
💥 Kediaman Raka
Aira sampai di rumah dengan diantar Evandro yang juga ikut turun dari mobil bersama Aira. Evandro menemui Raka untuk meminta maaf karena membawa anak kesayangannya hingga malam.
"Evan mau mengantarkan Aira om dan mohon maaf karena Evan ajak Aira mampir ke kantor jadinya pulang kemalaman." kata Evandro.
"Iya gapapa Van, Aira juga sudah bilang tadi sama om. Yang penting kalian pulang dalam keadaan baik dan sehat." Kata Raka.
"Bagaiman ceritanya kalian bisa pulang bersama?" Tanya Raka ke Evandro dan Aira.
Evandro menceritakan dari awal Aira turun dari mobil sampai pulang bersama tanpa ada yang ketinggalan.
"Kantor bang Evan ternyata tidak terlalu jaug dari kampus Aira pah" kata Aira.
"Iya makanya kalau Aira ada waktu boleh aja main ke kantor bang Evan, ntar pulangnya abang anterin" kata Evandro.
Raka hanya hanya tersenyum melihat kedekatan anaknya dengan anak asistennya yang sekaligus sahabatnya.
💥 Kampus
Paginya Aira sudah sampai di kampus, kemudian menunggu sahabatnya Vina dan Rio dengan duduk di bangku dekat parkiran yang biasa dipakenya untuk istirahat apabila tidak ingin ke kantin.
Tidak lama kemudian Lekas datang dan duduk di sebelah Aira.
"Kamu kenapa semalam ga balas chat dari kakak?" Tanya Lukas.
"Hah, kak Lukas ngechat Aira?" Tanya balik Aira kaget kemudian mengambil ponselnya di dalam tas dan dilihatnya. Yang ternyata benar adanya bahwa Lukas semalam mengirimkan pesannya pada saat Aira sedang makan malam dengan Evandro.
"Maaf kak, Aira ga dengar soalnya kemarin kecapekan ikut abang ke kantor dan pulang jiga sudah kemalaman" kata Aira jujur. Walaupun abang yang dimaksudkan bukanlah bang Haris atau bang Haikal.
"Kamu semalam makan malam sama siapa Aira?" Tanya Lukas dingin.
Aira langsung menatap Lukas kaget, kenapa Lukas bisa tahu Aira makan malam di luar.
"Aira sama abang Aira kak, memang kak Lukas semalam kemana?" Jawab Aira disertai pertanyaan balik.
"Abang ketemu gede ya, kakak lihat sepertinya dia bukan abang kandungmu yang biasa mengantarkan kamu bukan" kata Lukas.
"Dia memang bukan abang kandung Aira, tapi sudah seperti abang sendiri buat Aira kak" kata Aira mencoba menjelaskan.
"Aira mulai hari ini kita akan selalu pulang bersama, jika aku masih ada kuliah maka kamu menunggu kakak sampai selesai kuliah dan begitu sebaliknya. Jika kamu masih ada kuliah atau kegiatan lain, maka aku akan menunggumu" kata Lukas meulai menunjukkan kecemburuannya.
__ADS_1
"Hai Ra, kak Lukas udah dari tadi ya kalian?" Sapa Vina.
"Hai Vin" sapa balik Aira. Lukas hanya menengok ke Vina dengan wajah masih ada gurat menahan cemburu.
"Ada apa dengan kak Lukas, kok raut mukanya seperti orang menahan kesel gitu" batin Vina.
"Nanti tunggu kakak pulangnya" kata Lukas dingin kemudian pergi. Aira hanya menganggukkan kepalanya.
"Kenapa dengan kak Lukas sih Ra?" Tanya Vina.
"Entahlah, sepertinya salah paham karena kemarin Aira pulang bersama bang Evan dan semalam Aira ga balas chatnya karena ga buka ponsel lagi dan langsung tidur" jawab Aira datar.
"Siapa bang Evan, bukannya abang loe itu bang Haikal dan bang Haris ya?" Tanya Vina merasa asing mendengar kata bang Evan.
"Ah sudahlah yuk kita masuk kelas, tuh Rio juga sudah datang" ajak Aira yang tidak ingin membahas panjang masalahnya dengan Lukas ke Vina. Kemudian Aira, Vina dan Rio jalan bersama menuju kelasnya.
Selesai kuliah siang, Aira bersama kedua sahabatnya duduk di kantin sambil menikmati makan siangnya.
"Ra loe belum jelasin siapa bang Evan yang tadi loe sebut" kata Vina minta penjelasan.
"Itu abang gue" jawab Aira singkat kemudian melanjutkan menyuap makanannya.
"Siapa?" Tanya Rio penasaran dengan melihat ke Aira dan Vina.
"Sepertinya kak Lukas cemburu karena kemarin Aira pulang dengan abangnya" kata Vina.
"Kenapa cemburu, kamu pulang sama bang Haris?" Tanya Rio ke Aira. Dan Aira hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Sama bang Haikal?" Tanya Rio lagi. Tapi Aira menggelengkan kepalanya juga.
"Terus kamu pulang sama siapa kalau bukan sama mereka?" Tanya Rio penasaran.
"Sama bang Evan anak dari temen papa dan dengan Aira sudah seperti abang sendiri" jawab Aira akhirnya.
"Memangnya kak Lukas marah hanya karena kamu pulang bareng bang Evan?" Tanya Rio.
"Entahlah, dia marah sepertinya melihat Aira makan malam dengan bang Evan. Lagian memang kemarin kami pulang sampai malam karena ada kerjaan mendadak yang harus diselesaikan di kantornya" kata Aira.
"Kok gue jadi penasaran sih sama bang Evan sampai ngebuat kak Lukas cemburu hehehe" kata Vina sambil nyengir.
Lukas selesai kuliah langsung ke kantin, dari jauh dia melihat Aira sedang makan dan ngobrol bersama kedua sahabatnya. Lukas langsung duduk di sebelah Aira sambil membawa es teh untuk dirinya.
__ADS_1
"Udah selesai kuliahnya kak?" Sapa Rio ke Lukas.
"Sudah, kalian sendiri apa masih ada kuliah?" Jawab Lukas kemudian bertanya kepada mereka bertiga sambil melirik ke Aira yang sibuk dengan ponselnya.
"Kami sih sudah ga ada kuliah siang, hanya nanti ada rapat jam 1 jangan lupa kak" kata Rio.
Derrt...derrt...derrt ponsel Aira bergetar ada panggilan dari Evandro.
"Maaf aku terima dulu ya" kata Aira kemudian menerima telp dari Evandro.
📞 "Halo Aira lagi istirahat ya" sapa Evandro.
"Iya ini Aira lagi makan siang bang" jawab Aira pelan.
"O adik abang sudah makan ya, kirain belum. Kalau belum makan tadinya mau bang Evan ajak makan siang bersama" kata Evandro.
"Hehehe Aira mau ada rapat siang ini bang" kata Aira
"O gitu... nanti pulang bareng sama bang Evan gimana, mau ga?" Tawar Evandro.
"Makasih bang, tapi Aira sudah bilang pulangnya nanti sama teman Aira kok" jawab Aira.
"Ehemm.." Lukas berdehem mendengar Aira bilang kalau pulang dengan teman.
"Okey kalau begitu, sampai nanti adikku sayang...belajar yang baik ya" kata Evandro mengakhiri panggilannya.
"Terima kasih abangku" jawab Aira manja.
"Abang barumu ya, yang mau jemput kamu lagi?" Tanya Lukas sinis dan dingin.
"Kak Lukas kenapa sih, kan Aira bilang kalau kami ga ada hubungan apa-apa" jawab Aira.
"Kamu tanya kenapa dengan kakak, ga salah kamu Ra. Apa kamu yang ga ngerti kalau kamu itu pacar kakak dan jalan sama cowok lain hingga malam, begitu bahagianya kalian" kata Lukas ketus. Aira hanya membuang nafasnya berat tanpa sepatah kata keluar dari bibir manisnya.
"Ra gue pulang duluan ya" kata Vina yang mendingan pulang dari pada mendengar pasangan kekasih yang sedang cemburu karena mulai bucin.
"Okey Vin" jawab Aira
"Gue duluan ke ruang rapat ya Ra, kak Lukas" kata Rio yang juga menghindari pertengkaran pasangan kekasih ini.
"Tungguin gue dong Yo" kata Aira.
__ADS_1
"Okey duluan aja Yo, Aira biar sama gue" jawab Lukas tegas membuat Aira yang tadinya sudah mau berdiri jadi duduk kembali.