
Tak mudah berada di sebuah dunia baru dengan segala sesuatunya juga serba baru, begitu juga dengan Papa Aksa yang harus mandiri dalam menyiapkan segala sesuatunya, harus nyetel alarm agar tidak telat bangun, selalu sarapan di Kantor, dan harus mengacak-acak lemari untuk memilih pakaiannya.
Saat Istrinya meninggal, Papa Aksa kewalahan untuk mengurus dirinya, karena mendiang Istrinya sangat memanjakannya, hingga semua keperluannya sudah disiapkan olehnya, sebelum Papa Aksa bangun, sarapan sudah tersedia di Meja makan, dan baju untuk ke Kantor sudah tersedia di tempat tidur, sekarang Papa Aksa harus melakukannya sendiri tanpa bantuan siapapun.
"Beginilah kalau Istri gak ada, semua sendiri," gumamnya sambil berlari menuju Kamar Keysa.
Tok,,, tok,,, tok
"Keysa, bangun! Papa berangkat kerja ya," ucapnya sembari berteriak.
"Iya, Pa," jawabnya sambil membuka pintu kamarnya sambil mengusap kedua matanya.
"Keysa, jangan lupa makan ya," ujarnya sambil bergegas menuju garasi Mobilnya.
"Hati-hati, ya Pa," ucapnya.
"Iya, jaga Rumah ya," jawabnya sambil melajukan Mobilnya meninggalkan Keysa yang masih berdiri di Pintu.
Keysa pun beranjak lalu menghampiri Bu, Zana yang sibuk beres-beres di dapur.
"Bu, masak apa," tanyanya.
"Belum masak, tadi Gasnya habis, ini baru beli," jawabnya.
"Keysa, lapar Bu," lirihnya.
"Warung Gas depan, bukanya lama," ucapnya.
"Bu, boleh minta tolong masakin Keysa Mi instan," pintanya.
"Boleh," ucapnya.
Keysa pun beranjak untuk segera mandi, dan membereskan kamarnya yang berantakan. Setelah selesai mandi Keysa pun kembali ke dapur.
__ADS_1
"Sudah masak Bu?" tanyanya.
"Ya, sebentar," jawabnya.
Keysa pun duduk di Meja makan sambil menunggu Bu, Zana membawakan semangkok Mi Instan.
"Ini, silahkan makan," ucap Bu Zana dengan sopan.
"Terimakasih ya Bu," jawabnya.
"Sama-sama," ujarnya sambil bergegas ke dapur.
"Bu, jangan pergi, temani Keysa makan," ucapnya memohon.
Bu Zana membalikkan tubuhnya, dan duduk disampingnya.
"Ibu, sudah sarapan?" tanya Keysa.
"Sudah tadi dari Rumah," jawabnya.
"Iya, Keysa," jawabnya.
Bu Zana sudah dianggap seperti keluarga sendiri, dan sudah lama bekerja di Rumah keluarga Papa Aksa, Keysa pun sangat menyayanginya karena Bu Zana sudah membantu Mamanya untuk merawatnya dari bayi, begitu juga dengan Bu Zana sudah menganggap Keysa seperti Anak sendiri hingga menuruti segala keinginannya.
"Fany, kemana ya?" tanyanya.
"Sudah pulang Bu," jawabnya.
"Pantas, beberapa hari ini gak kelihatan," ujarnya.
"Ibu, suka dengan Fany?" tanyanya.
"Iya, Fany Anaknya sopan dan rajin," jawabnya.
__ADS_1
"Oh, begitu ya Bu," ujarnya.
"Iya, Ibu suka dengan kepribadiannya yang dewasa dan tidak tidak sombong itu," tuturnya.
"Tapi, Fany ingin merebut Papa, Bu!" ucapnya
"Hehe, bisa saja kamu," jawabnya senyum.
"Ibu gak percaya?" tanyanya.
"Gak, jangan-jangan Papamu yang suka dengan Fany," jawabnya.
"Fany, gak level Papa lah," ucapnya angkuh.
"Keysa, jangan ngomong begitu, Fany Anak yang baik," jawabnya sambil menatapnya.
"Ah, Ibu sama saja dengan Papa," gumamnya.
"Memang benarkan, Fany memang Anak baik dan penyabar," lirihnya.
"Baik, ada maunya Bu," ucapnya ketus.
"Sudah, makan dulu nanti saja ceritanya," jawabnya.
"Gak selera lagi Bu," ucapnya sambil mendorong mangkok Mie nya.
"Loh, katanya lapar," jawabnya.
"Gak lagi Bu," ucapnya sambil beranjak dari duduknya.
"Ada yang salah ya, dengan ucapan ku," bisiknya dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.
Keysa merasa dunia sangat membencinya, dan tidak menginginkannya, hatinya benar-benar hancur saat Bu Zana dan Papanya sangat menyukai Fany, dengan segala kelebihannya.
__ADS_1
____________________________________________
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏