
Papa Aksa tersenyum saat melihat keakraban Keysa dan Fany yang membuatnya yakin bahwa Fany adalah orang yang tepat untuk Ibu sambung buat Keysa, lalu Papa Aksa memeluk Keysa dan Fany penuh dengan kasih sayang dan berharap lebih akrab lagi setelah Fany resmi menjadi Istrinya sekaligus Ibu sambung buat Keysa putri kesayangannya.
"Ayok kita pulang," ucapnya sembari mengandeng Keysa dan Fany.
Fany dan Keysa saling memandang dengan senyum manis menghiasi wajahnya cantiknya.
"Iya Pa," jawab Keysa.
Mereka pun berjalan beriringan menapaki jalan setapak dengan hati-hati.
"Papa gak kerja?" tanya Keysa penasaran.
"Kerja, tapi Fany menelepon Papa," jawabnya singkat.
"Tapi Keysa kan gak kemana-mana Pa," lirihnya.
"Iya, tapi Fany kuatir Keysa kenapa-kenapa," ucapnya.
"Sudah Papa balik Kantor lagi," tutur Keysa.
"Gak usah, Papa sudah minta ijin," sahutnya.
Papa Aksa pun melajukan Mobilnya sambil membiarkan kaca Mobil terbuka, semilir angin menyapa wajah tampannya membuat hatinya kembali tenang. Sesekali melirik Fany dengan senyum dan sangat berterimakasih dengan segala kebaikan dan kesabarannya menghadapi sifat Keysa yang manja itu.
"Pa, makan yok," ucap Keysa senyum.
__ADS_1
"Bungkus saja ya, Kita makan di Rumah saja," jawab sambil melirik Keysa.
"Boleh," sahut Keysa.
Papa Aksa pun memarkirkan Mobilnya disalah satu Restoran mewah.
"Biar Fany yang beli," ucapnya sambil membuka pintu Mobil.
"Lauk apa ya Om," tanya Fany.
"Ayam bakar," jawabnya.
"Keysa lauk apa?" tanyanya.
"Sama saja biar cepat," lirihnya.
"Mbak, menghayal ya?" ucapnya senyum.
"Gak Mbak," jawabnya tersipu.
"Mbak lihat pasangan itu ya?" tanyanya sambil melirik pasangan Suami Istri itu.
"Iya Mbak, romantis sekali," jawabnya tersendat.
"Iya Mbak, walau umur mereka terpaut jauh tapi tetap bahagia dan romantis, pasangan itu pemilik Restoran ini," tuturnya.
__ADS_1
"Oh iya?" tanya Fany kagum.
"Perbedaan usia tidak menjadi penghalang untuk menjalin suatu hubungan Mbak," ucapnya senyum.
Ucapan Pelayan itu menyentuh hati Fany hingga menatapnya dengan mata tidak berkedip. Perbedaan usia diantara mereka tidak mengurangi rasa percaya diri tetapi mereka membuktikan perbedaan usia membuatnya lebih enjoy. Setelah beberapa saat Fany pun meninggalkan Restoran sambil senyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajah Papa Aksa, hingga Fany tidak menyadari sudah berada didalam Mobil.
"Fany, kenapa" tanya Papa Aksa heran melihat Fany senyum-senyum sendiri.
"Gak apa-apa Om," jawab Fany kaget.
"Kok senyum-Senyum sendiri?" tanyanya penasaran.
"Lihat Cowok ganteng ya," sahut Keysa senyum.
"Enggak kok," jawabnya tersipu.
"Hayo, jujur," ucap Papa Aksa dengan raut wajah cemburu.
"Benar, gak ada apa-apa Om," tuturnya tanpa menoleh kearahnya.
"Okelah kalau tidak mau jujur," ucapnya kesal.
Fany pun menundukkan kepalanya dengan rasa gelisah, rasanya ingin menceritakan kejadian tadi tapi Fany malu dengan keberadaan Keysa. Sementara wajah Papa Aksa nampak kesal dengan ketidakjujuran Fany membuatnya kesal dan penasaran, hingga sifat humorisnya sekejap hilang ditelan Bumi tanpa meninggalkan jejak.
_________________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏
di