
"Abang mandi duluan saja, Aira mau membersihkan makeup diwajah Aira dulu bang" kata Aira.
"Okey, abang mandi duluan ya" kata Evan menuruti kata-kata Aira.
Evan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah terasa lengket. Aira melanjutkan membersihkan riasan di wajahnya.
Selesai Evan mandi bersamaan dengan selesainya Aira membersihkan makeup. Aira kemudian bergantian masuk kamar mandi setelah mengambil piyamanya di lemari. Aira senang menggunakan piyama dengan celana pendeknya setiap mau tidur agar tidak gerah.
Evan melihat Aira keluar dari kamar mandi menggunakan piyama dengan celana pendek membuat Evan menelan salivanya. Kaki mulus jenjangnya membuat Evan tidak melepas pandangannya.
Aira tidak terbiasa menggunakan celana pendek keluar rumah atau untuk menemui seseorang yang bertamu ke rumahnya.
Dari kecil Aira ditanamkan memakai pakaian yang sopan artinya harus panjang di bawah lutut dan bajupun juga harus berlengan jika keluar rumah dan menemui seorang tamu di rumah.
Jadi sewaktu Aira menginap di apartemen Evan piyama yang dibawa juga setelan celana panjang dengan baju berlengan pendek. Tapi sekarang yang tersedia di lemari piyama dengan setelan celana pendek.
Aira mengeringkan rambutnya yang basah di depan kaca. Evan mendekati Aira dan membantu mengeringkan rambutnya.
"Sini biar abang bantu mengeringkan" kata Evan meminta hair driyernya yang dipegang Aira.
"Ga usah bang, Aira bisa sendiri kok" jawab Aira.
"Sudah kamu kan mau pake cream dulu, nah biar abang yang bantu ngeringi rambutnu yank" kata Evan sambil tersenyum menatap Aira melalui pantulan di cermin.
Akhirnya Aira mengalah dari pada harus berebut alat pengering rambut dengan suaminya.
Sebenarnya Aira ga enak hati jika semua harus dilakukan oleh suaminya. Karena Aira terbiasa melakukan semua sendiri.
"Nanti malam mau makan ke restoran hotel atau mau di kamar saja yank?" Tanya Evan ke istrinya.
"Ke restoran aja bang biar bisa menikmati pandangan luar" jawab Evan.
"Okey, kalau begitu kita makan malamnya di rooftop aja ya yank, biar lebih bagus pandangannya" ajak Evandro.
__ADS_1
"Memang ada rooftopnya bang hotel ini?"tanya Aira memandang Evandro.
"Ada dong, nanti kalau ga ada akan abang adain" jawab Evandro.
"Memang hotel ini milik siapa bang, kok abang yang mau ngadain?" Tanya Aira.
"Nama hotel ini apa yank?" Tanya Evandro.
"Hotel SB, tapi Aira ga tahu arti SB itu apa" jawab Aira.
"Hotel SB itu singkatan dari Saputra dan Brahmana" jawab Evandro.
"Loh ini hotel papa kerjasama dengan papa Darwis?"
"Ini hotel abang kerjasama dengan bang Haris" jawab Evandro. Aira baru tahu kalau abangnya ternyata punya kerjasama hitel dengan sang suami.
"Sudah yuk yank, kalau begitu kamu pakai baju hangat yang panjang ini biar nanti ga kedinginan saat makan di atas." Kata Evandro dengan memakaikan Aira baju hangat panjang untuk musim dingin warna abu-abu.
Aira menuruti Evan dengan memakai baju hangat panjang. Evan sengaja menyuruh Aira menggunakan baju hangat panjang hingga menutup sampai mata kaki agar betis dan paha Aira tidak dilihat banyak orang karena menggunakan celana pendek. Namun bagi Aira yang memang tidak terbiasa menggunakan celena pendek di luar tidak jadi masalah dengan sikap Evan yang begini.
"Mau makan apa yank?" Tanya Evandro sambil membukakan buku menu untuk Aira.
Aira yang semula melihat pemandangan kota kaget saat Evandro mengeluarkan suaranya sambil membuka buku menunya yang dihadapkan ke Aira.
"Steak lada hitam sama lemon tea hangat saja" jawab Aira kemudian memandang sekitarnya kembali. Bahkan Aira pun mengambil gambar dengan mengarahkan kamera ponselnya ke bintang yang di langit.
"Kak tolong dong fotoin kami berdua ya" kata Aira meminta pelayan hotel itu menggambil gambarnya bersama sang suami sambil memberikan ponselnya.
"Ini aja pake ponselku" kata Evandro sambil memberikan ponselnya ke pelayan hotel itu mendengar mereka akan foto berdua.
Dan Aira meminta Evan untuk mereka berdua berpose. Evan pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Evan sengaja mencium pipi Aira saat akan difoto secara tiba-tiba.
"Abang ihh bikin malu Aira aja" bisik Aira ke Evan. Sedangkan Evan malah tertawa saat istrinya protes.
__ADS_1
Bahkan ada juga yang pose foto saat hitungan ke tiga Evan sengaja menghadapkan muka Aira agar berhadapan dengan Evan, kemudian Evan mencium bibir sang istri secara tiba-tiba. Aira kaget dan melotot dengan sikap suaminya yang jail.
"Udah deh kak, mana ponselnya. Abang main curang sih" protes Aira sambil meminta ponsel Evandro ke pelayan hotelnya, membuat Evan tertawa dan pelayan restorannya hanya tersenyum sambil memberikan ponsel Evandro ke Aira.
"Jadi pesanannya tadi steak black paper dua, lemon tea hangat 1, latte 1" kata Evandro.
"Baik tuan, mohon ditunggu sebentar" kata pelayan restorannya setelah mengulang lagi pesanan Evandro.
Evan melihat hasil foto yang baru saja diambil tersenyum sendiri. Hasil fotonya ada banyak dan ada yang dijadikannya wallpaper di halaman depan ponselnya saat dirinya mencium bibir sang istri.
Aira menggunakan gambar bintang di langit pada malam hari sebagai wallpapernya, sedangkan fotonya bersama sang suami dia pake untuk di post di salah satu media soasialnya dengan pose yang dicium pipinya dengan di edit agar tidak terlalu kelihatan jelas bahwa itu gambar sang suami.
Langsung membuat para sahabatnya yang malam itu kebetulan juga sedang online di media sosialnya memberikan komentar hingga rame di ponsel Aira.
"Itu rame amat yank bunyi notifikasi ponselmu?" Tanya Evandro sambil memotong daging steaknya.
"Hehehe iya, Aira nge-post foto kita yang ini ke media sosial Aira. Kemudian beberapa temen Aira memberi komen" jawab Aira sambil tersenyum menunjukkan gambar hasil foto yang di postnya.
"Loh kok di blur gitu adegannya abang nyium sih. Lagian wajah abang ikutan disamarkan sih" protes Evandro.
"Iya dong, kan ga enak dilihat banyak orang" kata Aira.
"Ga boleh gitu dong, nanti ada yang salah mengerti loh" protes Evandro yang takut temannya mengira itu foto Aira dengan Lukas.
"Nih bang ada yang nanya Aira foto sama siapa, ada juga yang nebak dikira abang itu bang Haikal" kata Aira sambil tertawa kecil membaca komentar teman-temannya.
"Udah ayo sambil makan dulu, jangan terlalu sibuk dengan ponselmu" kata Evandro mengingatkan Aira agar segera makan.
"Nanti keburu dingin ga enak loh yank" kata Evan lagi kemudian menggeser steak Aira untuk dipotong-potong. Dan menyuapkan ke Aira setiap potongannya.
Aira tidak menyadari jika dirinya disuapi oleh Evandro. Setelah beberapa potong daging masuk baru Aira sadar.
"Eh maaf bang, biar Aira makan sendiri saja" kata Aira sambil menggeser steaknya.
__ADS_1
"Abang juga ga keberatan kok asal ada bayarannya ya nanti" kata Evandro sambil tersenyum dengan menaikturunkan kedua alisnya.