Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 184. Belajar membuka pintu hati


__ADS_3

Masih banyak terpajang foto kenangan bersama Aira di dinding kamar Reza yang sepertinya masih enggan untuk diturunkannya.


"Aku sudah ikhlaskan kamu hidup dengan orang lain, asal kamu bahagia akupun ikut bahagia" gumam Reza sambil memandang foto kebersamaannya dengan Aira dan mengusap pelanwajah yang pernah mengisi hatinya.


"Aku akan belajar membuka hatiku untuk gadis lain yang akan kamu kenalkan padaku seperti yang pernah kamu janjikan padaku dulu Ra" gumam Reza lagi kemudian tersenyum sendiri.


"Mungkin benar jika kita memang tidak berjodoh" lanjutnya.


Tok tok tok


"Ceklek" Reza membuka pintu kamarnya.


"Ada apa bi?" Tanya Reza


"Aden disuruh nyonya makan malam" jawab bibi.


"Iya bi, sebentar saya kebawah" jawab Reza yang kemudian turun menghampiri meja makan yang sudah ditunggu oleh kedua orang tuanya dan juga Nayla.


"Tumben abang sudah sampai rumah duluan" sapa Nayla.


"Iya kebetulan tadi sudah tidak ada meeting dan abang agak mengantuk" jawab Reza.


"Tadi abang janjian dengan Aira?" Tanya Nayla santai, namun tidak dengan Reza yang mendengar pertanyaan dari adeknya. Reza berusaha santai seolah tidak ada masalah.


"Hmm" jawab Reza berusaha santai agar adeknya tidak banyak bertanya.


"Tadinya Nay mau menghampiri abang dengan Aira, tapi Nay ga jadi melihat Aira serius ngobrol dengan abang" kata Nay.


"Iya tadi kami membahas urusan kantor" jawab Reza.


"Sudah ngobrolnya, ayo makan dulu sayang" kata Rina.


Keluarga Hartadi makan malam bersama tanpa ada yang bersuara lagi hingga mereka selesai makan dan berpindah duduk di ruang tengah untuk melanjutkan obrolannya.


"Kapan kamu akan ke Surabaya untuk mengurus proyekmu Za?" Tanya papa Hartadi.


"Minggu depan pah menunggu Aira setelah dari dokter untuk cek kandungan" jawab Reza.


"Kamu ke luar kota sama Aira bang?" Tanya mama Rina.


"Kami janjian bertemu disana ma, Aira kemungkinan akan diantar suaminya" jawab Reza.


"Za kurangi kerjasamamu dengan Aira, biar kamu bisa membuka hatimu untuk gadis lain" saran mama Rina.


"Iya ma, Reza sudah ikhlas Aira hidup dengan suaminya. Suatu saat pasti mama akan Reza kenalin dengan gadis lain selain Aira" jawab Reza santai.


"Kamu beneran ga mau papa kenalin dengan anak teman papa, dia kelihatannya sudah mengenalmu dan sepertinya dia juga suka padamu nak" kata papa Hartadi.


"Terima kasih pah, tapi Reza akan cari sendiri saja" jawab Reza datar.

__ADS_1


"Siapa sih pah orangnya?" Tanya Nayla penasaran.


"Anaknya om Agus yang namanya Seira kalau tidak salah" jawab papa Hartadi.


"Oh itu mah sejak dulu berusaha deketi abang pah, tapi Nay juga ga cocok sama dia" kata Nayla.


"Kenapa memangnya" tanya mama Rina.


"Dia itu berusaha deketin abang karena tahu abang anak siapa mah" kata Nayla.


"Abang setuju dengan pendapat Nayla" sahut Reza.


"Berarti kalian sudah kenal lama dong dengan Seira itu?" Tebak mama Rina.


"Sudah ma tapi malas Nay dekat-dekat dengannya ya bang" jawab Nayla kemudian malihat ke arah abangnya. Reza hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ya sudah kita tunggu saja gadis pilihan Reza nanti seperti apa" kata Hartadi.


"Doain saja pah, semoga secepatnya Reza bisa kenalkan pada papa dan mama" jawab Reza santai.


"Siapa bang, kok Nay belum dikenalin sih?" Tanya Nayla.


"Nanti kalau abang sudah bertemu orangnya pasti kamu juga akan abang kenalin dek" jawab Reza.


"Yeah kirain sudah ada calonnya, ternyata masih di angan-angan" ledek Nayla. Reza hanya terkekeh mendengar celotehannya sang adek yang merasa dikecewakan.


"Makanya Nay bantu abangmu cari pasangan" kata mama Rina.


"Bang mendingan cari dari modelnya mama aja kan mereka cantik-cantik tuh" kata Nayla.


"Abang mau cari yang biasa saja Nay" jawab Reza santai.


"Mama tunggu bang, tapi jangan lama-lama ya. Kita kasih waktu 3 bulan dari sekarang abang harus kenalin sama mama dan papa" kata Rina pada anak lelakinya.


"Akan Reza usahakan ma sebelum waktu 3 bulan itu akan Reza kenalkan ke mama dan papa" jawab Reza mantap.


Reza sedang berpikir mengingat gadis yang pernah bertemu di sebuah kedai dulu.


"Bagaimana aku bisa cari identitasnya kalau aku saja tidak mengenal namanya dan tempat tinggalnya" batin Reza.


💥 Kampus


Pagi ini Aira masih ke kampus dan pulangnya akan ke kantor trio karaoke untuk janjian dengan mantan office girl Evd group.


"Hai Ra nanti loe ke kantor suamimu ga?" Tanya Vina.


"Ga Vin, gue mau ada janji dengan orang di kantir gue" jawab Aira.


"Gue boleh ikut loe ga nih, malas gue pulang kuliah langsung ke rumah" kata Vina.

__ADS_1


"Kenapa ga mampir ke kantor suami loe aja sih Vin" kata Aira heran dengan sahabatnya ini.


"Sebenarnya sih ditawarin juga suruh ke kantornya, tapi gue masih canggung Ra kalau mau ke kantor suami gue" jawab Vina.


"Ya caranya loe janjian dulu dengan suami loe, biar suami atau orang kepercayaan suami loe itu nungguin loe di depan" saran Aira.


"Iya abang gue juga bilang begitu" kata Vina


"Ya sudah sekarang loe janjian dengan suami loe dulu sekarang, kalau suami loe sibuk nanti loe baru ikut ke kantor gua dan suami loe suruh jemput di kantor gue aja" kata Aira.


"Okey, gue janjian dulu ya dengan suami gue" kata Vina.


Derrt...drrt...derrt...


Ponsel Aira bergetar tanpa ada panggilan masuk. Dilihatnya tertera nama my hubby di layar ponselnya.


"Ya bang" sapa Aira


"-----"


"Aira ga bisa ke kantor abang, karena Aira ada janjian di karaoke siang ini" jawab Aira


"------"


"Dengan Rini" jawab Aira mengakhiri panggilannya.


"Ra loe tumben ga kantor bang Evan sih" tanya Vina.


"Kan udah gur jawab, gue ada janjian di kantir gue non" jawab Aira kesal.


Memang Aira masih belum ingin ke kantor suaminya sejak kejadian suaminya dipeluk wanita lain didepan matanya. Dan itu juga yang dirasakan oleh Evandro pada sang istri, membuat Evan jadi merasa bersalah melihat istrinya belum mau ke kantornya lagi.


💥 Kantor Evd


"Sur nanti kita ada meeting lagi jam berapa?" Tanya Evandro pada asistennya.


"Jam 1.30 ada meeting lagi di kantor Gerhana group tuan" jawab Suryo.


"Tapi jam 3 sore akan ada lagi pertemuan dengan klien di hotel Harapan Jaya untuk membahas kerjasama yang akan mereka ajukan" kata Suryo.


"Batalkan pertemuannya, nanti selesai meeting di kantor Gerhana saya mau langsung ke kantor istri saya" jawab Evandro.


"Baik tuan, akan saya batalkan dan diganti esok hari" kata Suryo.


"Iya diganti besok pagi saja jam 9 di temoat yang sama atau di kantor kita saja" kata Evandro.


"Baik tuan" jawab Suryo kemudian undur diri.


"Apakah harus setiap makan siang aku ke kantor Aira untuk mengajaknya makan bersama?" Tanya Evan pada dirinya sendiri mengingat istrinya masih belum mau ke kantornya.

__ADS_1


__ADS_2