
"Kamu itu bukan siapa-siapa saya, jadi tolong bersikap yang sopan" kata Evan dengan nada tinggi membentak membuat Aira dan Lely kaget. Suryo mendengar suara Evan berteriak keras langsung menghampirinya dan masuk ke ruangan Evan.
"Bawa keluar wanita ini dan saya sudah pernah bilang pada kalian untuk tidak memasukkan tamu yang tak diundang ke ruangan saya kecuali istri dan keluarga saya" kata Evan menatap tajam ke wanita model itu dan mengatakannya pada Suryo dan Lely.
"Maafkan saya tuan, tadi saya sudah melarangnya untuk masuk. Tapi dia ngotot dan saat saya akan membuka pintunya tiba-tiba dia sudah menyelonong masuk saja"
Suryo langsung menyeret wanita model itu dari ruangan Evan. Aira diam tak bersuara sama sekali.
Evan melihat istrinya diam langsung memeluknya, namun Aira melepaskan tangan suaminya yang memeluknya.
"Sayang itu semua jangan jadi pikiranmu ya, memang perempuan itu tidak punya sopan dan tidak dapat menempatkan dirinya" kata Evan.
Jujur Aira masih syok melihat cara perempuan tadi yang langsung masuk dan duduk dipangkuan sang suami dengan memanggilnya kata sayang. Seolah semua itu sudah biasa mereka lakukan.
Dulu mantannya Evan yang bernama Rani juga biasa duduk dipangkuan Evan setiap ke kantor. Dan Rani pun juga lebih agresif dibandingkan Evan selama mereka pacaran. Cuma memang Evan tidak pernah melebihi dari sekedar ciuman bibir walaupun Rani sering memancing untuk melakukan hal lebih, namun Evan tidak pernah terbawa oleh pancingan Rani.
"Sayang maafin abang ya, kamu jangan marah sama abang. Jujur abang ga ada hubungan apapun dengan wanita itu dan yang lainnya" kata Evan.
"Aira mau keluar dulu bang, ada janjian dengan kak Lukas" kata Aira kemudian meraih tasnya sambil berdiri.
"Biar abang yang akan temani kamu" kata Evan langsung ikut berdiri.
"Tidak perlu, Aira sudah ada Nuri" jawab Aira.
"Biarkan Nuri disini, abang yang akan menemanimu bertemu Lukas" kata Evan kemudian memeluk pinggang sang istri.
Aira hanya diam tanpa banyak bersuara karena moodnya sudah sangat tidak bagus saat ini. Dan Aira malas untuk bicara dengan suaminya.
Lely melihat Aira yang bersikap dingin jadi ketakutan.
"Bereskan ruangan saya karena saya tidak akan kembali lagi ke kantor" kata Evan tegas pada Lely.
"Baik tuan" jawab Lely kemudian melangkah masuk ke ruangan Evan.
"Ternyata nyonya bos yang terlihat ramah dan manja, mengerikan juga kalau sedang marah" batin Lely sambil berjalan menuju ruangan Evandro.
"Kamu ngapain seperti orang ketakutan begitu?" Tanya Suryo.
"Itu istri bos kalau marah mengerikan dan dingin sekali tatapan dan sikapnya" jawab Lely.
__ADS_1
"Memang ceritanya tadi bagaimana?" Tanya Suryo pada Lely.
Kemudian Lely cerita dari awal kedatangan si model yang tak tahu sopan itu ingin bertemu dengan Evandro dan memaksakan diri untuk nekat masuk. Sedangkan di ruangan itu bos sedang berdua dengan istrinya makan siang. Tiba-tiba model itu menerobos masuk saat pintu sedang dibuka oleh Lely dan model itu langsung duduk dipangkuan bos bahkan memanggil bos dengan kata sayang
Suryo mendengarkan semua cerita dari Lely dan bisa memaklumi jika sang istri bos jadi bersikap dingin. Mungkin syock melihat model itu yang langsung duduk dipangkuan bos.
"Mulai besok setiap ada tamu yang mencari bos, jangan langsung diijinkan untuk naik ke atas lebih baik disuruh menunggu di bawah dan kita saja yang akan menjemputnya di bawah" kata Suryo.
"Siap komandan" jawab Lely
"Kamu besok siap menerima omelan dari bos" kata Suryo kemudian membuat Lely yang tadinya dengan raut muka lega bos sudah pergi, menjadi raut muka masam kembali.
Walaupun Lely masih sepupu dari Evandro Brahmana, namun jika memang ada kesalahan di kantor tetap akan mendapatkan amukan dari Evan.
Trio karaoke
Selama di perjalanan dari kantor menuju ke trio karaoke, suasana di dalam mobil sangat hening. Tak ada satupun yang mengeluarkan suaranya.
"Sayang..." Evan memecah keheningan.
"Hmmm" hanya ini yang keluar dari Aira.
"Kamu marah sama abang?" Tanya Evan pelan sambil sesekali melirik ke sang istri yang sejak tadi hanya diam tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya.
Aira mengambil nafasnya berat kemudian membuangnya ke udara.
"Menurut abang gimana?" Tanya balik Aira dingin tanpa menoleh ke suaminya.
"Jujur abang ga dekat sayang dengan perempuan itu. Dia hanya seorang model untuk iklan hotel kita saja yang beberapa minggu lalu dibuat mini seri" Evan menjelaskan.
"Kita bicarakan di rumah saja bang" kata Aira dingin.
Setelah sampai di tempat tujuan, Aira langsung keluar dari mobil meninggalkan sang suami dan masuk ke dalam karaoke dengan membawa tas slempangnya.
"Selamat sore bu" sapa salah karyawan karyawannya yang berada di resepsionis.
"Apakah tamu yang bernama pak Lukas sudah datang?" Tanya Aira.
"Belum ada bu" jawab resepsionis yang berjaga.
__ADS_1
"Sore Aira, maaf kakak terlambat" sapa Lukas dari belakang.
Aira menengok ke belakang dan ternyata Lukas baru saja tiba dan sudah berdiri di belakangnya.
"Sore kak, Aira juga baru saja sampai kok" jawab Aira menyambut uluran tangan Lukas. Evan melihat interaksi kedua dari kursi yang berada tidak jauh dari mereka.
"Ayo kak silahkan masuk ke dalam" ajak Aira. Evan langsung berdiri mendekati sang istri, membuat Lukas kaget dengan keberadaan Evan.
"Eh ada tuan Evan, apa kabarnya tuan?" Sapa Lukas dengan mengukurkan tangannya.
"Kabar baik tuan, anda sendiri apa kabarnya?" Jawab Evan menyambut uluran tangan Lukas.
"Kabar saya baik juga" jawab Lukas.
"Maaf apakah saya mengganggu?" Tanya Lukas menatap Evan dan Aira bergantian.
"Tidak kak, tadi karena Aira mampir ke kantor bang Evan dulu sebelum ke sini dan kebetulan abang juga ga ada meeting. Jadi ikut deh dengan Aira." Jawab Aira.
"Baguslah, jadi suami siaga" kata Lukas sambil memberikan jempol kanannya pada Evan. Dan Evan hanya tertawa kecil menanggapinya.
"Kak Lusy apakah masih ngidam juga kak?" Tanya Aira.
"Masih Ra, kemarin malam-malam kakakmu minta beli sate kambing" jawab Lukas.
"Untung kakak tidak keluar kota" kata Aira.
"Iya kebetulan kakak itu baru sampai dari luar kota sejam sebelumnya" kata Lukas menatal Aira membuat Evan ada rasa cemburu.
"Apa istri tidak ikut keluar kota?" Tanya Evan untuk mengalihkan pandangan Lukas agar tidak menatap sang istri.
"Tidak, mami tidak mengijinkan karena perutnya sudah membesar dan mudah lelah. Kasihan saya melihatnya" kata Lukas.
"Kak kita rencana mau menampilkan lagu apa atau ada permintaan dari panitya?" Tanya Aira.
"Iya ada permintaan dari panitya yaitu disuruh menampilkan beberapa lagu dan salah satunya itu lagunya Irwansayah dengan Acha Septriana yang My Heart" jawab Lukas.
"Okey, kalau begitu kita langsung aja ya putar buat latihan lagu itu" kata Aira.
Evan hanya duduk diam menatap obrolan sang istri dengan mantannya walaupun dalam hatinya ada rasa cemburu. Apalagi istrinya dalam kondisi hatinya yang sedang marah dengannya.
__ADS_1