Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 35.


__ADS_3

"Abang bantu ya" kata Evan.


"Abang duduk aja dimeja makan, tungguin Aira masak ya" kata Aira.


"Okey kalau begitu abang lihat yang masak aja deh" kata Evan.


"Abang mandi dulu aja deh, nanti Aira panggil kalau masakan sudah siap" kata Aira.


"Abang duduk sini aja, mandinya nanti" kata Evan.


"Terserah ajalah, Aira udah laper mau masak dulu" kata Aira cemburut.


"Kenapa perempuan mudah cemberut ya" kata Evan menahan tawa melihat Aira cemburut karena godaannya Evan.


"Aira ga dengar, mau masak dulu" kata Aira.


Evan tertawa mendengar candaan dari Aira.


"Nih bang sudah jadi nasi gorengnya tapi hanya pake telur saja hehehe" kata Aira.


"Okey, terima kasih sayang sudah dimasakin" kata Evan tersenyum.


Selesai sarapan Aira berniat mencuci piring lebih dulu baru mandi karena mereka ke rumah papa Raka sekalian mengantarkan Aira pulang.


"Besok siapa dong yang akan bikin sarapan abang kalau Aira pulang" kata Evan.


"Idih abang manja amat sih, baru juga 2 kali Aira masak itu pun hanya bikin nasi goreng telur" kata Aira.


"Iya walaupun hanya itu, tapi buat abang jadi nagih" kata Evan.


"Kita nikahnya minggu depan aja ya" ajak Evan.


"Hah abang ih kenapa kesitu lagi sih bicaranya" protes Aira.


"Ya habis abang kan seneng disini ada temannya dan tiap pagi ada yang buatin sarapan" kata Evan.


"Ih gombal deh" kata Aira mengambil piring kotornya Evan.


"Abang ga gombal sayang" kata Evan sambil menahan tangan Aira yang mau mengangkat piring kotor.


"Ini piring .au Aira cuci dulu bang, baru Aira mandi" kata Aira.


"Nanti biar abang yang cuci, swkarang Aira mandi dulu. Kita jadi kan mau ke om Raka?" Kata Evan.


"Jadi dong, kan Aira juga mau pulang bang" kata Aira.


"Siapa yang suruh kamu pulang" kata Evan.

__ADS_1


"Loh ya Aira dong, kan Aira sudah 2 hari nginap disini. Ntar papa marah kalau Aira tidur disini kelamaan. Apalagi kita hanya tinggal berdua" kata Aira.


Ya sudah nanti abang akan ajak Anggi disini, lagian kampus kalian sama dan lebih dekat kalau berangkat dari sini" kata Evan.


"Sudah ah Aira mau mandi dulu" kata Aira kemudian menuju kamarnya.


Evan senang bisa selalu mengganggu Aira hingga membuat pipi Aira merona memnuat Evan jadi gemas.


"Aira..Aira.. seandainya kita sudah tinggal halal, ga akan pernah ku biarkan kamu jauh dari abang" batin Evan.


Evan selesai mencuci piring dan gelas kotor juga langsung masuk ke kamarnya untuk mandi. Aira membereskan barang-barangnya yang ada di kamar yang sudah 2 hari ditempatinya. Tapi baju yang belum dia pake ditinggalkan di kamar..


"Ini baju masih baru apa mendingan aku masukkan saja di dalam lemari, siapa tahu nantinya bisa dipake Anggi jika dia ke sini ga bawa baju." Gumam Aira.


Aira keluar dari kamar sudah memakai pakaian rapi dan menenteng tas serta paperbag isi baju kotor.


"Aira baju itu paperbag isi apa, penuh amat?" Tanya Evan.


"Ini baju kotor Aira bang. O iya untuk baju yang masih baru yang waktu itu abang beli, Aira masukkan ke dalam lemari ya bang. Siapa tahu kalau Anggi tidur di sini akan bisa buat ganti baju" kata Aira.


"Okey, tapi baju kotormu itu nanti biar abang loundry aja disini. Jadi kalau Aira mau sewaktu-waktu kesini kan sudah ada baju ganti" kata Evan.


"Ga enak dong bang, masak baju Aira abang yang mau loundry sih" kata Aira.


"Ya sudah nanti abang cuci sendiri" kata Evan.


"Ga ah biar Aira bawa aja, kan Aira juga tidak mungkin untuk tidur disini lagi lah bang" kata Aira.


"Sudah tidak usah bahas itu lagi, ayo bang kita berangkat" kata Aira.


"Okey" kata Evan kemudian membawa barang Aira ke dalam mobilnya.


Evan sengaja menyuruh Aira untuk masuk dulu ke dalam mobilnya, karena Evan mau loundry dulu baju kotor Evan dan Aira di apartemen.


"Abang hari ini ada acara kemana?" Tanya Aira di dalam mobilnya.


"Acaranya anterin Aira ke rumah om Raka untuk meminta ijin tidur lagi di aparteman." Kata Evan.


"Ntar aja kapan-kapan lagi bang" kata Aira.


"Bener ya" kata Evan.


"Iya, tapi Aira ga janji ya" kata Aira terkekeh.


Aira seolah sudah lupa dengan peemasalahannya dengan Lukas. Dia bisa tertawa dan bercanda dengan Evan kembali.


💥 Kediaman Raka

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..." salam keduanya saat memasuki pintu rumah Raka.


"Wa'alaikumsalam... eh anak papa" kata Raka mencium kening anaknya.


"Apa kabar om?" Tanya Evan.


"Alhamdulilah" jawab Raka.


"Hai dek, kemarin udah jadi ke butik?" Tanya Haikal setelah memberikan salam ke Evan dan duduk di sofa bersama yang lain.


"Sudah sama bang Haris dan kak Aini" jawab Aira.


"O ya pah, Aira kemarin siang kan ketemu kak Lukas. Dan Aira juga sudah memutuskan hubungan kami" kata Aira ke Raka.


"Maafkan papa ya sayang, papa mau yang terbaik buat anak gadis papa. Bukannya papa benci sama pilihanmu, tapi suatu saat kamu akan tahu sendiri jawabannya tanpa papa bilang" kata Raka mendekati anak gadisnya.


"Iya pah, Aira tahu papa ga akan membuat kecewa Aira" kata Aira memeluk papanya.


"Papa sangat menyanyangimu, papa tidak ingin anak gadis papa sedih" kata Raka sambil mengusap airmata Aira yang menetes.


"O ya apa kemarin kalian juga sudah memesan cincin buat tunangan dan akad nikah?" Tanya Raka.


"O iya belum pah" jawab Aira.


"Om kemarin kami ke restoran bukit dan Aira ingin nanti kami tunangan disana. Kemudian Evan juga sudah membooking tempat dan harinya" kata Evan.


"Baiklah, nanti tinggal bilang saja ke mama kalau tempatnya disana. Berarti tidak jadi diadakan di rumah ini" kata Raka.


"Acaranya pagi kan pah, jadi makan siang kita sudah selasai kan" tanya Aira.


"Iya papa ngikut kalian saja" kata Raka.


"Berarti hari ini kalian jangan lupa pesan cincin dulu, karena besok belum tentu kalian ada waktu" kata Raka.


"Baik om" kata Evan.


"O iya om katanya Aira maunya minggu depan aja langsung nikah tanpa tunangan" kata Evan.


"Begitu sayang?" Tanya Raka.


"Idih itu sih maunya bang Evan pah, gara-gara tadi Aira mau buat sarapan tapi kulkas bang Evan kosong kan. Terus Aira itu ngomong sendiri kenapa kemarin lupa ga belanja buat isi kulkas. Eh bang Evan dengar katanya hari ini mau dipenuhin isinya tapi Aira harus nginep lagi disana biar tiap pagi ada yang masakin" kata Aira bersemangat ceritanya membuat semua yang mendengar tertawa.


****


Baca karyaku "AWAL EKSKUL"


"BERAWAL DARI CAFEMART"

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah vote


Terima kasih sudah meluangkan membaca karyaku 🙏😘


__ADS_2