
Jantungnya berdetak kencang, lalu dengan tergesa-gesa mengambil kertas yang terletak dilantai, sambil memandang seisi ruangan. Dengan mata tidak berkedip Papa Aksa membaca tulisan itu dengan sangat hati-hati.
"Aku tidak tau harus mulai darimana, dan bagaimana cara mengatakannya, Aku tidak bisa menjelaskan rasa sakit yang kurasakan saat ini. Dan Aku hanya ingin mengatakan "lupakan Aku" demi kebaikan Kita bersama,"
Dan terimakasih untuk segalanya.
Tiba-tiba Papa Aksa menjerit sambil meremas kertas yang ada ditangannya.
"Fany,,,,! kenapa Kamu tega meninggalkan Om, apa salahku," ucapnya menangis sambil mengacak rambutnya dengan rasa frustasi.
Dunia seakan runtuh saat Wanita yang sangat dicintainya pergi meninggalkannya, dan rasanya hidup tak berarti tanpa Fany disisinya.
Keysa pun kaget saat melihat Papanya menangis, lalu menghampirinya.
*Ada apa Pa," ucapnya sambil menatapnya dengan penasaran.
"Fany pergi, meninggalkan Papa," lirihnya.
"Baguslah," ucapnya ketus.
"Kamu memang egois, dan keras kepala. Papa benci!" jawabnya sambil meninggalkan Keysa.
__ADS_1
Papa Aksa langsung menghubungi Fany, tapi Ponselnya tidak aktif lagi, Papa Aksa bingung harus mencari kemana karena hanya Keysa yang tau alamatnya, Papa Aksa nampak murung dan hanya menatap beberapa foto yang tersimpan di ponselnya. Bayangan Fany mulai mempermainkan perasaannya hingga rasa rindunya tidak terbendung lagi.
Papa Aksa segera keluar dan melajukan Mobilnya untuk mencari keberadaan Fany, matanya mulai berkaca-kaca dan sangat menyayangkan sikap Keysa yang sangat keterlaluan itu, hingga Fany harus pergi meninggalkannya, Mobil pun melaju pelan dan membiarkan kaca Mobilnya terbuka, dan berharap menemukan Fany.
Tenggorokan Papa Aksa terasa mencengkeram, hatinya pilu seakan tak rela Gadis yang ia cintai pergi meninggalkannya.
"Fany, Kamu dimana," bisiknya dalam hati sambil menggigit kedua bibirnya.
Seakan tidak menyerah, Papa Aksa kembali melajukan Mobilnya, menyusuri jalan setapak yang terletak disudut Kota lalu bertanya kepada setiap orang yang melintas didepannya, tapi tak satupun mengenal Fany. Hatinya mulai gelisah saat matahari mulai terbenam tapi tidak menemukan pujaan hatinya, dengan langkah berat Papa Aksa memutar balik Mobilnya untuk segera pulang.
Sepanjang perjalanan bayangan Fany dengan senyum manisnya menghiasi perjalanannya, hingga tak terasa Mobil mewahnya sudah parkir dipekarangan Rumahnya yang megah itu. Lalu Papa Aksa keluar sambil membanting pintu Mobilnya dengan kuat. Keysa yang dari tadi menunggu Papanya langsung menghampirinya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi membuat Papa Aksa jengkel.
"Papa darimana saja?" tanyanya sembari menjerit.
"Papa lebih mementingkan Fany daripada Anak sendiri," ujarnya.
Papa Aksa menghentikan langkahnya, lalu membalikkan tubuhnya.
"Apa Keysa pernah memikirkan Papa?" tanyanya.
"Papa sekarang jahat," jawab Keysa.
__ADS_1
"Kamu salah besar," ujarnya sambil meninggalkannya.
"Maksud Papa apa?" tanya Keysa sambil menghentakkan kakinya.
"Jangan egois dan keras kepala," jawabnya.
"Papa yang egois," lirihnya.
"Andaikan Papa egois, Papa akan melakukan apa saja yang ku mau, tapi Papa tidak seperti itu, karena masih menghargai mu," tuturnya.
"Pa, maafkan Keysa," lirihnya.
"Sebelum Kamu minta maaf, Papa sudah memaafkan mu, karena Papa sangat menyayangi mu lebih dari diriku sendiri," ucapnya tegas.
Papa Aksa pun beranjak, lalu menoleh kearahnya.
"Tolong introspeksi diri sebelum menghakimi orang lain," lirihnya.
Gemuruh didalam dada membuat Papa Aksa terperangkap dalam situasi yang sulit, keinginannya untuk menjalin hubungan lagi bukanlah untuk kesenangannya semata, tapi lebih memikirkan Keysa anak semata wayangnya itu. Sementara Keysa menggerutu karena sikap Papanya yang persis mirip Opanya.
____________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏