Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 97


__ADS_3

Hidup tanpa Cinta sama halnya dengan Pohon tanpa bunga dan buah, dan Cinta juga mampu mengalahkan semua rintangan yang menghadang didepan mata asal bersama dengan Orang yang sangat Kita cintai.


Begitu juga dengan Papa Aksa yang kini hatinya sedang berbunga-bunga, saat mengenal Cinta untuk yang keduakalinya, seakan membangkitkan gairah mudanya tanpa menghiraukan umur yang terpaut jauh dengan Fany, ia pun memegang prinsip Cinta itu Buta, yang tidak mengenal umur, Status, dan kekayaan, kala cinta berkumandang dalam hati yang semua akan terasa indah.


Setelah menempuh perjalanan satu jam, Mobil Papa Aksa pun memasuki pekarangan Rumahnya dan langsung menuju Garasi, sementara Keysa dan Bu Zana tidur dengan lelapnya tanpa menyadari mereka sudah tiba di Rumah, Papa Aksa pun melirik kearahnya dan tersenyum.


"Keysa bangun, Kita sudah sampai," ucapnya.


"Cepat Pa," jawabnya sambil mengusap kedua matanya.


"Iya, jalanan sepi," ujarnya.


"Bu bangun," ucap Keysa sambil mengguncang tubuh Bu Zana.


"Kita dimana," jawabnya panik sambil membuka kedua matanya.


"Coba Ibu tebak," ujar Papa Aksa.


"Ya di rumah Bu," jawab Keysa spontan.


"Maaf ya, Ibu ketiduran," lirihnya.


"Keysa, juga ketiduran Bu,' ucapnya.

__ADS_1


"Oh iya?" ujarnya senyum.


"Papa tuh yang bangunin, tiba-tiba sudah di depan Rumah," ucap Keysa sambil melirik Papanya.


"Kasihan Papamu, tidak ada teman cerita," jawab Bu Zana.


"Gak apa-apa Bu, sudah biasa," ujarnya sambil menutup pintu Mobil.


"Keysa, masuk ya Pa ngantuk," ucapnya.


"Huh, ngantuk melulu," jawabnya.


"Maklum Pa, sudah malam," keluhnya.


Keysa pun bergegas menuju Kamarnya, dan menghamburkan tubuhnya ke Kasur, tapi matanya sulit untuk terpejam walaupun ia berusaha untuk memejamkan kedua matanya.


"Sialan, mataku kok gak bisa tidur ya," gumamnya.


Keysa pun duduk termenung di sudut tempat tidurnya, sambil menatap langit-langit Kamarnya.


"Kok bisa ya Papa jatuh Cinta dengan Fany? apa sih kelebihannya hingga Papa ngotot ingin menikahinya?" tanyanya dalam hatinya.


Keysa pun bingung dengan apa yang dirasakannya pada Fany, ia sangat membencinya yang dulunya sangat menyayanginya.

__ADS_1


"Keysa harus bagaimana ya? tetap membencinya atau menerima Fany?" gumamnya.


Keysa pun tidak tau harus bagaimana, ia pun mondar - mandir sambil memaksa otaknya untuk menemukan satu solusi agar tidak menyakiti Papanya, ia tau betapa hancurnya perasaan Papanya kala menolak hubungannya dengan Fany yang sudah ia setujui.


"Ya Allah, tolong Keysa apa yang harus kulakukan," lirihnya dengan hati menjerit.


Keysa kembali ke tempat tidurnya, dan membaringkan tubuhnya dengan ketidakberdayaannya. Ia kembali memejamkan kedua matanya agar ia terlepas dari pikirannya yang membuatnya tidak berdaya.


"Mama, dimana Kamu? Keysa tak sanggup melihat Papa bersanding dengan Wanita lain," lirihnya tersedu.


Keysa merasa hidupnya hancur kala Papanya bersama dengan Fany, dan selalu memikirkannya dan berkunjung kerumahnya, tapi itu ia sembunyikan agar Papanya bahagia.


"Papa, kenapa harus menikah lagi sih, bukankah ia sudah memiliki Mama dan Keysa? Papa memang sangat keterlaluan," keluhnya.


Air matanya mulai mengalir membasahi wajahnya yang cantik itu, dan menyayangkan kenapa semua ini harus terjadi disaat ia fokus dengan segala cita-citanya, hingga tangisnya pecah sambil menatap Bingkai photo Mamanya yang terletak di sudut Kamarnya.


"Mama, lakukan sesuatu untuk Keysa? jangan biarkan Papa menikah lagi," ucapnya menangis.


Keysa pun semakin kehilangan akal sehatnya, merengek dan meminta pada Orang yang sudah tiada, berharap Mamanya melakukan sesuatu untuk membatalkan rencana pernikahan Papanya dengan Fany.


"Keysa tahu, apa yang harus kulakukan," gumamnya sambil meraih Ponselnya.


_________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2