Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 101


__ADS_3

Orang tua adalah salah satu hal yang paling terpenting di dalam hidup seorang Anak, selain penunjuk jalan, Orang tua juga menjadi jalan kebahagiaan yang hakiki, Orang tua tempat Kita mengadu permasalahan yang baik negatif maupun positif karena restu Orang tua adalah Ridho Allah. Orang tua adalah kebahagiaan yang tidak ternilai dengan seberapa besar pengorbanannya yang telah di wariskan kepada sang Anak.


Orang tua menjadi tonggak kehidupan bagi Anaknya, namun terkadang permasalahan ini menjadi hal sepele bagi Keysa yang tidak pernah mementingkan kerja keras Papanya untuk kebahagiaanya.


"Keysa, jangan terlalu mementingkan ego, peran Orang tua ibarat tali yang jika ikatannya terputus maka tidak sedikit dari Anaknya yang kurang ajar, ini bisa disebabkan kamu memiliki sifat keras kepala bahkan tidak pernah mementingkan perasaan dan kebahagiaan Papamu," tuturnya dengan bibirnya yang bergetar.


"Keysa, sangat menyayangi Papa Bu, apapun kulakukan demi kebahagiaanya," ucapnya.


"Bohong...! itu tidak benar, kalau Kamu memang betul-betul sayang sama Papamu Kamu pasti tidak seperti ini," jawabnya tegas.


Keysa menatap Bu Zana tanpa sepatah katapun ucapannya membuatnya terpojok dan mati kutu.


"Keysa, rasa sesal itu hadir ketika Orang tua Kita sudah tiada seperti yang Kamu rasakan saat ini betapa hidupmu hampa tanpa sosok seorang Ibu, tapi Kamu harus bersyukur karena masih memiliki Papamu yang begitu sangat menyayangimu," ucap Bu Zana lembut.


Tangisnya pecah dengan tubuhnya yang gemetaran, membuat Bu Zana iba ia pun memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Ibu bersikap tegas karena sangat menyayangimu," bisiknya lembut.


"Maafkan Keysa Bu," lirihnya.

__ADS_1


"Kamu tidak salah, hanya butuh perhatian dan kasih sayang," ucapnya membesarkan hatinya.


Keysa pun menyesal dengan semua perlakuannya yang sering membuat Bu Zana kesal, tapi tidak membuatnya membencinya tapi ia tetap sabar dan selalu mengarahkannya untuk lebih baik lagi, agar menyadari semua kesalahannya.


"Ayok makan, kasihan Papamu ia pasti menunggu," pintanya.


"Keysa takut Bu, Papa pasti marah," ucapnya.


"Papamu tidak akan pernah bisa marah denganmu, karena ia sangat menyayangimu lebih dari dirinya sendiri," jawabnya.


"Ibu yakin?" tanyanya.


"Ibu sama Papa sama saja, pintar merayu," lirihnya.


"Haha, serupa tapi tak sama," ucapnya kekeh.


Keysa pun kembali tenang dan menghampiri Papanya yang masih duduk manis di meja makan.


"Lama banget ambil kecapnya," ucapnya senyum.

__ADS_1


"Kecapnya habis Pa, beli ke Warung dulu," jawabnya.


"Oh, kirain Kamu tidur di dapur," ucapnya bercanda.


"Papa bisa saja," lirihnya.


Bu Zana nampak bahagia melihat Keysa dan Papanya kembali akrab sambil menikmati makan dengan lahapnya menghabiskan semua makanan yang sudah di sediakan olehnya, hingga tidak bersisa sedikit pun.


"Masakan Ibu hari ini enak," ucap Papa Aksa memuji.


"Bukan masakannya yang enak Pak, tapi karena hati dan pikiran Kita tenang," jawabnya senyum.


"Hahaha, Ibu sekarang berubah jadi Paranormal," ujarnya.


"Sekali-sekali Pak," ucapnya tersipu.


Senyum dan tawa menghiasi wajah yang cantik dan tampan itu, membuat suasana semakin hangat, sifatnya yang humoris mampu membuat Keysa dan Bu Zana tertawa terbahak-bahak, Keysa pun terlepas dari semua rasa kecewa dan kesedihannya yang selama ini begitu menyiksanya tanpa menghiraukan masa depan dan kebahagiaanya, ia larut dengan rasa benci saat Papanya menjalin hubungan lagi dengan Wanita lain.


______________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2