Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 143. Kenapa tidak menolaknya


__ADS_3

"Aira janji, mulai besok hari senin setelah Aira pulang kuliah Aira akan ke kantor abang" kata Aira.


"Pertanyaan abang belum kamu jawab sayang" kata Evan yang sebenarnya ingin tahu apakah Aira akan menceritakan bisnis karaokenya pada sang suami. Evan mengurai pelukan sang istri dari perutnya dan membalikkan badannya,  sehingga mereka berhadapan.


"Emm memang abang mau nanya apa?" Tanya Aira menatap suaminya ragu.


"Apakah masih ada yang kamu sembunyikan dari abang tentang kegiatanmu yang lain, yang belum abang ketahui?" Tanya Evan menatap kedua bola mata istrinya secara intens


"Maksud abang kegiatan Aira yang mana?" Tanya Aira ada rasa kawatir kalau suaminya tahu semua kegiatannya akan marah.


"Abang juga tidak tahu, abang hanya bertanya apakah masih ada yang kamu sembunyikan dari abang?" Tanya Evan lagi menahan marah.


"Aira selama ini memang mempunyai bisnis karaoke yang juga belum Aira ceritakan ke abang. Aira kawatir abang marah jika Aira cerita" kata Aira pelan, ada keraguan dari cara bicaranya.


"Dengan siapa kamu menggarap bisnis itu?" Tanya Evan sengaja dibuat dingin sikapnya pada sang istri agar istrinya mau terbuka karena takut dengan sikap dingin Evan.


"Dengan bang Haikal dan kak Reza" jawab Aira pelan sambil menundukkan kepalanya. Evan membuang nafasnya kasar.


"Dimana tempatnya?" Tanya Evan.


"Di belakang kampus tepatnya" jawab Aira ragu sambil mendongakkan kepalanya melihat ke sang suami.


"Kenapa kamu takut cerita dan takut abang akan marah?" Tanya Evan.


"Karena di bisnis itu ada kak Reza" jawab Aira.


"Kalau kamu takut cerita ke abang karena adanya Reza, untuk apa kamu menjalin kerjasama dengannya?" Tanya Evan ketus menatap mata sang istri.


"Ya tadinya Aira hanya sama bang Haikal saja, tapi tiba-tiba kak Reza minta ikut bergabung" jawab Aira.


"Kenapa kamu tidak menolaknya?" Tanya Evan.


"Bang Haikal yang menerima kak Reza" jawab Aira.


"Dan kamu juga pasti tidak menolaknya kan?" Tanya Evan lagi. Aira hanya diam dan menunduk.


"Ya sudah sekarang jangan ada hal yang disembunyikan lagi sekalipun itu menyakitkan, kita harus sama-sama belajar terbuka dan jika ada masalah jangan pernah pergi meninggalkan pasangan dan apartemen, tapi selesaikan dengan secara dewasa dan pikiran yang dingin, okey" kata Evan dengan kedua tangannya memegang kedua lengan sang istri dan mereka saling menatap.


"Iya bang, Aira janji" jawab Aira.


Kemudian Evan mencium bibir sang istri dan membawa istrinya ke atas ranjang, semua masalah setelah selasai berakhir di atas ranjangnya.

__ADS_1


Pasangan yang saling merindukan pelukan ini akhirnya mengakhiri sebuah permasalahan dengan olah raga panasnya.


Paginya Evan bangun lebih dulu, melihat sang istri masih tertidur dengan nyenyak karena kelelahan semalam melayani suaminya.


Evan memasak nasi goreng udang dan menghidangkannya di meja makan.


"Selamat pagi sayang" sapa Evan sewaktu masuk kamar melihat sang istri sudah duduk di pinggir ranjangnya.


"Pagi bang" balas Aira.


"Abang masak apa, baunya enak banget" tanya Aira.


"Masak nasi goreng udang kesukaan istri abang" jawab Evan tersenyum.


"Pantesan baunya enak banget" jawab Aira.


"Kita mandi dulu, baru makan pagi okey" kata Evan yang dianggukin oleh Aira.


"Ya sudah Aira mandi dulu aja deh baru nanti gantian abang yang mandi" kata Aira sambil berdiri dari ranjangnya.


"Biar cepat kita mandinya barengan aja yank, baru kita makan pagi" kata Evan menyusul istrinya masuk kamar mandi yang sudah pasti mandi plus plus ya gaes.


Selesai mandi, mereka sarapan.


"Tidak kemana-mana, memang kamu mau kemana? Mau ke rumah papa Raka?" Tanya Evan.


"Iya kalau abang ga keberatan." Jawab Aira


"Okey kita kesana, abang tidak keberatan kok" kata Evan kemudian mereka pergi ke rumah papa Raka.


💥 Kediaman Raka Saputra


Aira dan Evan sampai di rumah papa Raka.


"Pak, papa di rumah kan?" Tanya Aira ke sekuriti rumah papanya.


"Ada non, tuan ada di dalam" jawab sekuriti itu.


"Terima kasih" kata Aira kemudian masuk kedalam.


"Eh baru papa berpikir mau ajak kalian ketemuan" kata papa Raka melihat anak dan menantunya datang.

__ADS_1


"Memang ada apa papa mau ajak Aira ketemuan?" Tanya Aira


"Papa belum ketemu kalian lagi sejak pulang dari rumah sakit, sekarang sudah sehat sayangnya papa?" Tanya Raka sambil menepuk sofa sebelahnya agar anaknya duduk di sebelahnya.


"Sudah pa, ini sudah bisa sampai disini" jawab Aira sambil duduk disebelah papa Raka dan memeluk papanya manja.


"Papa senang melihat kalian bahagia" kata papa Raka sambil mencium kepala anak perempuannya.


"Doakan saja pah, kami selalu bahagia sesuai yang papa inginkan" jawab Evan yang duduk di sofa yang berbeda. Papa Raka memandang anak dan menantunya secara bergantian dengan menganggukkan kepalanya.


"Sayang kamu buka butik dimana kok papa bisa tidak tahu?" Tanya papa Raka.


"Papa tahu dari mana Aira punya butik?" Tanya Aira yang heran papanya bisa tahu sambil mrendongakkan kepalanya memangdang ke papa Raka.


"Kemarin papa bertemu dengan keluarga Hartadi, kata tante Rina kamu buka butik untuk pakaian remaja" jawab Raka.


"Tuh keluarga Hartadi saja tahu semua kamu punya butik, masak suami sendiri tidak dikasih tahu" protes Evan di depan papa Raka, Aira hanya diam tanpa bersuara.


"Loh kamu juga tidak tahu Van?" Tanya Raka.


"Tidak pah, Aira baru cerita semuanya semalam dengan Evan, itupun harus pake sedikit ancaman kata-kata ketus pah biar Aira mau cerita" jawab Evan mengadu sambil melirik sang istri.


"Namanya berumah tangga, belajarlah untuk selalu terbuka dari hal yang kecil hingga hal yang besar. Walaupun kadang keterbukaan itu menyakitkan. Dan untuk menerima kenyataan nemang dibutuhkan kesabaran ekstra. Tidak boleh ada yang emosi. Selesaikanlah masalah itu dengan hati dan pikiran yang dingin" kata Raka sambil melihat ke sang menantu dan anak perempuannya bergantian.


"Tapi kadang kan bikin kita juga emosi pah dan penginnya ga mau lihat orang yang sedang bermasalah dengan kita." Kata Aira


"Jika kamu sedang marah dengan suamimu atau sebaliknya, maka ingatlah kebaikan dari pasangan kalian yang membuat kalian bahagia" kata Raka dengan melihat ke Aira dan Evandro bergantian.


"Setelah hati dan pikiran kalian dingin, kembalilah untuk menyelesaikan masalah itu sampai tuntas sebelum kalian tidur" kata papa Raka.


"Iya pah" jawab Aira dan Evan menganggukkan kepalanya.


"Kamu pernah punya cerita masalalu dengan Reza dan sekarang kamu menjalin kerjasama dengannya juga. Itu artinya kamu harus bisa bersikap profesional. Mana urusan pribadi dan mana urusan pekerjaan. Papa tidak ingin terjadi seperti kemarin lagi" kata papa Raka.


"Iya pah" jawab Aira.


"Dan kamu Van, jangan biarkan istrimu pegang mobil sendiri. Papa lebih setuju istrimu diberikan sopir atau bodyguard seperti dulu lagi" kata papa.


***


Terima kasih atas kesetian kalian, maaf yaa kalau updatenya terlambat.

__ADS_1


😘😘


__ADS_2