
"Jika saat aku belajar membuka hati ternyata ada perempuan lain gimana?" Tanya Aira.
"Ga akan Ra, gue percaya bang Evan memang sangat mencintaimu" kata Rio.
"Belajarlah untuk percaya bang Evan, tapi jika kamu ragu katakan padaku dan akan aku bantu kamu" kata Rio.
"Makasih ya Yo, loe memang selalu ada buat gue sejak dulu" kata Aira.
"Iya tapi ga usah menangis lagi ya, belajarlah membuka hati dan percaya dengan bang Evan. Dan aku akan selalu ada untukmu Ra" kata Rio.
Aira menganggukan kepalanya sambil mengusap air matanya yang menetes tanpa diminta.
📞 "Okey semoga bahagia ya, salam buat bang Evan" kata Rio.
"Iya makasih, nanti Aira sampaikan salam loe ke bang Evan" kata Aira kemudian menutup panggilannya.
Evan mendengar semua pembicaraan Aira dengan Rio. Ada rasa senang dan cemburu melihat kedekatan dan kepercayaan Aira dengan Rio.
"Kirain abang tadi kamu di kamar yank untuk istirahat" kata Evandro sambil duduk di sebelah Aira.
"Kok Aira ga dengar abang datang sih" kata Aira.
"Siapa yang baru saja kamu hubungi?" Tanya Evandro.
"Rio yang telp Aira dan abang dapat salam dari Rio" kata Aira.
"Makasih" kata Evan.
"Rio ngobrol apa?" Tanya Evandro.
"Nggak banyak, ya intinya begitu-begitu aja" jawab Aira.
"Seandainya dulu Rio menembakmu, apakah kamu akan terima yank?" Tanya Evan penasaran.
"Bang Aira dan Rio itu sahabatan, jadi ga akan mungkin ada perasaan apapun untuk kami berdua" kata Aira.
"Abang hanya tanya aja" kata Evandro.
"Dan Aira ga akan mau jawab itu" kata Aira.
"Atau kamu yang pernah menyukai Rio?" Tanya Evan yang masih penasaran.
"Yang pasti sekarang Aira istri abang dan Rio adalah pacar Anggi." Jawab Aira.
"Bang kita jalan yuk ke pantai" ajak Aira.
"Mau jalan kemana?" Tanya Evandro.
"Jalan kemana aja" jawab Aira.
"Mendingan kita istirahat dulu aja yuk di kamar" ajak Evan.
__ADS_1
"Mau ngapain di kamar, Aira ga ngantuk kok" kata Aira.
"Nemenin abang tidur dong" jawab Evandro sambil mengedipkan sebelah matanya.
Derrt... derrt...
Ponsel Evandro bergetar, Evan melihat siapa yang menghubunginya kemudian mematikan ponselnya tanpa mau menjawabnya.
"Kenapa dimatikan bang, memang siapa yang telp?" Tanya Aira.
"Biarkan saja ga penting kok." Jawab Evandro menahan marah karena mantannya yang telah menghubunginya.
Aira menatap sang suami dengan penuh tanda tanya.
"Kenapa sayang, mau abang gendong ke kamarnya?" Tanya Evandro sengaja mengalihkan perhatian Aira agar tidak menanyakan soal telp yang baru saja dimatikannya.
"Abang ke kamar aja dulu nanti Aira akan menyusul" jawab Aira
"Abang maunya kita kesana bersama sayang" kata Evandro sambil mendekati Aira dan kemudian menggendongnya paksa.
"Abang, turunin Aira bang" kata Aira berteriak minta diturunin.
Evandro mencium bibir sang istri untuk membungkam teriakannya.
Evandro membaringkan istrinya dengan sangat pelan diatas ranjang, kemudian Evan mencium kembali bibir sang istri. Aira membalas pagutan sang suami yang menjadi semakin panas suasananya. Dan terjadilah seperti yang diinginkan Evandro. Yaitu penyatuan dari pasangan suami istri ini.
Aira menikmati permainan dari sang suami yang begitu pandai membuat istrinya hanyut dan ******* demi ******* pun menggema memenuhi kamar mereka hingga diakhiri dengan suara yang keras dari keduanya secara bersamaan.
"Abang, Aira keluar dulu ya mau jalan-jalan" kata Aira sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dulu.
Evandro langsung menyusul istrinya menuju kamar mandi yang untungnya tidak di kunci pintunya oleh Aira.
"Abang, kenapa ikutan Aira mandi sih" protes Aira.
"Katanya mau jalan, ya abang biar menyingkat waktu ikut mandi aja sekalian yank" kata Evandro.
"Beneran hanya mandi aja ya bang, Aira capek kalau abang mau yang lainnya" kata Aira.
"Yang lain apa?" Goda Evan.
"Ya pokoknya yang lain selain mandi" jawab Aira malu membuat Evandro makin gemas melihat istrinya malu.
"Iya abang janji hanya mandi aja sayang, nanti malam lagi aja sebelum kuta tidur ya" kata Evandro sambil menaikkan kedua alisnya dengan senyum menggoda istrinya.
"Aira nggak dengar" kata Aira kemudian menyudahi mandinya. Evan tertawa senang bisa mengganggu sang istri.
Selesai mandi keduanya jalan keluar kamar menuju pantai melalui pintu belakang villa.
Aira jalan disepanjang pasir pinggiran pantai dengan menenteng sandal jepit rumahannya. Begitupun dengan Evandro yang juga menemani sang istri jalan.
"Sini yank kita duduk disini dengan melihat ke arah matahari yang mulai terbenam" ajak Evan untuk duduk di sebuah batu-batu yang ada dipinggir pantai dengan telapak kakinya yang terendam air sedikit.
__ADS_1
Aira memandang jauh ke depan menatap matahari yang akan terbenam.
"Cantik sekali ya bang jika senja mulai muncul" kata Aira sambil menatap langit.
Evan menatap istrinya bahagia yang tanpa disadari Aira, suaminya telah mengambil gambarnya dan menyimpannya di ponsel Evandro.
"Iya cantik sekali, abang bahagia punya istri yang cantik" kata Evandro sambil menatap sang istri dari samping.
Aira menengok ke Evandro mendengar apa yang baru saja Evan ucapkan.
"Kenapa sayang?" Tanya Evan tak merasa berdosa.
"Abang ngomong apaan sih kok ga nyambung sama Aira?" Tanya Aira.
"Iya abang bilang cantik istri Evandro Brahmana" jawab Evan sambil tersenyum.
"Idih kan abang ga nyambung, maksud Aira itu langitnya cantik saat senja mulai datang" kata Aira sambil lengannya menempel ke lengan suaminya.
Evan terkekeh kemudian memeluk istrinya dengan merangkul bahu sang istri dengan menempelkan kepala istrinya ke dadanya sambil Evan menciumi pucuk kepala istrinya.
Evan pun mengambil gambar dengan bersilfie saat momen berdua dengan sang istri yang sedang berpelukan dengan nyaman.
Terlihat sangat mesra sekali kebersamaan pasangan ini. Memang dunia hanya milik berdua saat ini. Evan langsung mengganti walpapernya dengan foto yang baru saja diambilnya.
"Bang jika nanti Rani masih mengininkan abang untuk menjadi istrinya, apakah abang juga akan menjadikannya istri?" Tanya Aira tiba-tiba membuat Evandro kaget dengan pertanyaan Aira.
"Sayang apapun yang terjadi kamu adalah satu-satunya istri abang selamanya. Tidak akan pernah ada wanita yang lain yang dapat di posisimu" jawab Evan sambil menundukkan kepalanya menatap sang istri yang juga mendongakkan kepalanya menatap suaminya di dada sang suami.
"Benarkah apa yang bang Evan bilang?" Tanya Aira ragu.
"Iya abang janji sayang, abang rela melakukan apapun untuk istri dan anak-anak abang kelak." Jawab Evandro yakin.
"Kamu tahu nggak sayang, selama ini abang selalu mencarimu dan menunggumu. Dan anehnya abang dengan bang Haris itu dekat sejak dulu, tapi abang bisa tak berpikir menanyakan adik-adiknya Haris." Cerita Evan.
"Padahal foto kita berdua sejak kecil selalu abang pandang setiap malam sebelum tidur. Abang hanya selalu berdoa meminta suoaya abang dapat dipertemukan dengan cinta abang yang sejak dulu abang tunggu" kata Evandro.
****
Awal Ekskul menceritakan tentang kisah cinta remaja yang masih usia dini harus mengurus rumah tangga dengan tanpa ada cinta. Dan masih sama-sama menyukai kebebasan dengan mengekspresikan dirinya bersama dengan group bandnya.
Bagaimana mereka dapat menjalani kehidupannya dengan harus mengurus rumah tangga, keinginan pribadi dan juga tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang harus dapat menghidupi istrinya.
Baca di Noveltoon dengan judul AWAL EKSKUL.
Jangan lupa dukung kami para author dengan
LIKE, KOMENT, HADIAH dan VOTE
Terima kasih readers 😘 🙏
__ADS_1