
Keysa tetap pada pendiriannya, ia tetap membencinya tanpa memperdulikan pengorbanannya yang sudah menyelamatkannya dari kematian, justru ia semakin membencinya.
"Keysa, sebenarnya Fany minta dirahasiakan, bahwa ia telah mendonorkan darah untukmu, tapi Papa ingin kamu tau bahwa ia tulus menyayangimu, dan berharap kamu membuka hati sedikit padanya, tapi apa? yang ada hanya sakit hati," ucapnya frustasi.
"Tak perlu ceramah Pa, Keysa muak dengar ocehan, Papa," ucapnya.
"Maafkan Papa ya, ternyata Papa tidak ada artinya buat kamu," jawabnya tersendat.
"Keysa, sayang sama, Papa," ujarnya.
"Kalau kamu sayang setidaknya hargai, Papa," ucapnya kesal.
"Keysa harus apa Pa? menerima Wanita itu? tanyanya.
"Papa tidak memaksamu untuk menerimanya, tapi jangan sampai melukainya, itu sudah keterlaluan, kamu bisa diadukan dengan kasus pembunuhan," jawabnya.
"Oh, ternyata Wanita itu ngadu sama Papa ya?" tanyanya.
"Tidak, Papa tau sendiri," jawabnya.
"Bohong, pasti Wanita itu yang mengadu sama Papa, dasar penghianat." teriaknya.
"Papa benar - benar malu memiliki seorang anak seperti kamu, kamu sudah mencoreng nama baik Papa," ucapnya frustasi.
__ADS_1
"Itulah resikonya bila ia sudah berani merebut Papa dari Keysa," jawabnya.
"Fany tidak pernah merebut Papa dari kamu, dia mau menikah dengan Papa karena permintaan, Papa," ucapnya lembut.
"Jelas dia merebut Papa dari Keysa, buktinya Papa lebih menyayangi dia daripada anak Papa sendiri," jawabnya.
"Papa menikah, karena restu kamu, makanya Papa yakin melangkah sampai kejenjang Pernikahan," tuturnya.
"Papa memaksa Keysa kan!" ucapnya.
"Papa tidak pernah memaksamu," jawabnya singkat.
"Iya, tapi Papa selalu mendekatinya," ujarnya.
"Bilang saja Papa genit," jawabnya.
"Terserah kamu menilai Papa apa, andaikan kamu tau isi hati Papa, kamu akan menyesal dengan semua perkataan mu, karena Papa menyayangimu lebih dari diriku sendiri," ucapnya dengan mata berkaca - kaca sebagai luapan rasa kecewanya.
"Papa bohong, pintar bersandiwara," jawabnya ketus.
"Terserah kamulah nak, yang jelas Papa sangat menyayangi mu, sekalipun Papa menikah lagi," ujarnya.
"Huh," ucapnya mencibir.
__ADS_1
"Keysa, Papa tau apa yang kamu rasakan, terimalah Fany sebagai Ibu sambung mu, setidaknya lukamu akan terobati sedikit" pintanya.
"Bagaimana mungkin Wanita itu obat yang baik buat lukaku? justru ia pelengkap penderitaan ku selama ini. Pa." teriaknya histeris.
"Tapi ia mengasihi mu, dan juga mencintai Papa nak," ucapnya lembut.
Keysa terdiam berhenti ditepian hidup yang masih terus berjalan menemani sepinya hidup, tak terhitung sudah tetesan air mata saat ia mengenang kembali masa - masa indah dulu bersama Mamanya yang sudah pergi untuk selama - lamanya. Ia tak kuasa membendung air matanya, setiap kali membicarakan Fany, matanya yang hangat dan teduh membuat ia terisak saat mengenangnya.
"Keysa, ini memang takdir yang sudah ditulis oleh Tuhan, yang kamu perlukan adalah selalu introspeksi diri agar menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari, yakinlah Tuhan tidak pernah salah menulis kisah seseorang," tuturnya.
"Terserah apa kata Papa," ucapnya sinis.
"Ibu tiri tidak sejahat yang tergambar di Sinetron, buang pikiran itu jauh - jauh dan jangan pernah menganggap merebut Papa dari kamu, agar kamu bisa menerimanya," jawabnya.
"Memang Ibu tiri jahat, Pa," ujarnya.
"Tidak nak, itu hanya mitos, buktinya ia menyayangi kamu tulus tanpa memandang kamu anak tiri," ucapnya mengingatkan.
"Cukup Pa, jangan memujinya di hadapanku, aku benci," teriaknya sembari melemparkan gelas yang ada di meja.
Papa Aksa mulai tersulut emosi, wajahnya tiba - tiba berubah dengan sorot matanya yang tajam, ia tak sanggup melihat kelakuan Keysa yang semakin menjadi - jadi.
*****************
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏