Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 149. Khusus buat bumil


__ADS_3

"Kamu mau yang itu, bagus juga sih itu. Baru akan kami keluarkan bulan depan." Kata Reza.


"Iya aku mau itu ya kak bisa kan ga perlu menunggu bulan depan hehehe?" Tanya Aira manja.


"Bisa sih tenang aja, nanti aku yang akan mengurusnya" jawab Reza dengan senyumnya.


"Terima kasih ya kak" kata Aira.


"Iya khusus buat bumil kakak ga berani menolak, takut kena marah nanti" kata Reza bercanda.


"Idih, mulai deh ngerjain. Ntar kalau kakak punya istri dan sedang hamil aku akan gantian ngerjain deh." Kata Aira. Evan diam dengan hati menahan kesal lantaran cemburu dengan sikap istrinya yang begitu dekat akrab dengan mantan.


"Loh kok jadi ngancam kak Reza ya. Kalau istri kakak sedang hamil akan kakak umpetin dari kamu Ra, agar ga terlalu dekat sama kamu Ra dan ga bisa kamu kerjain " kata Reza sambil tertawa.


"Ntar kalau udah punya calon istri jangan lupa kenalin Aira ya kak" kata Aira.


"Katanya kamu yang mau cariin kakak..." kata Reza menggoda Aira.


"Serius nih, kakak mau aku dikenalin temanku?" tanya Aira. Reza hanya tertawa tanpa membalas ucapan Aira.


Selesai memilih bahan yang diinginkan, Aira dan Evan pulang ke apartemen. Di dalam perjalanan pulang, Evan dan Aira saling ngobrol di dalam mobil.


"Kamu bisa mengambil bahan ke perusahaan tekstil yang lain juga sayang, lusa abang kenalin dengan teman abang ya. Dia juga punya perusahaan tekstil" kata Evan di dalam mobilnya.


"Jangan lusa bang, ini tadi Aira sudah mengambil banyak ke kak Reza" jawab Aira.


"Kenapa, apakah kamu ga ingin kerjasama dengan yang lain juga?" Tanya Evan.


"Bukan begitu bang, nanti saja kalau Aira butuh lagi biar ga terlalu menumpuk banyak bahan di butik" kata Aira menolak halus permintaan sang suami.


💥 Apartemen


Sampai di apartemen waktu sudah masuk jam makan malam.


"Abang mandi dulu aja ya, biar Aira masak buat makan malam" kata Aira pada sang suami setelah sampai di apartemen.


"Abang sudah pesan buat makan malam sayang, kita sekarang mandi saja dulu sambil menunggu makanan datang" kata Evan.


"Ya sudah Aira mandi dulu kalau begitu" kata Aira setelah meminum air putih.


"Iya abang juga mau mandi" kata Evan menghentikan langkah Aira.


"Mau abang duluan atau Aira duluan yang mandi?" Tanya Aira menoleh menatap sang suami.


"Kamu aja duluan, tapi abang ikutan" jawab Evan sambil menahan tawa dengan matanya mengerling genit.

__ADS_1


"Idih abang mulai genit deh" kata Aira melihat suaminya mengerlingkan mata genitnya. Evan tertawa kemudian menggendong paksa istrinya dan membawanya masuk ke kamar mandi.


"Abang turunin, ntar kita jatuh" protes Aira.


"Nanti saja turunnya kalau sudah di dalam kamar mandi" jawab Evan sambil mencium bibir sang istri agar tidak banyak protes.


Keduanya sudah berada di dalam kamar mandi untuk mandi bersama dan tak lupa mandi wajib sudah pasti 😉


Selesai keduanya mandi dan sudah memakai piyama, tak lama bel pintu apartemen berbunyi.


Ting tong...


"Biar abang yang buka, itu mungkin makan malam kita" kata Evan sambil jalan menuju pintu.


Aira jalan menuju meja makan untuk menyiapkan piring dan minumnya.


"Nih sayang makannya, abang tadi pesan capjay sama sate ayam kesukaanmu" kata Evan.


"Masak sih makan capjay sama sate ayam bang" kata Aira.


"Ya ga masalah dong, habis makan sate lanjut capjay yank" jawab Evan asal sambil terkekeh.


Melihat istrinya membuat minuman dingin, Evan bertanya pada sang istri.


"Aira ingin minum es yang segar bang. Nanti kita cari es buah ya bang, tapi jangan sup buah soalnya Aira kurang suka sup buah. Enakkan yang es buah jaman Aira kecil itu segar.


"Ya sudah besok biar dibuatkan bibi dan diantarkan ke sini. Kamu mau isinya buah apa saja?" Tanya Evan.


"Isinya buah apa aja, tapi nanti kita juga beli dulu ya bang. Di dekat kampus Aira ada deh es buah segar enak." Kata Aira.


"Ya nanti kita keluar sayang setelah selesai makan malam" kata Evan.


Selesai makan malam akhirnya Evan mengantarkan sang istri mencari es buah segar.


"Dimana yank yang jual es buahnya?" Tanya Evan saat diperjalanan.


"Di sebelah kampus Aira bang" jawab Aira.


"Memangnya masih buka jam segini?" Tanya Evan.


"Masih sepertinya, Aira juga ga pernah ke sini malam hari sih" jawab Aira.


💥 Es buah segar


"Eh tumben Aira malam-malam kesini, udah lama ga pernah kelihatan" sapa si penjual es buah yang ternyata kenal dengan Aira.

__ADS_1


"Hehehe iya bang, lagi kangen es buah bang Ferry" jawab Aira.


"Bang minta dibuatin 2 porsi ya, tapi yang satunya lengkap" kata Aira lagi.


"Kamu sering kesini yank?" Tanya Evan setelah kedua duduk di banku.


"Iya dulu sama Vina dan Rio sebelum kita nikah" jawab Aira.


"Penjualnya masih sangat mengenalmu ya, padahal kamu sudah lama ga kesini kan?" Tanya Evan kurang suka dengan kedekatan istrinya dan si penjual es buah yangbernama Ferry.


"Hehehe iya karena dulu hampir setiap hari Aira kesini jadi kami saling kenal" kata Aira menjelaskan.


"Ini Ra yang lengkap dan ini yang tanpa alpukat" kata Ferry si penjual es buah sekaligus kakak tingkatnya walaupun berbeda fakultas.


"Terima kasih bang" jawab Aira.


"Tapi mulai sekarang jangan terlalu dekat dengannya, kamu sudah punya suami sayang" kata Evan setelah Ferry menjauh.


"Memang abang cemburu jika Aira dekat dengannya, kami memang sering ngobrol dari dulu bang. Lagian dia seangkatan dengan kak Lukas dan diantara kami hanya temanan aja" jawab Aira pelan setengah berbisik.


"Jadi dia juga sekampus sama kamu?" Tanya Evan menatap sang istri yang hanya tersenyum.


"Iya cuma beda jurusan bang, kalau bang Ferry ini fakultas hukum" jawab Aira.


"Sejak kapan kamu dekat dengannya?" Tanya Evan datar.


"Sejak kapan ya, seingat Aira sih sejak awal Aira masuk kampus itu deh" jawab Aira santai. Evan hanya diam dan memekan es buahnya bersama sang istri.


"Udah berapa bulan kandunganmu itu Ra?" Tanya Ferry setelah Evan selesai membayar di kasir bersama Aira.


"Masuk 4 bulan bang" jawab Aira.


"Kamu nikahnya sama Lukas?" Tanya Ferry.


"Saya yang jadi suaminya Aira" jawab Evan dingin.


"O maaf bang, semoga sehat dan lancar ya Ra sampai melahirkan" kata Faris.


"Aamiin, terima kasih bang untuk doanya" kata Aira kemudian jalan dengan digandeng Evan menuju mobil.


"Kalau mau beli es buah minta Rio beliin saja yank, kamu makannya jangan disana" kata Evan setelah mereka di dalam mobil perjalanan kembali pulang ke apartemen.


"Kenapa harus dibeliin Rio, Aira tinggal jalan kaki aja dari kampus bisa kok" jawab Aira.


"Kalau begitu suruh Nuri beli dan kamu makan di mobil. Abang ga ngijinin kamu bertemu dengannya lagi" kata Evan.

__ADS_1


__ADS_2