
"Terima kasih bang Evan sudah mau anterin Aira sampai di rumah ya" kata Aira.
"Iya sama-sama Aira, kamu yang rajin belajarnya ya" kata Evandro sambil mengacak acak rambut di puncak kepala Aira seakan sama seperti ke Anggi saja. Aira tersenyum sambil memberikan jempolnya.
"Siap bang" kata Aira sambil tersenyum. Haris sebenarnya heran dengan Evandro yang terlihat bisa langsung dekat dengan Aira. Karena Evandro itu termasuk daftar orang yang tidak mudah dekat dengan orang baru apalagi sama perempuan.
Setelah Evandro pulang, Aira bergegas masuk ke kamar untuk melihat jadwal kuliah besok.
"Aira sudah makan?" Tanya Raka.
"Sudah pah, tadi di suruh makan dulu sama tante Diana baru boleh pulang pah" jawab Aira.
"Mungkin tante Diana senang kamu bisa kembali berteman dengan Anggi" kata Raka.
"Iya tante Diana juga tadinya menyuruh Ara nginap di sana, tapi Aira yang ga mau. Besok kan ada kuliah. Eh katanya tante Diana ya minggu depan disuruh menginap disana coba pah" kata Aira.
Papa Raka terkekeh mendengar anaknya bercerita.
"Ya minggu depan aja dik kamu nginap disana" kata Haikal.
"Ya bang Evan juga bilang begitu katanya pulangnya akan diantar kalau perlu mau dijemput bareng Anggi" kata Aira.
"Nah tuh enak udah mau dijemput dan diantar sama bang Evan" kata Haikal.
"Gara-gara bang Haikal tadi siang bilang kalau Aira ada yang akan antar jemput kuliah, jadi bang Evan ikutan godain Aira kan" protes Aira ke Haikal. Haris yang mendengar hanya tertawa kecil semakin heran dengan Evandro yang bisa bercandain Aira.
💥 Kediaman Darwis
Evandro setelah mengantar Aira pulang ke rumahnya, langsung kembali lagi pulang.
"Gimana tadi Van, Aira sudah kamu antar sampai ke rumah?" Tanya Diana
"Iya sudah ma, tadi ketemu sama om Raka juga Haris dan Haikal." Jawab Evandro.
"Aira cepet juga ya anaknya dekat sama kalian semua" kata Diana senang.
Evandro diam saja ga tahu maksud mamanya.
"Mama suka dengan Aira, anaknya baik, mudah bergaul dan sepertinya Anggi juga nyaman sama Aira" kata mama Diana.
"Iya sepertinya sifatnya Haikal dan Aira itu ada miripnya seperti almarhumah mamanya" kata Darwis.
"Itu temannya Anggi ma, masih ngerjain tugas?" Tanya Evandro melihat di ruang tamu masih ada orang.
__ADS_1
"Iya dari setelah kamu anterin Aira tadi itu datangnya" jawab Diana.
"O, Evan naik dulu ya ma, pah" kata Evandro kemudian masuk ke kamarnya.
"Iya memang Aira anaknya baik, mudah bergaul dan ceria walaupun manja sebenarnya tapi kelihatan mandiri" gumam Evandro di dalam kamarnya mengingat ucapan mamanya tentang Aira.
"Ya maklumlah kalau manja, orang dia juga masih seusia Anggi. Masih bocah sih. Apalagi dia anak gadis seorang diri." Evandro bicara sendiri mengingat saat di dalam mobil dia menggoda Aira.
"Tapi kenapa aku merasa dekat ya sama Aira seperti ke Anggi aja, ya mungkin karena dari dia masih bocil (bocah kecil) banget, aku juga udah tahu kali. Walaupun aku juga antara inget ga inget sih" kata Evandro ngomong sendiri. Kemudian Evandro tertidur karena besok mesti ke kantor pagi.
Pagi-pagi seperti biasa Aira selalu bangun pagi untuk bantu masak mbok ipah di dapur, baru mandi dan berdandan rapi. Setelah rapi dan segar, Aira turun untuk ikut sarapan bersama.
"Kamu mau berangkat sama bang Haris atau mau dianter bang Haikal dik?" Tanya Haris.
"Bareng sama bang Haris aja deh, kan bang Haikal mau ikut papa ke kantor bang" kata Aira.
"Iya bang Haikal mau papa ajak belajar kerja di kantor papa, jadi Aira diantar bang Haris saja" kata Raka.
"Sebenarnya Aira berangkat sendiri aja ya pah naik ojol atau bawa mobil sendiri aja kan bisa" kata Aira meminta ijin.
"Kalau papa sebenarnya ga masalah kamu bawa mobil sendiri, tapi bang Haris yang ga boleh nak" kata Raka.
"Iya udah kamu bareng abang saja, atau nanti abang cari sopir aja buat antar jemput kamu dik" kata Haris.
"Ya sudah nanti kalau pulangnya kamu ga ada yang ditebengi ya naik ojol aja atau taksi online" kata Haris.
"Besok abang minta Deni aja biar antar jemput kamu kuliah" kata Haris lagi.
"Siapa Deni itu?" Tanya Raka.
"Deni itu OB di kantor pah, tapi sama Haris dimasukin kuliah di dekat kantor Haris yang masuk sore" kata Haris
"Nah kalau dia bisa anter jemput Aira kan sorenya baru dia kuliah atau nanti kuliah aku pindahin aja ke kampus Aira juga" kata Haris lagi.
"Ya ampun itu bang Haris sama Aira, gimana kalau nanti kak Aini sudah jadi istrinya pasti sangat posesif sekali tuh si abang" batin Haikal.
"Ya ampun bang, ga usah deh, Aira berangkat sama bang Haris aja seperti biasanya dan pulang bareng sama Rio atau temen yang lain." Kata Aira.
💥 Kampus
Sampai di kampus Aira yang diantar Haris parkir tepat di sebelah Lukas yang melihat sendiri Aira turun dari mobil Haris.
"O itu abangnya Aira yang katanya selalu antar ke kampus tiap hari" batin Lukas
__ADS_1
"Nanti pulang jam berapa kasih kabar abang ya, kalau pulang sore bisa abang samperin sekalian" kata Haris.
"Siap bos" jawab Aira sambil tersenyum.
Haris hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adeknya.
Lukas keluar dari mobil kemudian memanggil Aira. Haris yang masih di tempat parkiran melihat siapa yang memanggi adiknya walaupun hanya melihat dari dalam mobilnya.
"Hai Aira, baru datang?" Sapa Lukas.
"Iya kak, kakak juga baru datang?" Jawab Aira sambil jalan bersama.
"Iya, tadi kamu diantar abangmu?" Tanya Lukas.
"Iya kak, sekalian abang ke kantor" jawab Aira
"Nanti pulang jam berapa?" tanya Lukas.
"Kelihatannya siang sih kak, cuma Aira mau ke perpustakaan dulu mau cari buku" jawab Aira.
"O gitu, nanti pulang bareng saja sama kakak. Kita kan searah tuh pulangnya" ajak Lukas.
"Aira ga janji ya kak, soalnya Aira masih ke perpustakaan dulu" jawab Aira.
"Iya nanti kakak tunggu di kantin ya" kata Lukas lagi.
"Terima kasih kak sebelumnya" kata Aira
"Iya sama-sama, sekarang kamu masuk kelas dulu ya selamat belajar Aira" kata Lukas kemudian meninggalkan Aira di depan kelas Aira.
"Ehem" Rio berdehem melihat Aira duduk di dalam kelas.
"Wah sepertinya ada yang baru pendeketan deh" sindir Vina.
"Siapa yang pendekatan?" Tanya Aira serius ke Vina.
"Loe ga berasa apa Ra?" tanya Vina.
"Berasa apanya sih?" Tanya Aira melihat ke Vina kemudian ke Rio heran.
"Kok lihat ke gue sih" kata Rio.
"Loe harus cerita Rio ke gue, siapa yang kalian maksudkan" kata Aira penasaran.
__ADS_1
"Kak Lukas kelihatannya lagi pendekatan sama loe, emang loe ga berasa apa" kata Rio pelan agar orang di dekatnya tak ada yang mendengar.