
"Kalau Aira ke apartemen aja gimana bang?" Tanya Aira.
"Nanti di apartemen kamu sendirian yank, ikut abang aja dulu ya" ajak Evandro.
"Iya sudah tapi nanti-nanti Aira ga ikutan terus ya bang, kawatirnya kalau ada tugas Aira ga bisa kerjain nantinya" kata Aira.
"Kan bisa dikerjain di ruang kerja abang sayang, kalau perlu nanti avang siapin meja sendiri untukmu okey" kata Evan.
"Ga enak bang, kalau ada rekan kerja abang atau klien abang yang datang ke kantor nanti jadi terganggu karena ada Aira." Kata Aira.
"Ga akan terganggu sayang, yang ada abang yang senang karena ditemani istri cantik abang" kata Evandro.
Evan memang inginnya sang istri menemaninya di kantor juga, karena Evan masih kawatir jika nantinya Lukas akan mendekatinya lagi.
Selesai makan siang, Evan mengajak istrinya kembali ke kantornya akan ada meeting di cafe dekat kantor Evan.
💥 Kantor
Evan menggenggam jemari tangan Aira saat memasuki gedung kantornya, sejak turun dari mobil hingga masuk ruangan baru genggaman tangan sang istri dilepaskan.
Aira duduk di sofa ruang kerja suaminya.
"Tadi di kampus ketemu siapa saja yank?" Tanya Evan.
"Ketemu Rio dan Vina yang pasti bang" jawab Aira.
"Ngobrol apa saja sama mereka?" Tanya Evan sambil membuka laptopnya.
"Ya cerita aja selama kita jalan-jalan disana dan bagaimana suasananya" kata Aira.
"Bang besok Aira jalan sama Vina ke mall ya?" Tanya Aira meminta ijin sang suami.
"Mau belanja?" Tanya Evan.
"Aira hanya menemani Vina jalan aja sih" jawab Aira.
"Sama siapa saja?" Tanya Evan.
"Ya paling hanya kita berdua aja" jawab Aira.
"Kenapa ga ajak Rio juga sayang?" Tanya Evandro.
"Rio kan sekarang udah ada Anggi bang, ya ga mungkin dong Aira sering ajak Rio" jawab Aira.
"Dulu kamu sering pergi sama Rio kemana aja memangnya?" Tanya Evan ingin tahu.
"Ya kemana kita ingin jalan aja, pernah juga kita ke bogor pulang kuliah berdua aja" kata Aira sambil terkekeh mengenang masa dulu.
__ADS_1
Evan yang sedang melihat di layar monitor laptopnya langsung menatap istrinya heran.
"Berdua saja, ngapain? Memang kalian pacaran?" Tanya Evan penasaran dan ada rasa cemburu mendengar istrinya jalan dengan Rio berdua.
"Nggak bang, ya hanya cari makan dan cari udara segar aja. Banyak yang ngira Aira pacaran dengan Rio, tapi kami santai aja menanggapi gosip yang ga jelas begitu" kata Aira.
"Benarkah kalian ga pacaran atau kamu ga mau cerita sama abang karena sekarang Rio pacaran dengan Anggi?" Tanya Evan serius.
"Hehehe abang sama aja seperti teman Aira yang lain, yang ga percaya kalau Aira ga pernah pacaran dengan Rio." Kata Aira.
"Seandainya ternyata Rio menyimpan rasa cinta sama kamu bagaimana?" Tanya Evan memandang istrinya ingin tahu perasaan Aira.
"Ya itu hak Rio sih, tapi yang jelas Aira kan ga pernah pacaran dengan Rio" jawab Aira santai.
"Sebelum pacaran dengan Lukas apa Aira pernah pacaran juga?" Tanya Evan.
"Sudah abang lanjut kerja dulu, nanti ga selesai-selesai kerjaannya. Aira istirahat dulu ya bang ngantuk" kata Aira.
"Kerjaan abang sudah selesai kok, kalau kamu ngantuk tidur aja disini, ayo sini sayang" kata Evandro mengajak istrinya masuk ke kamar pribadinya.
Evan memencet tombol di dekat lemari dan lemari itu langsung terbuka, Evan mengajak istrinya masuk.
"Sini sayang ayo sama abang" ajak Evan.
"Sudah sekarang kamu istirahat disini, abang temani." Kata Evan setelah mereka berada di dalam kamar.
"Tadi pertanyaan abang ada yang belum kamu jawab sayang" kata Evandro.
"Semua sudah dijawab bang dan sekarang waktunya istirahat" kata Aira yang tahu maksud Evan.
"Dengan siapa kamu pacaran sebelum pacaran dengan Lukas?" Tanya Evan serius.
"Kalau abang berapa kali pacaran sebelum sama Aira?" Tanya balik Aira.
"Kamu yang kedua dan terakhir" jawab Evan.
"Abang juga yang terakhir buat Aira" kata Aira.
"Kalau dihitung dari depan, abang nomer berapa?" Tanya Evan tak mau kalah.
"Abang maunya jadi nomer berapa?" Tanya Aira.
Evan memiringkan badannya dan menghadap sang istri.
"Yank pernah belum pacaran dengan teman sma?" Tanya Evan
"Abang udah pernah ya?" Tanya balik Aira.
__ADS_1
"Belum, abang waktu sma ga pengin punya pacar. Maunya pacaran sana anak kecil yang sempat hilang dan akhirnya ketemu juga" jawab Evan sambil menaikturunkan alisnya dengan senyuman khas Evan ke sang istri.
"Alasan aja, ga mungkin abang ga punya pacar waktu sma" kata Aira ga percaya sambil mencubit pipi sang suami.
"Beneran sayang, abang itu ga pengin pacaran karena memang udah niatnya mau nungguin kamu sampai dewasa" kata Evan serius.
"Seandainya dulu abang ketemu kamu saat kamu masih sma mungkin akan abang pacari saat itu dan lulus sma kita bisa langsung nikah tuh" kata Evandro.
"Idih abang" kata Aira membuat Evan terkeleh dan langsung mencium bibir istrinya yang membuatnya gemas.
Derrt...derrt...
Ponsel Evandro bergetar tanda ada panggilan. Evan melepas pagutannya dari bibir sang istri. Dan melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata Suryo yang menghubunginya mengingatkan akan adanya meeting yang sebentar lagi akan diadakan.
"Abang ada meeting kan, Aira disini aja bang mau tidur capek" kata Aira.
"Iya sayang kamu disini saja abang hanya sejam kok" kata Evan kemudian mencium kening sang istri dan kembali mengenakan jas kemudian langsung keluar dari kamar.
Setelah suaminya keluar, Aira memejamkan matanya dan langsung tertidur. Aira begitu mengantuk dan rasanya capek sekali, karena setiap malam selalu kurang tidur. Semua itu karena ulah suaminya yang selalu meminta jatah hingga dini hari.
Selesai meeting, Evan langsung segera kembali ke ruang kerjanya, sebab ada sang istri yang menunggunya disana.
Aira mengerjapkan matanya dan melihat suaminya yang tersenyum duduk di sisi ranjangnya.
"Sudah bangun sayang?" Sapa Evandro dengan senyumannya.
"Abang, sudah selesai meetingnya?" Tanya Aira sambil membalas senyuman sang suami.
"Baru aja abang selesai meeting" jawab Evan sambil mengecup kening istrinya.
"Masih mau tidur lagi yank, biar abang temani" tanya Evandro, Aira melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan jam 4 sore.
"Abang kalau mau tidur, ya tidur aja Aira udah ga ngantuk lagi kok" jawab Aira.
"Ya sudah, apa mau dibikin ngantuk sama abang?" Tanya Evan sambil senyum-senyum.
"Nggak, Aira mau duduk di luar aja dan abang tidur aja disini" jawab Aira.
"Loh kok malah abang yang disuruh tidur, mulai besok kamu ikut abang ke kantor ya yank? Abang sudah siapin meja buat kamu dan laptop yang besok sudah ada di meja saat Aira pulang kuliah" kata Evandro.
***
Jangan lupa, like, komen, hadiah dan vote
Terima kasih buat kalian semua pembaca setiaku 😘🙏
__ADS_1