Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 136. Penampilan Aira


__ADS_3

"Tapi mata Reza tidak dapat berbohong bahwa cinta itu masih ada untuk Aira" batin Evan.


"Tapi cara Reza memandang Aira begitu mesra bang" bisik Aini pada sang suami. Haris juga melihat hal itu, namun hanya diam tanpa memberikan komentar pada sang istri.


(Reza)


...Kadang hati...


...Berharap kuterbangun dari sebuah mimpi...


...Ini bukan kenyataan...


...Namun adanya tak ada di sini...


...Kau meninggalkanku karena kesalahanku ...


...Mungkin ingin bertemu masih ada...


...Ingin memeluk masih ada...


...Sayang kini tak bisa...


...Kau telah memilihnya oh ...


...Mungkin saat hatiku masih sayang...


...Salahku memutus cinta...


...Dan kini kumenyesal...


...Rindu hanya di dalam hati ...


(Aira)


...Andaikan aku...


...Tak tergesa memutuskanmu...


...Karena egoku hati ini tak akan begini...


...Setiap ingat dirimu rasanya ingin kembali ...


...Mungkin ingin bertemu masih ada...


...Ingin memeluk masih ada...


...Sayang kini tak bisa...


...Kau telah memilihnya oh ...


(Reza & Aira)


...Mungkin saat hatiku masih sayang...


...Salahku memutus cinta...


...Dan kini kumenyesal...


...Rindu hanya di dalam hati ...


...Ingin memutar waktu...


...Ingin mengulang lagi...


...Aku tak bisa berpaling lagi...


...Begitu juga aku...


...Jauh di relung hati...


...Sungguh tak mampu tuk berpindah cinta ...

__ADS_1


Mama Rina yang melihat penampilan anak laki-lakinya begitu senang apalagi Reza mau tampil bersama bersama seorang perempuan walaupun bukan kekasihnya.


"Seandainya mama tahu hubungan kalian berdua sejak dulu, mungkin mama akan menjodohkan kalian" gumam mama Rina yang di dengar Naila.


"Apa itu kekasihnya Reza Hartadi?" Tanya beberapa pasang mata yang melihat kedekatan Reza dan Aira saat di panggung yang terlihat mesra walaupun tidak harus berpegangan tangan. Tapi dari cara Reza memandang Aira memang terlihat mesra. Seolah Aira milik Reza seorang.


Evan yang mendengar beberapa orang yang membicarakan hubungan kedekatan sang istri dengan Reza merasa tidak terima.


"Terima kasih untuk Aira yang sudah mau menemani saya di atas panggung" kata Reza setelah selesai berduet dengan Aira.


"Sama-sama kak Reza" jawab Aira.


"Maaf kakak MC, boleh ya kalau saya meminta waktu untuk membawakan sebuah lagu untuk?" Tanya Aira pada mc nya.


"Silahkan kak" jawab  mc acara.


"Terima kasih" kata Aira


"Baiklah para hadirin semua, saya ingin mempersembahkan sebuah lagu spesial untuk orang yang spesial juga dan yang akan menemani saya disini. Saya panggil orang yang sangat spesial untuk saya ya...  untuk suami saya bang Evandro Brahmana" kata Aira sambil menatap sang suami dengan senyum manisnya.


Evan tersenyum menatap sang istri sambil berjalan untuk menemani sang istri diatas panggung. Evan langsung memeluk pinggang sang istri dan mencium kening serta pucuk kepala sang istri.


"Terima kasih sayang" bisik Evan sambil mencium kening sang istri yang juga terdengar oleh para tamu karena ada microfone yang masih nyala.


"Terima kasih mc yang sudah nemberikan waktu untuk kami diatas panggung" kata Evandro pada mcnya.


"Kami akan melantunkan lagu kasih putih dari Glenn Fredly." Kata Evandro


Kemudian Evan yang melantunkan lagunya dengan memeluk erat pinggang sang istri. Keduanya saling memandang dengan tatapan mesra.


...Terdalam yang pernah kurasa...


...Hasratku hanyalah untukmu...


...Terukir manis dalam renunganku...


...Jiwamu jiwaku menyatu ...


...Biarkanlah kurasakan...


...Bawa daku penuhiku...


...Berilah diriku...


...Kasih putih di hatiku (Ku datang padamu, kekasihku).......


"Oh itu istrinya tuan Evandro, cantik dan masih muda sekali ya. Kirain tadi kekasihnya tuan Reza Hartadi" ada beberapa yang berkomentar yang di dengar oleh Haris dan juga Aini. Bahkan Raka juga mendengarnya.


"Itu istrinya Evan, dari mana dia bisa dapat sebening itu" kata Salman rekan kerja Haris dan Evan.


"Iya gue tadi juga kaget kok, itu adeknya Haris katanya" kata Johan.


"Hah serius Ris?" Tanya Salman kaget.


"Iya adik gue" jawab Haris.


"Pandai juga Evan milih istri, udah cantik, muda dan menarik lagi. Pesonanya luar biasa" kata Salman pelan


"Evan mencintai istrinya itu sejak Aira masih kecil" kata Haris.


"Serius, jadi Evan menunggu istrinya dewasa baru dinikahi?" Tanya Salman kaget.


"Iya kira-kira begitu" jawab Haris.


Selesai Evan dan Aira melantunkan lagunya, beberapa model lainnya keluar di panggung dengan menampilkan karya-karya dari RH butik.


Evan membawa istrinya untuk turun dari  panggung,  kemudian Aira meminta ijin suaminya untuk memperagakan gaun dari RH butik.


"Ini dia karya dari RH butik yang begitu cantik, elegen dan anggun yang diperagakan oleh para model yang cantik-cantik pula"  kata mc


Kemudian peragaan terakhir menampilkan Aira dan Naila yang berjalan dibelakang sang pemilik butik dengan menggunakan gaum malam dari RH butik.

__ADS_1


"Ini dia sang pemilik RH butik ibu Rina Hartadi bersama dengan modelnya yang cantik yang tak lain adalah putrinya sendiri yang bernama Naila Hartadi dan seorang wanita cantik yang bernama Aira Saputra." Kata pembawa acaranya.


Rina Hartadi berjalan di tengah panggung kedua model cantik Naila dan Aira yang berjalan bersamaan dari sisi kanan dan kiri sang pemilik, kemudian kedua model itu jalan ke depan panggung untuk memperagakan gaun dari RH butik.


Evan yang terkesima dengan penampilan sang istri, tak lupa mengabadikan dengan ponselnya untuk mengambil gambar wajah cantik sang istri.


Reza dibuat takjub dengan penampilan sang mantan dan cinta pertamanya. Begitu juga dengan Lukas yang memandang Aira tak berkedip.


"Aira memang cantik ya kak" bisik Lusy pada suaminya.


"Baru ini kakak lihat Aira begitu tampil beda" kata Lukas kemudian memandang pada sang istri dan memeluk istrinya.


"Kakak bahagia melihat hubungan kamu dengan Aira baik sayang, dia bisa menerimamu dengan tulus" kata Lukas kemudian mencium pucuk kepala Lusy.


"Bahkan dia tak pernah lupa untuk selalu mengingatkanku arti pentingnya pasangan hidup dan harus selalu mengingat cinta istri tercinta setiap saat" kata Lukas.


Lusy meneteskan air matanya mengingat kebaikan Aira dan keburukan Lusy dulu saat Lukas masih dekat dengan Aira.


"Jangan memikirkan masa lalu, dia ikhlas bersahabat denganmu dan menjadikan kakak sebagai kakaknya" kata Lukas pada sang istri.


"Walaupun memang kakak masih belum bisa menghapus namamu di dalam hatiku Aira, tapi kakak sadar akan dinding yang tinggi diantara kita" batin Lukas.


Aira turun dari panggung langsung di sambut uluran tangan Evan.


"Makan dulu sayang, kamu belum makan kan" kata Evan.


"Terima kasih bang" kata Aira.


"Van, loe ga kenalin ke gue?" Tanya Salman.


"Kan dulu kalian juga datang saat gue nikah dengan istri gue Aira" kata Evan.


"Ya tapi kan gue belum kenalan langsung" kata Salman.


"Sayang kenalin ini rekan bisnis abang dan bang Haris" kata Evan.


"Salman"


"Johan"


"Hai, loe tadi sudah kenal dengan istri gue" kata Evandro tak terima Johan bersalaman dengan Aira lagi.


"Aira"


Haris tertawa melihat Evan begitu posesif pada istrinya .


"Sayang jangan berdiri disitu, sini disebelah abang saja" kata Evan kemudian memeluk pinggang ramping sang istri.


"Ehem, sepertinya akan ada yang bucin nih" sindir Salman yang melihat Evan ke istrinya.


"Biar saja, kan istri gue sendiri" jawab Evan santai.


Haris tertawa melihat sikap para rekan bisnisnya ini.


"Kamu mau ambil puding atau makanan yang lain lagi sayang?" Tanya Evan.


"Iya, abang mau juga diambilin Aira?" Tanya Aira.


"Boleh" jawab Evan mengurai pelukannya pada sang istri.


Aira mengambil makanan kesukaannya, dimsum yang sejak tadi sudah diliriknya kemudian mengambilkan ice cream untuk suaminya.


"Kenapa sulit untuk move ya Ra? Apa karena kakak memang tidak ingin move on kali ya" Tanya Reza yang ternyata berdiri disebelah Aira yang juga sedang mengambil ice cream dan sudah membawa dimsum.


"Pasti bisa nanti kak, yang penting niatnya. Move on itu harus kak. Lupakan masa lalu dan tetaplah fokus menatap ke depan" kata Aira yang ternyata di dengar sang suami yang sudah berdiri dibelakang Aira namun Aira dan Reza tidak mengetahui ada Evan di belakang mereka.


"Tapi itu tidak mudah melupakan cinta pertama yang tadinya kakak pikir akan menjadi cinta pertama dan terakhir kita. Bukankah kakak juga cinta pertamamu, tapi kamu begitu mudah melupakan kakak." Kata Reza lagi.


"Bukannya mudah kak, tapi masa lalu biarlah menjadi masa lalu dan jangan jadikan kita lemah karena masa lalu, tapi justru dari masa lalu itu adalah awal dari kehidupan kita untuk melangkah ke masa depan. Percayalah kak dengan ucapan Aira" kata Aira


"Kakak pasti bisa, asal kakak belajar membuka hati untuk orang lain. Jangan buat Aira merasa bersalah jika memang kakak benar-benar mencintai Aira dan mengikhlaskan Aira menjadi milik yang lain" kata Aira tanpa sadar ada air mata yang menetes dan Evan melihat semuanya.

__ADS_1


"Maaf kak, Aira mau bawa ini dulu ke bang Evan" kata Aira kemudian membalikkan badannya.


"A abang, kok ga ada suaranya?" Tanya Aira kaget pada saat membalikkan badan untuk pergi, ada Evan dibelakangnya. Reza ikut menengok ke belakang dan kaget melihat ada Evan berdiri dibelakang mereka.


__ADS_2