
"Lihat kolam renang jadi pengin berenang deh" kata Aira.
"Boleh ayo kita berenang sekarang?" Tanya Evandro.
"Aira ganti baju berenang dulu bang" jawab Aira.
"Nggak perlu sayang, sudah lepas aja dulu pakaianmu kita berenang bersama" kata Evandro.
"Masak Aira berenang hanya pake pakaian dalam aja sih bang" kata Aira.
"Tidak mengapa yank, lagian hanya ada abang juga kok" jawab Evandro sambil melepas kaos rumahannya.
"Ayo sini berenang sama abang" ajak Evandro.
"Idih abang, Aira ganti dulu aja deh" kata Aira.
Evan langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kolam renang.
"Abang, baju Aira basah dong" kata Aira manja.
"Gapapa basah nanti juga ganti baju kan" kata Evandro yqng sudah membawa istrinya berendam di dalam kolam.
"Kita belum pernah berenang bareng kan sayang" bisik Evandro di dalam kolam sambil memeluk istrinya dari belakang.
Aira ga mungkin bisa berenang dengan menggunakan celana jeans selututnya dan kaos. Aira melepas celana jeansnya yang membuatnya berat untuk bergerak di dalam air.
Aira menggerakkan tubuhnya untuk berenang dan disusul Evandro di samping sang istri. Aira yang bersandar di pinggir kolam membuat Evan menatap istrinya gemas dengan melihat muka dan rambut basah sang istri.
Evan memeluk istrinya dan mencium bibir mungil sang istri dengan lembut. Aira membalas ciuman sang suami, membuat Evan makin memperdalamnya dan ******* bibir istrinya dengan semangat. Tangan Evan sudah membuka kaitan bra sang istri.
"Kita belum pernah melakukannya di sini sayang" bisik Evan dengan suara seraknya membuat Aira melotot.
"Yang benar saja melakukan begituan di dalam kolam?" Batin Aira bertanya sendiri.
Evandro pandai membuat istrinya larut dalam permainannya, hingga tanpa sadar istrinya mengeluarkan sebuah suara ******* yang membuatnya semakin bersemangat.
Mendengar ******* dari istrinya, membuat Evandro mengangkat tubuh sang istri dari dalam kolam dan membawanya di sebuah kursi malas pantai yang ada di pinggir kolam untuk melanjutkan sesuatu yang sudah menegang dibawah sana meminta dipuaskan. Penyatuanpun terjadi dipinggir kolam renang.
Setelah nafas mereka mulai teratur, Evan membawa istrinya dengan menggendongnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang penuh keringat.
Di dalam kamar mandi pun Evan masih mengulangnya kembali, karena hasratnya kembali muncul hanya dengan sentuhan bibir dari sang istri.
Paginya Aira memasak di dapur untuk sarapan berdua.
"Masak apa sayang, baunya enak banget?" Tanya Evan.
__ADS_1
"Hehehe hanya masak nasi goreng sayur aja bang sama telor mata sapi" jawab Aira.
"Gapapa bikin abang jadi lapar nih, apalagi yang masak istri sendiri" kata Evandro yang selalu memakan apa yang sudah disediakan istrinya.
"Besok kita kan sudah pulang bang, bagaimana kalau hari ini kita beli oleh-oleh?" Tanya Aira.
"Kalau kamu mau, abang akan mundurin kepulangan kita" jawab Evan, tapi Aira menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sayang, apakah istri abang tidak bahagia dengan bulan madu kita?" Tanya Evandro. Aira tersenyum kemudian membuang nafasnya berat tanpa mengeluarkan suaranya.
Evan memeluk istrinya dari belakang dengan kepala disandarkan di pundak sang istri.
"Abang hanya mencintai Aira Saputra dan tidak akan pernah ada yang lain sampai kapanpun" bisik Evandro yang tahu pikiran istrinya.
"Terima kasih bang, sekarang kita sarapan dulu" ajak Aira agar suaminya mengendurkan pelukannya.
"Okey sayang" kata Evan kemudian mencium pipi sang istri.
Aira mengambilkan makan untuk suaminya lebih dulu baru mengambil untuk dirinya sendiri.
"Nantinya kalau kita sudah mulai beraktifitas seperti biasa, setiap pulang kuliah ke kantor abang ya sayang. Baru kita pulang bersama dari kantor" kata Evan.
"Mau ngapain bang Aira di kantor abang. Yang ada nantinya mengganggu waktu abang bekerja. Belum kalau abang ada meeting setelah jam kantor bagaimana dengan Aira coba" kata Aira.
💥 Kediaman Raka
"Hari ini adek pulang kan pah?" Tanya Haikal.
"Iya nanti kita jemput ke bandara, karena papa sorenya harus pergi ke luar kota" jawab Raka.
"Siap pah" kata Haikal.
"Bukannya papa janji mau anterin Aira ke makam mama?'" Tanya Haikal.
"Rencana papa sih sepulang dari bandara kita langsung ke makam, baru terserah nanti adekmu mau pulang kemana" jawab Raka.
Haikal memberitahu Evan untuk rencana sang papa karena papanya sore hari harus ke luar kota. Dan Evan pun juga setuju dengan rencana ayah mertuanya karena Evan tahu bagaimana perasaan sang istri dan papa mertuanya dimana Aira adalah anak kesayangannya.
Aira memang bagaikan ratu di dalam keluarga Saputra dimana kedua abangnya serta papanya selalu menjaganya dengan penuh cinta dan perhatian yang tak pernah luntur. Begitupun dengan Aira yang juga begitu mencintai papanya dan kedua abangnya, selalu menurut dengan perintahnya.
Sifat itulah yang membuat mama Diana sang mertua Aira mencintai dan menginginkan Aira menjadi menantunya.
Bandara
Darwis dan istrinya serta Anggi sudah menunggu kedatangan pengantin baru di bandara Soetta. Begitupun dengan Haikal dan sang istri serta Raka dan Haikal.
__ADS_1
Aira dan Evandro jalan keluar dengan mendorong koper. Aira melihat papa Raka langsung berlari memeluk papanya dan menumpahkan tangisannya ke dada papa tercinta.
"Selamat datang kembali sayang" kata papa Raka sambil menerima pelukan dari gadis tercintanya yang selalu dirindukan.
"Kenapa anak papa menangis, kamu bahagia sayang?" tanya papa Raka.
"Iya pah" jawab Aira menganggukkan kepalanya.
Sepasang pengantin baru ini sedang berpelukan dengan semua keluarganya dengan melepas kerinduannya.
"Sayang, papa kan janji sama Aira untuk mengantar ke makam mama. Jadi sekarang kita langsung ke sana ya nak?" Ajak papa Raka.
Aira menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya.
Mereka berangkat ke makam dengan 4 mobil, Evandro dan Aira masuk ke dalam mobil Haris yang hanya berisi Haris dan Aini.
"Capek ya dek di perjalanan?" Tanya Haris.
"Hehehe Aira tidut bang di pesawat tadi" jawab Aira.
"Capeknya udah semalam ya sayang" kata Evandro menggoda sang istri membuat Haris dan Aini langsung tertawa.
"Loe bikin adik gue capek sampai berapa ronde hah?" Tanya Haris ke Evandro.
"Loh itu tanda kalau gue emang cinta mati ma adik loe tahu bang" jawab Evan sambil terkekeh.
"O iya sekarang kan kalian jadi abang dan adek tuh" kata Aini.
"Gue di panggil abang ma Evan bingung" kata Haris.
"Eh tapi gue sebenarnya curiga deh Van sama loe" kata Haris.
"Curiga kenapa?" Tanya Evandro bingung.
"Curiga waktu gue awal bawa Aira ke rumah loe, loe tiba-tiba bisa deket aja sama Aira. Apa saat itu memang sudah ada bibit di hati loe?" Tanya Haris.
*****
Terima kasih telah meluangkan waktu reader 😘 🙏
Jangan lupa ya dukung kami para author dengan VOTE, LIKE, KOMEN, HADIAH
Dukungan kalaian sangat membantu kami semua untuk terus berkarya.
__ADS_1