Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 94


__ADS_3

Siapa yang akan jadi jodoh Kita nantinya, Kita mungkin tak akan bisa menjawabnya sebelum sang jodoh itu akhirnya benar-benar muncul di hadapan Kita, inilah yang dialami Fany, ia tidak pernah menyangka bahwa Pria yang jadi calon Suaminya adalah Ayah dari Seorang Sahabatnya sendiri.


Cerita cinta mereka memang singkat, tapi seiring berjalannya waktu rasa cinta itu pun tumbuh begitu cepatnya hingga Papa Aksa ingin cepat-cepat melamar Fany untuk menjadikannya seorang Istri sekaligus Ibu sambung untuk Keysa.


"Fany, tolong buatkan minum," perintah Nenek Fany.


"Keasyikan cerita lupa deh buat air minum," jawab Fany.


Mereka pun semua tertawa, saat mendengar ucapan Fany yang membuat wajahnya merona. Ia pun bergegas ke Dapur untuk membuatkan air Jahe hangat, tiba-tiba Papa Aksa menghampirinya ke Dapur membuat Fany kaget.


"Om, bikin kaget saja," keluh Fany.


"Maaf ya Sayang, jika kehadiranku membuatmu kaget," ucapnya sambil memeluknya dari belakang.


"Jangan Om, nanti Nenek datang," lirihnya sambil melepaskan pelukannya.


"hehe, Om kangen sekali," ucapnya lembut sambil membisikkan ke telinganya membuat Fany merinding.


"Gombal terus," jawabnya kekeh.


"Tau gak, Om bawa kabar apa?" tanyanya.


"Kabar apa sih Om," keluh Fany penasaran.


"Keysa, setuju dengan hubungan Kita," ucapnya tegas.


"Yang benar Om?" tanya Fany.

__ADS_1


"Iya, Keysa akhirnya setuju," jawabnya.


"Alhamdulillah, Fany senang mendengarnya Om," gumamnya.


"Om, akan secepatnya melamar mu," ucap Papa Aksa sambil memegang kedua lengannya.


"Apa tidak terlalu cepat Om?" tanya Fany.


"Tidak, Om mau secepatnya!"jawabnya tegas dengan sorot matanya yang berbinar-binar.


"Tapi Om?" lirih Fany bingung.


"Tidak ada kata tapi-tapian, intinya Om akan secepatnya melamar mu, dan membicarakan pada Kakek dan Nenek mu," ucapnya.


"Iya Om," jawabnya.


"Terimakasih ya Sayang, Om akan selalu membahagiakanmu sampai akhir hayat ku," ucapnya dengan sungguh-sungguh.


Tanpa sadar mereka saling berpelukan dengan erat, merasakan indahnya Cinta yang suci yang membuat mereka hanyut dalam pelukan dan enggan untuk melepaskannya, Fany pun mendorong tubuhnya yang kekar saat mendengar suara langkah kaki menuju Dapur.


"Fany, mana minumannya?" tanya Bu Zana sembari menjerit.


"Sebentar Bu, masih rebus jahenya," jawab Fany gugup.


"Cocoklah, soalnya Ibu masuk angin," ujarnya.


"Fany memang sengaja Bu," ucapnya senyum.

__ADS_1


Bu Zana yang tidak menyadari keberadaan Papa Aksa di Dapur membuatnya panik saat ia tiba-tiba berdiri tegak di belakangnya.


"Ya Allah, ternyata Bapak di Dapur," ucapnya sambil menutup mulutnya dengan Tangannya.


"Bantuin Fany Bu," jawabnya.


"Biar Ibu yang bantu Fany, Bapak ke depan saja," perintah Bu Zana.


"Gak usah Bu, biar Aku saja yang bantu Calon Istriku," ucapnya sambil melirik Ke arah Fany.


"Berarti yang Bapak maksud Fany?" tanya Bu Zana dengan mata terbelalak.


"Iya Bu, Ibu setuju gak?" ujarnya.


"Setuju banget Pak, soalnya Fany baik dan murah hati," ucapnya sambil mengacungkan jempolnya.


"Terimakasih ya Bu, atas restunya," jawabnya.


"Kapan nikahnya?" tanya Bu Zana.


"Secepatnya Bu, dan Ibu yang akan menjadi Wali ku di Pernikahan nanti," jawabnya.


"Sungguh satu kebanggaan bisa menjadi Wali di hari bahagia Bapak," ucapnya haru.


"Karena Ibu memang pantas jadi Wali ku,' jawabnya tegas.


Bu Zana menatap Papa Aksa dan Fany secara bergantian dengan mata tidak berkedip, sambil berdoa dalam hati kelak akan menjadi keluarga Sakinah mawadah Warahmah.

__ADS_1


______________________________________


. jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2