
"Kak Lukas....sa sama siapa?" Tanya Aira terbata karena kaget.
Kemudian Lusy menggandeng lengan Lukas membuat Aira kaget.
"Emang kamu doang yang bisa begitu?" Kata Lukas sinis kemudian pergi.
Aira terpaku melihat Lukas digandeng Lusy dengan mesranya, walaupun Aira beberapa kali pernah bertemu dengan mereka berdua sebelumnya. Namun Lukas selalu bilang bahwa mereka tidak ada hubungan apapun hanya sebatas teman gereja.
"Maaf Aira, apa karena abang ya kalian jadi bertengkar?" Tanya Evandro.
"Nggak bang, Aira juga udah mulai capek sama dia" kata Aira tanpa sadar airmatanya menetes. Buru-buru Aira menghapusnya agar tak terlihat Evandro.
"Aira ada masalah sama dia?" Tanya Evandro. Aira menganggukkan kepalanya.
"Kita duduk disana aja yuk di toko kue itu sambil ngobrol sambil menunggu yang lain." Ajak Evandro.
Evandro memesankan Aira roti moka dan Evan beli kopi.
"Aira mau abang pesanin ice coklat mau kan?" Tanya Evan.
"Iya terima kasih bang" kata Aira.
"Memang cowok itu egois ya bang?" Tanya Aira menatap Evandro.
"Tidak semua cowok egois sayang, lihat abangmu Haris, Haikal apa mereka egois, tidak kan" kata Evandro.
"Tapi kak Lukas egois sekali bang, dia ga bolehin Aira jalan dengan cowok lain. Tapi dia sendiri jalan sama cewek lain bahkan sama mantannya. Abang lihat sendiri kan bagaimana mantannya bergelayut begitu" kata Aira yang disertai butiran bening keluar dari pelupuk matanya.
"Menangislah sepuasmu, abang akan temani kamu disini." Kata Evandro.
"Boleh abang nanya?" Tanya Evan pelan dan hati-hati.
"Iya silahkan bang" kata Aira.
"Apakah Aira masih mencintai Lukas dengan melihat dia jalan sama mantannya beberapa kali Aira tahu?" Tanya Evandro sangat hati-hati agar Aira tidak tersinggung.
"Entahlah bang, sebenarnya Aira juga udah capek sama kak Lukas. Lagian papa juga pernah bilang ga akan memberi restu Aira dengan Lukas" kata Aira.
"Apakah Aira pernah dikenalkan keluarganya Lukas?" Tanya Evan.
"Pernah kami ketemu di mall dengan mami dan papinya, tapi sikap maminya ke Aira ga seramah papinya" kata Aira.
"Seandainya aku tega Ra, aku akan bilang lepaskanlah dia, abang akan menggantikannya dihatimu untuk selamanya" batin Evandro menatap Aira.
__ADS_1
"Bang, boleh ga kalau nanti Aira nginap di rumah om Darwis" kata Aira.
"Boleh, kalau kamu mau menumpahkan semua isi hatimu ke abang tanpa mau ketahuan Anggi akan abang ajak kamu ke apartemen abang nanti, apa kamu setuju " kata Evandro.
"Benarkah, tapi bagaimana nanti Aira meminta ijin sama papa?" Tanya Aira.
"Biar abang yang akan bilang ke om Darwis" kata Evandro.
"Papa ga akan kasih ijin bang, apalagi kalau Aira nginap di apartemen bang Evan" kata Aira.
"Biar Aira aja deh yang telp papa bang" kata Aira kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubingi papanya.
"Halo pah, papa dimana?" Tanya Aira.
"Di rumah nak, ada apa" jawab Raka.
"Pah, Aira nginep di rumah bang Evan boleh ga nanti. Ada yang mau Aira ceritakan ke bang Evan" kata Aira.
"Boleh nak, memang sekarang kamu masih di mall sama Anggi?" Tanya Raka.
"Iya pah, masih sama Anggi, Vina, Rio, bang Evan dan bang Haikal" jawab Aira.
"Ya sudah hati-hati" kata Raka.
"Terima kasih pah" kata Aira
"Iya bang, terserah abang aja. Aira lagi ga mau mikir" kata Aira.
"Okey, sekarang kita jalan dulu yuk ke atas menuju ke resto atas" ajak Evandro sambil menghubungi Haikal untuk mengatakan bahwa mereka makan di lantai atas agar Haikal dan yang lain menyusul ke atas.
Sebenarnya Rio dan Haikal sempat melihat Lukas jalan dengan Lusy dimana Lusy bergelayut manja dengan Lukas. Haikal sempat mau marah dan hampir mendatangi Lukas, namun di cegah sama Rio sehingga tidak ada pertempuran dari keduanya. Rio mengatakan pada Haikal agar Aira melihat sendiri bagaimana Lukas, begitu jiga dengan Lukas agar melihat bagaimana Aira jalan berdua dengan Evandro.
"Aira ga tertarik makan bang, abang aja ya yang pesan. Aira minum aja deh, perut rasanya penuh" kata Aira.
"Okey, kita pesan minum dulu saja sambil menunggu yang lainnya" jawab Evan kemudian memanggil pelayan restorannya.
Aira dan Evan memesan minuman dulu agar segera diantar.
Sambil menunggu rombongan yang lain datang Aira menghabiskan minumannya.
"Tapi bagaimana dengan baju Aira nanti ya bang, kan Aira ga bawa baju ganti" kata Aira.
"Gapapa, nanti biar bajumu diambilin Suryo atau kita beli saja nanti disini okey" kata Evan.
__ADS_1
Rombongan semua datang Rio dan Haikal langsung tahu apa yang terjadi melihat muka sembab Aira.
"Ra loe kenapa mukanya sembab begitu?" Tanya Vina kaget melihat sahabatnya habis nangis.
"Kak Aira habis nangis ya?" Tanya Anggi.
"Tadi matanya kak Aira kemasukan hewan kecil dek" jawab Evan
"Jangan dikucek kak, nanti bikin bengkak matanya loh" kata Anggi.
"Iya kakak tadi salah" jawab Aira.
"Maaf Aira ke toilet dulu" kata Aira.
"Mau abang temani dek?" Tanya Haikal.
"Yuk sama gue aja Ra, sekalian gue juga mau ke toilet" kata Vina langsung berdiri.
"Aku juga ikut deh kak" kata Anggi.
"Ini ga mendingan pesan menu dulu aja sebelum ke toilet?" Tanya Evan membuat Aira dan Vina yang sudah berdiri jadi duduk lagi.
"Boleh juga sih" kata Aira. Setelah semua menentukan menunya baru ketiga gadia ini pergi ke toilet.
"Tadi apa Aira ketemu Lukas jalan sama cewek ya bang?" Tanya Haikal setelah ketiga gadis itu pergi ke toilet.
"Iya dan mungkin nanti Aira mau nginep di tempat abang dulu, tadi Aira sudah minta ijin sama om Raka" kata Evandro.
"Okey terus bajunya Aira apa perlu Haikal antar besok pagi atau nanti malam ke rumah?" Tanya Haikal.
"Tidak perlu, biar aja nanti Aira beli disini" kata Evandro
"Apa Lukas memang sudah lama menjalin hubungan dengan cewek yang tadi dibawa?" Tanya Evan menatap Haikal dan Rio bergantian.
"Setahu Rio sih dari sahabatnya kak Lukas ya, itu cewek mantannya dan masih menyukai kak Lukas" jawab Rio.
"Lukas sendiri bagaimana?" Tanya Evan.
"Katanya sih kak Lukas sudah ga ada hubungan apa-apa kecuali hanya teman satu gereja saja" jawab Rio.
"Sebenarnya Aira juga sudah tahu sih bang kalau cewek ini masih sering nempel ke kak Lukas, hanya saja kak Lukas selalu bilang kalau dia ga ada hubungan apa-apa" kata Rio.
"Aira tahu tapi masih mempertahankan hubungannya dengan Lukas, bagaimana bisa?" Gumam Evan tapi Rio mendengarnya.
__ADS_1
"Rio pernah saranin Aira untuk putus dari kak Lukas, tapi dia bingung alasannya apa" kata Rio.
"Aira kok ga cerita ke Haikal sih sampai sejauh itu" kata Haikal.