
Menjadi Ayah tunggal memang tidak mudah, butuh perjuangan, ketekunan dan kesabaran ekstra. Mereka juga dituntut untuk tegar dan kuat, mereka membesarkan Anak sendirian tanpa didampingi pasangan hidup. Saat kesepian memuncak, saat kesedihan begitu menyiksa, terlintas di benak Orang tua untuk menikah lagi.
Begitu juga dengan Papa Aksa ia ingin mencari pasangan yang dapat menemani di sisa hidupnya dan mencarikan Sosok seorang Ibu untuk Keysa. Karena ia tau kehilangan Mama yang sangat ia sayangi merupakan sebuah pukulan berat bagi Keysa.
Walau ia tahu Keysa sulit menerima saat Papa Aksa ingin menikah lagi, rasa marah di dalam hati dan kesal dan bertanya-tanya mengapa Papanya menggeser Mamanya yang telah pergi untuk selama-lamanya, Keysa tidak semudah itu menerima kehadiran Orang lain dalam kehidupannya, terlebih menjadi bagian dari Keluarganya.
Tapi Papa Aksa sangat mengerti dengan penolakan Keysa, rasa takut dan sedih memang hal yang wajar, tapi di balik itu semua Papa Aksa juga sangat membutuhkan pasangan hidup dengan seseorang yang dicintainya, malam pun bergulir dengan cepat mereka pun kembali ke peraduannya masing-masing, Keysa nampak lebih tenang dan bahagia saat kebersamaannya dengan Papanya.
"Waktunya istirahat, Papa ngantuk ni," ucapnya sambil melirik Keysa dan Bu Zana.
"Iya Pa, Keysa juga ngantuk," jawabnya dengan matanya yang mulai merah menahan rasa ngantuknya.
"Ibu kok gak ngantuk ya?" ucap Bu Zana dengan matanya yang masih nampak cerah.
"Itu tandanya Ibu gak sehat lagi," jawab Papa Aksa bercanda.
"Justru Bapak dan Keysa yang gak sehat baru jam segini sudah ngantuk," ujarnya senyum.
"Mungkin Ibu terlalu banyak minum Kopi," lirih Keysa.
Bu Zana sejenak terdiam sambil menatap Keysa dalam-dalam.
__ADS_1
"Kayaknya hari ini Ibu gak minum Kopi," ucapnya senyum.
"Yang benar," jawabnya.
"Iya loh," ujarnya.
"Pa, Keysa duluan ya," ucapnya sambil berjalan menuju Kamarnya.
"Silahkan, jangan lupa berdoa ya," jawab Papa Aksa.
"Papa juga ya, jangan lupa berdoa," ujarnya.
"Siap Bos," ucapnya senyum.
"Mudah-mudahan Keysa tidak melakukan hal konyol lagi," bisik Bu Zana dalam hatinya.
Papa Aksa pun menarik nafasnya dalam-dalam sambil melirik kearah Keysa sampai Pintu Kamarnya tertutup, ia pun kembali menatap Bu Zana dan memohon untuk tetap memberikan pengertian pada Keysa tentang rencana pernikahannya dengan Fany.
"Bu, Saya minta tolong agar Ibu tetap memberikan pengertian pada Keysa, karena Ibu Orang yang paling dekat dengannya," ucapnya dengan tenang.
"Iya Pak, tapi sepertinya Keysa sudah tidak ada masalah lagi Pak," jawab Bu Zana.
__ADS_1
"Syukurlah Bu," ujarnya lega.
"Sebaiknya Bapak memberikan cinta dan Kasih sayang pada Keysa agar ia lebih kuat menghadapi stres," pintanya.
"Iya Bu," ucapnya singkat.
"Sesibuk apapun jangan lupa menyediakan waktu untuk menemaninya, mendengarkan keluh kesahnya, dan Bapak jangan bosan untuk tetap memberikan pengertian padanya perihal rencana pernikahan Bapak," ujarnya.
Papa Aksa menganggukkan kepalanya sambil memikirkan perkataan Bu Zana.
"Tapi yakinlah, seiring berjalannya waktu Keysa pasti bisa menerima kehadiran Fany, karena Fany sangat menyayanginya dan ia seorang Wanita hebat," ucap Bu Zana dengan yakin.
"Berarti pilihan Saya tidak salahkan Bu?" tanyanya.
"Tidak Pak, karena Fany seorang Wanita yang berhati mulia, sama dengan mendiang Bu Retno, dan Bapak beruntung bisa memilikinya," jawabnya tegas.
Papa Aksa nampak bangga dan yakin bahwa Fany adalah jodoh yang ditetapkan oleh yang maha kuasa setelah Istrinya pergi untuk selama-lamanya dan ia pun ingin cepat-cepat
menikahi Fany tanpa mengulur waktu lagi.
____________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
Ma