
Hari ini Aira dan Evan sama-sama dilarang untuk keluar rumah. Jadi hanya bisa melakukan aktifitasnya di dalam rumah tanpa diperbolehkan keluar walaupun hanya ke minimarket sekalipun.
Evan menggunakan waktunya untuk bekerja di dalam ruang kerjanya yang berada disebelah kamar tidurnya. Sedangkan Aira selesai sarapan dan setelah papa serta abangnya pergi ke kantor bingung mau ngapain.
Akhirnya Aira menghubungi Aini kakak iparnya.
"Iya sayang, ada apa?" Tanya Aini.
"Kakak hari ini ke cafe ya, Aira sepi di rumah sendiri ga ada teman kak" kata Aira merajuk manja.
"Tunggu aja sebentar lagi kakak sampai sayang, nanti akan kakak temani kamu. Dan nanti akan ada orang salon yang datang ke rumah" jawab Aini dari dalam mobil bersama Haris.
π₯ Kediaman Raka
Setelah sampai di rumah Raka sang mertua, Aini turun dari mobilnya dengan dibantu Haris membuka pintu mobil buat Aini.
"Nanti kamu jangan terlalu capek ya sayang, ikut aja perawatan salon. Karena abang sudah pesan untukmu dan Aira" kata Haris.
"Memang Aini juga perawatan bang, kan Aira yang mau jadi pengantinnya" kata Aini.
"Iya kamu kan pengantinku dan Aira pengantinnya Evan" kata Haris terkekeh.
"Tuh kan mulai deh" kata Aini sambil mengikuti Haris mendorong koper yang isinya baju mereka berdua.
Karena malam ini Haris dan istrinya akan bermalam di rumah Raka, agar besoknya mereka bisa langsung berangkat bersama dan Aini tidak kecapekan harus mondar mandir dari rumah ke rumah mertuanya kemudian ke lokasi akad nilah.
Aira melihat kakak iparnya datang langsung menghampiri dan memeluknya.
"Aduh calon pengantinnya kok masih manja ya" sapa Aini.
"Ihh perut kakak lucu deh, keras rasanya dipegang" kata Aira sambil mengelus perut kakak iparnya.
"Nanti kamu juga akan merasakan kalau kalian sudah menikah" kata Haris.
"Idih bang Haris sejarang gitu deh ngomongnya" kata Aira sambil mencium pipi abangnya.
"Ini Evan juga di rumah ya, ga boleh sama tante Diana keluar-keluar sama seperti kamu kan dek" tanya Haris.
__ADS_1
"Katanya sih iya, bang Evan kerja dari rumahnya" jawab Aira.
"Kamu ga kangen apa sehari ga ketemu?" Tanya Haris menggoda Aira.
"Kemarin sudah bertemu seharian bang, sampai pulangnya malam kok" jawab Aini membuat Aira malu.
"Apaan sih kak Aini... o iya kak memang nanti beneran akan ada orang salon ke sini?" Tanya Aira.
"Iya dik buat kamu dan kak Aini perawatan" kata Haris.
"Ya sudah berarti nanti kita perawatan di kamar tamu bawah aja kak, kita bersebalahan kamarnya" kata Aira kemudian melihat apakah sudah ada handuk dan perlengkapan mandinya disana.
"Iya kalian di kamar bawah aja biar ga naik turun nanti kalau harus ke kamar dan turun lagi waktu mengantar orang salon" kata Haris.
"Abang ga ke kantor?" Tanya Aira.
"Iya ini udah mau berangkat" jawab Haris kemudian pamit dengan sang istriΒ kemudian ke Aira.
"Hati-hati ya bang" kata Aini setelah suaminya masuk ke dalam mobil dengan kaca jendela yang dibuka untuk melambaikan tangannya ke sang istri dan adik perempuannya.
"Kak, jadi istri itu harus selalu melayani suaminya ya dalam bentuk apapun?" Tanya Aira.
"Aira dengar besok juga acara..." belum Aira selesai bicara ternuata orang salon yang dipanggil Haris sudah datang.
"Ayo Aira tuh orang slaonnya sudah datang" kata Aini memotong pembicaraan Aira yang belum selesai.
Aira menarik nafas dan membuangnya kasar.
"Kenapa aku harus memikirkan pernikahan kak Lukas yang ternyata dilaksanakan bersamaan dengan hari pernikahanku dengan bang Evan" batin Aira masih ada rasa sakit di hati walaupun Aira menciba membuang jaih bayangan Lukas.
"Kita memang tidak berjodoh kak, semoga kita bisa menemukan kebagian kita masing-masing bersama pasangan kita" batin Aira mencoba mengikhlaskan dirinya untuk Evan.
"Aku akan berusaha mencintai bang Evan sebagai pasangan hidupku, bukan sebangai abangku seperti yang selama ini aku rasakan." Batin Aira sambil merasakan pijatan dan luluran dari orang salon pada tubuhnya.
Dering ponsel Aira berbunyi, untung saja Aira pake earpone jadi ga usah repot harus pegangin ponsel saat tangannya sedang di lulur.
π "Halo bang" sapa Aira
__ADS_1
"Halo sayang, kamu lagi ngapain?" Tanya Evandro yang sudah merindukan Aira.
"Lagi perawatan di rumah bang sama kak Aini" jawab Aira.
"Enak dong, abang di rumah kesepian sendirian" kata Evan.
π"Kan ada mama di rumah bang, abang bukannya kerja dari rumah?" Tanya Aira.
"Iya abang kerja dari rumah, tapi sekarang abang lagi kangen sama kamu" jawab Evandro.
"Idih abang ngegombal" kata Aira.
"Loh beneran, ini kalau abang boleh sama mama keluar abang sudah pasti nyamperin Aira untuk abang ajak makan siang" kata Evandro.
π "Aira juga ga bisa bang, Aira lagi menikmati perawatan di rumah" kata Aira tersenyum.
"Sayang kenapa abang penginnya waktu cepat berjalan ya" kata Evan lebay dan geli sendiri.
"Idih abang lebay banget, geli deh Aira dengernya" kata Aira membuat Evan tertawa gemes membayang wajah Aira saat menjawabnya.
Sudah abang mendingan panggil aja orang salon ke rumah, bilang ke mama pasti dibantu panggilin deh" kata Aira sambil menahan tawanya.
"Kamu bercanda sayang, abang di suruh perawatan lulur" kata Evan membuat Aira tertawa.
"Tuh kan bener kamu ngerjain abang kan, awas ya besok gantian abang yang akan ngerjain kamu" kata Evan membuat Aira jadi diam dan merinding membayanvkan besok dia sufah sah jadi istri Evan.
"Sudah ya bang, Aira mau tidur sambil menikmati pijitan badan" kata Aira kemudian mematikan ponselnya.
"Nih anak, gue belum jawab sudah main matiin ponsel aja" gerutu Evan saat mau menjawab sudah tak ada suara Aira lagi.
Evan tertawa sendiri membayangkan bahwa besok Aira sudah menjadi istrinya secara sah.
"Abang janji Aira akan selalu membahagiakan kamu hingga tutup usiaku" gumam Evan di dalam kamarnya.
π₯ Hotel
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat buat Aira. Malam ini adalah malam terakhirnya dia sebagai seorang gadis singgle yang masih bebas tanpa ada pasangan. Masih bebas memeluk papanya, bermanja dengan papa dan kedua abangnya.
__ADS_1
"Sayang, kamu ga istirahat buat acara besok?" Tanya Haris melihat Aira masih asyik duduk dengan menonton acara tv di kamar Haris.
Malam ini keluarga Raka Saputra menginap di hotel dekat dengan restoran Bukit yang akan menjadi acara akad nikah Aira dan Evandro. Agar besok saat acara Aira tidak terlalu repot karena jarak yang jauh dari kediaman Raka ke lokasi acara akad.