
Setelah menikmati Roti bakar dengan Susu Coklat panas mereka pun meninggalkan Restoran menuju Parkiran, lalu Papa Aksa melajukan Mobilnya menuju pulang. Hati Papa Aksa berbunga-bunga saat Fany selalu ada bersamanya.
"Kita langsung pulang?" tanya Papa Aksa.
"Iya Pa! Keysa ngantuk," jawabnya.
"Fany gimana?" tanyanya.
"Iya Om, Kita pulang," sahutnya.
Papa Aksa melajukan Mobilnya dengan cepat sambil bersiul.
"Kita ngisi Bensin dulu ya," ucap Papa Aksa.
"Iya Om," jawab Fany.
"Ntar saja Pa, Keysa ngantuk bangat," sahutnya.
"Papa antar Keysa pulang dulu?" tanyanya.
"Iya Pa," jawab Keysa.
Papa Aksa pun terdiam lalu putar arah menuju pulang. Fany duduk gelisah sambil memandang keluar dengan perasaan tidak menentu. Sikapnya yang gelisah menjadi perhatian Papa Aksa dengan melirik dari kaca spionnya.
"Fany, kenapa?" tanya Papa Aksa lembut.
"Gak apa-apa Om," jawabnya tersenyum.
"Kelihatannya Fany gelisah," ucapnya.
"Kedinginan Om," lirihnya.
"Ini pakai Jaket Om," ucapnya sambil menyodorkan Jaketnya.
"Terimakasih Om," jawab Fany.
"Maaf ya, Keysa harus full AC," ucap Papa Aksa.
"Mungkin Fany gak terbiasa dengan AC Om," lirihnya tersipu.
"Oh, ntar Fany jadi terbiasa kok," ucapnya mengibur.
Sementara Keysa sudah tidur dengan lelapnya tanpa mendengar obrolan Fany dengan Papanya.
__ADS_1
"Tuh lihat Keysa, sudah nyenyak," ucap Papa Aksa tersenyum.
"Mungkin Keysa capek Om," jawab Fany sambil merapikan rambutnya.
"Dasar, Keysa tukang tidur," ucapnya.
"Kok ngomong gitu Om?" tanya Fany.
"Iya, asal naik Mobil Keysa pasti tertidur," sahutnya.
"Masa iya Om?" tanya Fany tersenyum.
"Benar, coba Fany ingat asal Kita keluar naik Mobil pasti Keysa ngorok," jawabnya.
"Oh, iyakan Om," ucap Fany sambil memandang Keysa.
"Percayakan?" tanyanya.
"Hehe, iya Om," jawab Fany sambil melirik Papa Aksa.
Tak terasa Mobil pun sudah tiba di pekarangan Rumah, Fany pun membangunkan Keysa dengan hati-hati.
"Keysa bangun, sudah nyampe nih," ucap Fany lembut.
"Gak Apa-apa Keysa," sahut Fany.
"Jadi Papa isi bensin?" tanya Keysa.
"Gak, tapi Keysa bilang nanti," jawab Papa Aksa sambil menunggu Keysa turun.
"Terus Papa isi Bensin lagi?" tanya Keysa sambil mengusap kedua matanya.
"Iya Keysa," jawabnya.
"Fany! tolong temani Papa ya!" pintanya.
"Terus Keysa gimana?" ucap Fany.
"Keysa mau tidur ngantuk," jawabnya.
"Gak apa-apa Keysa sendiri?" tanya Fany.
"Kan ada Bu Zara," jawabnya.
__ADS_1
Fany melirik Papa Aksa sambil membuka pintu Mobil. Sementara Keysa dengan langkah cepat menuju Kamarnya.
Papa Aksa berdiri tegak sambil melihat Keysa sampai menutup pintu Rumah. Lalu melirik Fany yang sudah duduk didalam Mobil.
"Fany! kok duduk dibelakang?" ucapnya sambil mengetuk pintu Mobil.
"Gak apa-apa Om," jawabnya.
"Fany! turun duduk disamping Om," perintahnya.
Papa Aksa membuka pintu Mobil dan menarik tangan Fany dengan lembut.
"Yok duduk didepan," ucapnya singkat.
"Iya Om," jawab Fany sambil tersipu.
Fany pun terpaksa mengikuti perintahnya walau hatinya berontak.
"Kok diam?" tanya Papa Aksa.
"Fany harus ngomong apa Om," jawab Fany tersendat.
"Cerita dong," ucapnya sambil melirik Fany.
Jantung Fany berdetak kencang membuat keringatnya mengucur deras walau Mobil full AC. Tatapan sendu Papa Aksa meluluhkan hatinya yang masih polos.
"Fany! Kita kan Sahabat jadi gak usah grogi gitulah," ucapnya.
"Entahlah Om," jawabnya singkat.
"Loh, kok ngomong gitu?" sahutnya sambil memandang Fany dengan senyum manisnya.
Tiba-tiba Papa Aksa membelokkan Mobilnya saat Anak kecil menyeberang. Fany pun menjerit sambil memeluk Papa Aksa dengan kencang.
"Om,,,!" ucapnya panik.
"Sudah gak apa-apa," jawabnya sambil membiarkan pelukan Fany.
Papa Aksa pun memarkirkan Mobilnya untuk memastikan semua baik-baik saja.
__________________________________________________
Jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1