
"Abang nggak akan bohong kan?" Tanya Aira menatap suaminya untuk menyakinkan dirinya.
"Jika abang sampai bohong, kamu boleh menjauhi abang" kata Evandro.
"Baiklah, akan Aira ingat bang" kata Aira. Evandro menganggukkan kepalanya dan mencium kening Aira
"Tapi abang juga tidak ijinkan kamu dekat dengan Lukas apapun alasannya" kata Evan.
"Aira aja sekarang jadi panitya acara kampus dengan kak Lukas bang, ya pasti akan sering ketemu dong" kata Aira.
"Tapi kalian tidak akan abang ijinkan untuk pergi bersama" kata Evan.
"Bang kalau kak Lusy beneran mau menjadikan Aira temannya apakah boleh Aira berteman dengannya?" Tanya Aira ke Evan yang teringat akan ajakan Lusy untuk berteman.
"Hati-hati, siapa tahu dia hanya pura-pura menjadikanmu teman tapi dibelakangnya dia punya maksud lain" kata Evan.
"Sepertinya sih nggak deh bang" kata Aira.
"Ya sudah yang penting hati-hati saja" kata Evan.
"Sekarang kita jadi mau lihat sunset tidak atau mau kita habiskan saja waktunya dikamar sayang?" Tanya Evan.
"Jadilah bang, kalau abang mau dikamar juga nggak mengapa kok, biar Aira jalan sendiri kan dekat pantainya tinggal nyebrang aja" jawab Aira
Evan memang memilih hotel yang dekat dengan pantai agar dapat menikmati sunset seperti keinginan istrinya.
Saat mereka mau berangkat, tiba-tiba ponsel Evan berdering menampilkan nama Rani yang dilihat Aira. Ya ponsel Evan diletakkan di meja dekat Aira duduk. Dan saat ponsel itu berdering Aira meraihnya dan memberikannya pada Evan.
Evan memandang Aira kemudian memasukkannya ke saku celana setelah melihat nama yang terpampang di layar ponselnya.
"Kenapa nggak diterima bang?" Tanya Aira.
"Tidak penting" jawab Evan.
Dan tak lama ponsel itu berdering lagi.
"Terimalah bang siapa tahu penting" kata Aira.
Evan menerima panggilan dari Rani yang mengatakan bahwa dia sangat merindukan Evan.
📞"Rani, kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi sejak aku memutuskan hubungan kita" kata Evan tegas.
"Sayang aku sudah bilang bahwa aku akan kembali padamu dan kita akan membangun mahligai indah berdua" kata Rani dengan suara yang dibuat seseksi mungkin.
__ADS_1
"Maaf, karena aku tidak akan kembali padamu. Aku sudah mempunyai istri" kata Evan.
"Tidak mungkin, aku tahu kamu keluar kota buat urusan bisnismu sayang. Aku sudah mengatakan pada semua orang bahwa kita akan menikah dalam waktu dekat. Tolong jangan buat kejutan begini sayang" kata Rani.
"Terserah kamu, yang jelas aku sudah punya istri dan tolong jangan lagi menggangguku" kata Evan.
"Aku akan mempublikasikan foto mesra kita ke media sosial jika kamu tak menikahiku" ancam Rani.
"Untuk apa kau mengancamku agar menikahimu? Apakah kamu hamil dengan produsermu dan sekarang kamu meminta pertanggungjawaban denganku?" Tanya Evan emosi sambil melihat istrinya yang sudah berjalan keluar kamar hotel.
Rani kaget dengan tebakan Evan yang memang punya niat untuk menjebak Evan agar mau menikahinya. Dulu saat masih pacaran mereka hanya melakukan sebatas ciuman tak lebih. Dan semua itu sudah berlalu lama.
"Ayolah sayang, apakah kamu tidak rindu padaku? Apakah kamu tidak ingin ciuman panasku?" Rayu Rani yang memang sudah hamil dengan rekan sekerjanya sesama model.
Akan tetapi Rani tidak ingin hidupnya biasa saja, maka Rani ingin menjadikan Evan sebagai suaminya agar hidupnya dengan anak yang ada dikandungannya terjamin.
Evan melihat Aira sudah tak ada di kamar langsung mematikan ponselnya dan berlari keluar mencari Aira. Evan kawatir Aira marah lagi padanya karena kesalahpahaman yang Aira dengar..
Evan tidak bisa melihat Aira marah atau sedih bahkan sampai menangis. Evan sudah bertekat akan selalu membuat Aira tersenyum bahagia.
Aira berjalan menyusuri pinggir pantai dan duduk di bebatuan yang agak jauh dari hotelnya. Aira berpikir bagaimana nanti jika perempuan itu akan nekat mendekati suaminya.
"Aira..."
Tiba-tiba ada suara yang tak asing ditelinganya memanggil dari belakang. Aira menengok ke arah suara yang sudah duduk di sebelahnya.
Aira diam dan kembali menatap ke arah pantai tanpa mau menjawab Lukas.
"Apakah kamu ada masalah dengan suamimu?" Tanya Lukas.
"Dimana kak Lusy, kenapa tidak bersama kakak?" Aira menjawab Lukas dengan pertanyaan.
"Lusy sedang bertemu sahabatnya yang kebetulan juga sedang liburan disini" jawab Lukas.
"Apakah kamu ada masalah dengan suamimu Aira? Apakah kamu bahagia hidup dengannya?" Tanya Lukas menatap Aira mencari jawaban.
Dari Jauh Evan melihat Aira duduk berdua dengan Lukas.
"Aira, apakah kamu lupa dengan yang baru tadi kamu ucapkan?" Tanya Evan dingin menahan rasa cemburunya.
Aira kaget dengan kehadiran Evan dan ucapan Evan yang begitu ketus dan dingin.
"Abang... Aira tidak sengaja bertemu kak Lukas" jelas Aira.
__ADS_1
"Bagus ya suami sedang sibuk, istrinya berkencan dengan mantannya" kata Evan membuat Aira marah besar merasa dituding selingkuh.
Evan yang sedang kawatir Aira pergi meninggalkannya karena mendengar omongan Rani yang meminta Evan menikahinya jadi terbawa emosi dan campur dengan rasa cembufu saat melihat sang istri duduk dengan mantannya tanpa menanyakan dulu permasalahannya.
"Abang tolong jaga ucapan abang, Aira ga kencan dengan kak Lukas." Kata Aira.
Evan menarik tangan Aira membuat Lukas jadi geram.
"Maaf saya tahu dia istri anda, tapi jangan perlakukan kasar pada seorang wanita seperti itu apalagi dengan istri sendiri." Kata Lukas.
"Kamu urus saja istrimu, jangan mengganggu istri orang" kata Evan ketus.
Aira mengibaskan tangan Evan dan langsung berlari masuk ke kamar hotelnya.
"Jangan salahkan Aira jika dia akan pergi darimu karena perlakuanmu padanya" ancam Lukas.
Evan menatap Lukas tajam kemidian mengejar Aira masuk ke hotelnya.
Aira menangis di dalam kamar.
"Mama, Aira rindu pelukanmu ma. Jemput Aira ma, Aira mau sama mama." Kata Aira memandang keluar melalui jendela kamarnya dengan derai air matanya.
Evan mendengar tangisan Aira dengan memanggil mamanya langsung memeluknya dari belakang.
"Maafkan abang sayang" kata Evan sambil menciumi pipi Aira.
"Abang terlalu kawatir jika Aira pergi meninggalkan abang" kata Evan. Aira tak bergeming, hanya membuang nafasnya berat.
Drrt...drrt...
Ponselnya Aira bergetar tanda ada panggilan. Dilijatnya nama yang tertera di layar ponselnya adalah nama papa Raka.
📞"Halo sayang... " papa Raka.
"Aira rindu papa" kata Aira tak dapat menahan tangisnya.
"Kenapa kamu menangis sayang?" Tanya papa Raka.
"Maaf pa kalau Aira menangis, Aira sangat merindukan mama" kata Aira.
Evan hanya diam disebelah Aira yang duduk di sofa.
"Sayang mama pasti bahagia jika melihat gadis kecilnya bahagia" kata Raka
__ADS_1
"Aira ingin pulang pa, Aira ingin berkunjung ke makam mama" kata Aira tak mempedulikan Evan.
"Sayang nikmati bulan madu kalian dengan bahagia, papa akan mengantarmu ke makam mama setelah kamu pulang dari bulan madu" kata Raka ikut menahan air matanya yang jatuh.