
"Aira bawa mobil sendiri aja deh bang, biar nanti pulangnya ga usah nungguin abang atau bang Haikal jemput" kata Aira.
"Kamu yakin mau bawa mobil sendiri?" Tanya Haris yang kawatir jika adiknya mengendarain kendaraan sendiri. Aira menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah tapi hati-hati ya, kalau ada apa-apa hubungi abang" pesan Haris.
"Terima kasih bang" kata Aira mencium pipi abangnya. Haris terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Aira sampai di kampus bertemu dengan Rio yang kebetulan juga baru sampai kampus.
"Hai Ra, tumben loe bawa mobil" sapa Rio
"Iya kebetulan sama bang Haris diijinkan" kata Aira
Dari kantin Leo dan Lukas melihat kedatangan Rio dan Aira yang sedang di parkiran.
"Tumben Aira ke kampus bawa kendaraan sendiri, biasanya di anter atau naik ojol" kata Leo.
"Memang ga biasa sama Rio?" Tanya Lukas.
"Setahu gue sih pulangnya yang sering bareng Rio" jawab Leo. Lukas diam hanya memperhatikan Aira dari jauh sambil mendengarkan sahabatnya menjawab.
"Loe kalau memang mau deketin ya harusnya siap antar jemput dong. Kan rumah kalian juga searah" kata Leo sengaja memancing Lukas.
"Kalau loe ga cepetan keburu di sambar yang lain tuh" kata Leo
"Jangan bilang loe juga mau deketin dia" kata Lukas.
"Ya kalau memang loe ga maju kenapa nggak" jawab Leo. Menatap Lukas sambil menaikkan kedua alisnya. Lukas ikut menaikkan kedua alisnya sambil menaikkan kedua bahunya pertanda dia juga belum tahu akan mendekati Aira atau tidak.
"Artinya gue ga masalah jika mau ikut deketin Aira." Kata Leo tersenyum penuh arti.
"Terserah loe aja" kata Lukas dingin kemudian berdiri dan jalan menuju ruang dimana akan diadakan rapat.
Rio dan Aira masuk ke ruang rapat karena rapat sebentar lagi sudah akan di mulai. Lukas dan Leo pun juga baru masuk ke ruang rapat bersama teman yang lain. Lukas dan Leo duduk di belakang Aira dan Rio, karena bangku sebelahnya Aira dan Rio sudah diisi oleh mahasiswa yang lain.
__ADS_1
"Tumben Ra kamu tadi bawa mobil sendiri ke kampus" sapa Leo.
"Hehehe iya kak, kebetulan dapat ijin" jawab Aira
"Ternyata bukan hanya Rio aja kan yang nanyain begitu" sahut Rio
"Ya karena gue kan biasa nebeng loe" kata Aira.
"Kenapa kamu tadi ga hubungi aku aja Ra kan bisa kujemput, lagian kita juga searah" kata Lukas.
"Terima kasih kak, tapi memang Aira maunya berangkat sendiri biar ga ngrepotin yang lain." Jawab Aira.
"Tapi kelihatan yang lain ga merasa direpotin sama kamu deh Ra" sindir Leo
"Sialan si Leo nyindir gue" batin Lukas
💥 Kediaman Raka Saputra
Raka, Haris dan Haikal ngumpul di ruang keluarga sambil menikmati teh dan camilan buatan bi Minah.
"Siap bang, berarti kita ketemuan di lokasi ya bang" kata Haikal.
"Jadinya jam 5 kan Ris?" Tanya papa Raka.
"Iya pah jam 5 saja, jadi kita bisa ngobrol dulu baru makan biar ga kemalaman nanti pulangnya." Jawab Haris.
"Besok papa rencana mau ngajak adik-adikmu main ke rumah om Darwis, biar Aira bisa kembali berteman dengan Anggi adiknya Endro" kata papa Raka
"Haris juga mau ikut deh pah biar bisa menyambung silaturahmi dengan keluarga om Darwis" kata Haris.
"Abang sering ketemuan sama bang Endro?" Tanya Haikal.
"Abang jarang sih ketemuan langsung, paling ketemuannya saat ada rapat kerjasama aja. Makanya abang mau ikut jika besok papa mau main ke rumah om Darwis" jawab Haris
"Memang kamu juga pernah main ke rumah Endro, Ris?" Tanya papa Raka ke Haris.
__ADS_1
"Ga pernah juga sih pa, karena Endro itu juga sibuk sama seperti Haris. Kalau ada waktu biasanya di habiskan buat pergi sama Anggi" jawab Haris.
"Cuma kadang Endro mampir ke kantor Haris kalau pas kebetulan dia ada rapat di dekat kantor Haris." Jawab Haris menambahkan.
"Berarti hubungan abang denga bang Endro dekat dong" kata Haikal
"Ya begitulah" kata Haris.
💥 Kampus
Rapat saja selesai, sedangkan pelaksanaannya masih 2 bulan lagi, karena sekarang masih pendaftaran mahasiswa baru.
"Kamu mau ada acara lagi ga Ra?" Tanya Rio.
"Ada nanti sore sama bang Haris, kenapa Yo" jawab Aira.
"Kirain sudah ga ada acara lagi, tadinya gue mau ajak kamu sama Vina jalan" kata Rio.
"Gue ga bisa, besok juga ga bisa. Loe ajak Vina aja sepertinya Vina ga ada acara kemana-mana deh" kata Aira.
"Sebenarnya asyik kalau kita jalan rame-rame sih, tapi coba deh nanti gue hubungi Vina" kata Rio
"Iya ajak Vina aja Yo, eh tapi loe ga jalan sama pacar loe kan ini malam minggu Yo" kata Aira.
"Mau jalan sama siapa Ra, gue ga lagi dekat sama siapa-siapa. Loe tenang aja jangan cemburu dong" kata Rio sambil terkekeh.
"Dasar loe ya, ngapain juga gue cemburu" kata Aira ikut tertawa.
"Yuk ah Rio, gue mau pulang dulu kawatir ditungguin papa" kata Aira
"Okey, salam ya buat om sama bang Haris juga bang Haikal" kata Rio, Aira tersenyum dan hanya memberi tanda ibu jari yang disatukan dengan jari telunjuk hingga benbemtuk huruf o. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil masing-masing.
Lukas yang melihat kedekatan Rio dan Aira berpikir bahwa mereka berdua memang ada hubungan khusus.
"Apa mereka sudah jadian ya, kelihatannya Rio sangat dekat sekali dengan Aira" gumam Lukas di dalam mobilnya sendiri yang sengaja belum dijalankan.
__ADS_1