aira kemudian memeluk suaminya dan mengecup bibir sang suami yang tak disia-siakan oleh Evan dengan menahan tengkuknya. Evan membalas ciuman bibir sang istri.


Ciuman itu lama kelamaan menjadi ciuman panas dan menuntut hingga berakhir dengan penyatuan keduanya menuju nikmatnya surga dunia.


💐 Kantor EvD


Hari ini Evan sibuk dengan urusan kantornya  tanpa membuka ponsel yang sudah banyak kiriman chat dari sang istri. Evan hanya membaca chat dari sang istri dan sesekali hanya menjawab dengan balasan sedang sibuk.


"Suryo hari ini kita tidak ada meeting kan, kamu temani saya ke hotel dulu sekarang" kata Evandro seperti sebuah perintah bagi Suryo.


"Tidak ada meeting tuan. Baik" jawab Suryo.


"Maaf tuan ini ada yang harus ditanda tangani" kata Lely yang bertemu di pintu ruangan Evandro.


"Apa itu, bawa ke meja saya" kata Evandro kemudian duduk kembali di kursi kebesarannya untuk memeriksa berkas yang diberikan Lely.


💐 Kampus


Aira sibuk di kampus dan juga ke perpustakaan untuk membuang rasa kesalnya pada sang suami yang tidak membalas kiriman pesannya.


Sedangkan Vina dan Rio juga terlihat sibuk setelah kuliah tadi pagi dan seolah menghindari Aira.


Aira membuka ponselnya karena ada panggilan masuk dari Reza.


📞 "Selamat ulang tahun Aira Saputra, semoga banyak cinta dan bahagia bersamamu" Reza


"Aamiin, terima kasih kak" Aira


"Kenapa pesan kakak ga dijawab dari tadi pagi-pagi, sibuk ya" Reza.


📞"Maaf Aira kelupaan mau balas pesan karena tadi buru-buru mau kuliah" jawab Aira ke Reza.


"Nyonya siang ini mau makan apa atau mau makan dimana sebelum sampai di tempat jahit, sebaiknya nyonya makan dulu" tanya Nuri yang tahu jika istri bosnya ini belum makan siang.


"Apa aja Nur, kamu ingin makan apa saya ikut saja. Saya lagi ga selera makan" jawab Aira.


"Nyonya mau makan sate padang di sana ada yang enak" tawar Nuri.


"Boleh Nur" jawab Aira. Reza mendengarkan obrolan Aira dengan Nuri di sebrang telponnya.


📞 "Lagi dijalan ya, mau pergi kemana Ra?" Tanya Reza.


"Iya lagi dijalan, mau ke tukang jahit" jawab Aira.


"Kapan mau ke pabrik kakak, biar kamu bisa langsung lihat bahannya" tanya Reza.


📞"Iya nanti dulu saja kak, Aira cari waktu dulu baru bisa kabari kakak" jawab Aira.

__ADS_1


"Okey deh kakak tunggu ya dan jangan kecapekan, ingat ada yang harus kamu jaga didalam sana. Juga  jangan terlambat makannya kasihan anakmu kelaparan nanti" kata Reza.


"Kakak dengar ya tadi Nuri nanyain makan Aira?" Tanya Aira.


"Iya kakak dengar, atau mau ditemani kakak makan siangnya?" Jawab Reza kembali bertanya.


"Terima kasih kak, Aira akan makan sama Nuri saja" jawab  Aira.


"Hati-hati dijalan sampai ketemu lain waktu" kata Reza mengakhiri panggilannya. Aira menutup ponselnya.


"Dari dulu kakak selalu mengingatkanku untuk makan dengan rutin, maafkan aku yang tak mungkin bisa membalas semuanya kembali seperti dulu kak. Mungkin kita memang ditakdirkan untuk mencari jalan masing-masing" batin Aira dengan memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Selesai Aira makan sate padang bersama Nuri, kemudian Aira melanjutkan perjalanan  ke tempat penjahit langganannya. Di tukang jahit itu Aira bukan hanya menjahitkan baju, melainkan sambil belajar menjahit tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya baik itu Evan ataupun bodyguardnya Nuri.


Aira menghabiskan waktu ditempat jahitan kurang lebih hanya sejam, agar tidak dicurigai Nuri sang bodyguard.


"Yuk Nur kita pulang sekarang, lelah sudah rasanya badanku" kata Aira setelah masuk ke dalam mobil.


💐 Apartemen


Sampai di apartemen waktu sudah sore hari. Aira langsung mandi untuk membersihkan badannya. Karena teringat bahwa tadi pagi suaminya bilang jika nanti malam akan diajak ke acara rekan kerjanya Evan.


Tok tok tok


"Ceklek"


"Kak Suryo, ada apa?" Tanya Aira.


"Ini nyonya saya disuruh tuan untuk memberikan paperbag ini dan mengantarkan nyonya ke acara kantor." Kata Suryo.


"Memang tuanmu kemana?" Tanya Aira datar.


"Tuan masih ada urusan di hotel" jawab Suryo.


"Tuan di hotel dengan siapa dan acara apa?" Tanya Aira yang curiga suaminya di hotel dengan siapa.


****




Jangan lupa berikan jejakmu dengan memberikan


LIKE


KOMEN


HADIAH


VOTE


Terima kasih atas dukungan kalian, semoga kita bisa selalu berkarya 😘

__ADS_1


__ADS_2