Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 137. Ice cream


__ADS_3

"Karena abang menunggu istri abang yang katanya tadi mau mengambilkan abang ice cream" kata Evan memandang Reza dan Aira yang terlihat kaget secara bergantian.


"I ini ice creamnya  bang" kata Aira terbata sambil memberikan ice creamnya.


"Terima kasih sayang"  jawab Evan sambil mengusap pipi Aira karena ada bekas tetesan air mata di pipi sang istri. Aira menunduk, Aira sudah dapat menduga bahwa suaminya pasti mengetahui jika Aira habis menangis.


"Kenapa ada air mata disini?" Tanya Evan yang di dengar Reza. Dan Reza langsung menatap Aira, namun Aira tak mengjiraukannya.


"Tadi mata Aira agak pedih bang" jawab Aira.


"Setelah ini kita pulang, kamu sudah lelah sayang" kata Evan menatap sang istri kemudian memeluk pinggang istrinya tanpa memperpanjang pertanyaannya.


Evan bukannya makan ice creamnya, melainkan ice cream itu disuapkan ke mulut sang istri.


"Enak sayang ice creamnya?" Tanya Evan.


"Kenapa jadi Aira yang makan, kan tadi Aira ambil untuk abang" kata Aira.


"Yang ingin makan ice cream itu baby kita yank" kata Evan.


"Ehem, bikin iri aja" sindir Johan.


"Makanya sana nyari istri, jangan mau jadi jomblo" kata Evan.


"Sialan.." Johan.


"Sayang kita pulang sekarang ya, kamu sudah terlihat lelah" ajak Evan.


"Iya, tapi kita pamit dulu dengan tante Rina ya bang" kata Aira yang diqnggukkin Evandro.


"Aira besok kita jalan yuk" ajak Naila pada Aira.


"Boleh ya bang besok Aira jalan dengan Naila?" Tanya Aira ke sang suami.


"Kita lihat besok sayang, jangan sampai kamu kecapekan" jawab Evan.


"Gue kasih kabar besok ya Nai" jawab Aira


Evan memeluk Aira dan membawanya untuk berpamitan dengan Rina Hartadi.


"Tante Aira pamit pulang dulu, terima kasih banyak atas waktu dan kesempatan yang diberikan buat Aira bisa tampil bersama bang Evan tadi" kata Aira.


"Iya tante juga terima kasih ya sayang, sering-sering main ke butik tante ya" kata Rina Hartadi.


"Iya kalau Aira ada waktu tante" jawab Aira.


"Gaun yang tadi kamu pake, tante sudah bungkus sayang dan ini yang sekarang kamu pake  tante beri untuk kenangan Aira. Nanti akan dikirim ke apartemen gaunmu tadi" kata Rina.

__ADS_1


"Ya ampun tante kenapa harus repot-repot sih" jawab Aira.


"Tidak merepotkan sayang" kata Rina sambil mengusap pundak Aira.


"Ya sudah kalau begitu terserah tante aja dan terima kasih banyak tan" kata Aira.


"Iya sayang sama-sama dan kalian hati-hati ya. Jaga cucu tante yang masih di dalam sini" kata tante Rina sambil mengusap perut Aira.


"Kapan-kapan boleh ya tante ajak Aira jalan?" Tanya Rina ke Evandro.


"Silahkan tan, selama Aira mau dan kondisinya tidak lelah" jawab Evan walaupun hatinya ga ikhlas jika Rina akan mengajak Airqa jqlqan bersamanya.


Sejujurnya Evan merasa kurang suka jika istrinya terlalu dekat dengan keluarga Hartadi, Evan kawatir antara Aira dengan Reza semakin dekat hubungannya kedepannya.


💐 Apartemen


Evan memarkirkan mobilnya setelah sampai di apartemen. Aira membuka matanya melihat ke kanan dan ke kiri.


"Udah sampai ya bang?" Tanya Aira.


"Iya sayang, mau digendong abang aja?" Tanya Evan.


Aira menggelengkan kepalanya.


"Aira jalan sendiri saja bang" jawab Aira.


"Silahkan tuan putri" kata Evan.


"Hehe terima kasih pangeranku" jawab Aira sambil mengecup pipi suaminya yang sedang membungkuk saat membukakan pintunya.


Evan tersenyum bahagia oleh perlakuan istrinya.


"Istriku memang menggemaskan, bagaimana aku bisa jauh darinya kalau seperti ini" batin Evan tersenyum sendiri, kemudian berjalan di samping istrinya sambil memeluk pundak sang istri.


Setelah sampai di dalam apartemennya, Aira berniat mau mandi karena badannya berasa gerah.


"Badan di lap aja sayang, jangan mandi ya sudah malam. Karena itu tidak baik untuk kamu yang sedang hamil" kata Evan melihat istrinya mau memasuki kamar mandi.


"Kan gerah bang badanku kalau ga mandi" kata Aira.


"Makanya di lap aja, sini biar abang bantu ngelap badanmu" kata Evan kemudian mendekati istrinya ke kamar mandi.


"Nggak usah, Aira sendiri saja bang yang ngelap. Aira lelah sudah ingin segera tidur soalnya" kata Aira.


"Makanya abang bantu kamu lap badan sayang" kata Evan.


Akhirnya Aira menurut untuk badannya di lap sang suami karena Aira tidak mampu mengelap punggungnya sendiri.

__ADS_1


Evan membantu istrinya membersihkan badan dengan handuk kecil yang dibasahi untuk membasuh badan Aira yang sesekali menggesek pada sesuatu yang menggantung di dada membuat Aira ke gelian.


"Abang, geli ih, udah ayo kita keluar" kata Aira.


"Sebentar sayang kan lagi disabun" kata Evan dengan senyum nakalnya.


"Abang gosok bagian belakang aja deh, biar depan Aira sendiri" protes Aira.


Evan menggosok punggung istrinya, namun tangan jahilnya memeluk sang istri dari belakang dengan tangan Evan meremas kedua gundukan istrinya.


Tanpa sadar Aira mengeluarkan ******* pelan membuat Evan tersenyum dan meneruskan kejahilannya dengan memainkan lidahnya di leher dan daun telinga sang istri.


Aira merasa badannya melayang. Ternyata badannya sudah berada digendongan sang suami dengan bibir yang sudah menempel satu sama lainnya. Evan meletakkan tubuh sang istri dengan sangat hati-hati dan Aira sudah berada dikungkungan sang suami. Hasrat Evan sudah tak dapat tertahan lagi, akhirnya terdengar erangan dari keduanya secara bersamaan mengakhiri penyatuannya.


"Bang  besok kita ke rumah bang Haris yuk, Aira kangen sama baby Herman." Kata Aira setelah nafas mereka kembali normal.


"Memang kamu ga capek, beberapa hari ini kegiatan kita banyak loh" kata Evan.


"Nggak, nanti kalau lelah ya tinggal istirahat aja di rumah bang Haris. Kan ada kamar kosong disana" kata Aira.


"Ya sudah, sekarang kita tidur dulu" kata Evan sambil memposisikan dirinya untuk memeluk sang istri.


Paginya Ara bangun kemudian ke dapur untuk membuat sarapan.


"Abang bangun, sudah siang bang" kata Aira.


"Hmm, kan libur yank" jawab Evan sambil menarik tangan sang istri hingga terjatuh di atas tubuh Evan.


Evan mencium bibir mungil yang selalu membuatnya rindu. Aira membalas ciuman bibir sang suami membuat Evan semakin  semangat.  Merasa ada balasan dari sang istri, ciuman Evan semakin menuntut hingga terjadi penyatuan kembali di pagi hari.


"Morning sayang" Evan mengecup bibir istrinya


"Morning bang" Aira


"Kita mandi terus makan, kasihan baby yang ada  di dalam sudah lapar sayang" kata Evan sambil mengisap perut sang istri dan mengecupnya.


"Sayangnya ayah, kamu laper ya. Maafkan ayah ya, tadi kangen sama babynya ayah dan bunda" kata Evan.


"Doakan ya sayang, agar ayah bisa jenguk baby ayah setiap hari setiap malam bahkan setiap saat" kata Evan.


"Idih maunya, abang modus banget deh" protes Aira membuat suaminya tertawa.


"Kan bundanya juga senang, buktinya menikmati juga tadi" kata Evan membuat pipi Aira jadi merona karena malu.


"Ayo abang mandi dulu, biar Aira siapin baju abang" kata Aira.


"Ga mandi bareng aja yank?" Tawar Evan.

__ADS_1


"Nggak, Aira lelah bang" jawab Aira beralasan dari pada nanti jadinya lelah beneran dan ga jadi pergi ke rumah Haris.


__ADS_2