Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 185


__ADS_3

Keysa mulai tidak dapat mengontrol emosinya, ia berlari mengejar Fany sambil menarik tubuhnya kasar.


"Kamu mau kemana?" tanyanya kasar.


"Memanggil Bu Zana, biar Papamu di bawa ke Rumah Sakit," jawabnya.


"Tidak perlu, biar aku yang mengurus semuanya, karena kalian berdua sama - sama Wanita murahan," teriaknya.


Bu Zana pun kaget saat mendengar suara ribut di depan pintu kamarnya, lalu menghampirinya.


"Ada apa ini?" tanyanya panik.


"Diam, ini bukan urusanmu," jawabnya ketus.


Bu Zana menghentikan langkah Keysa dan memegang erat tangan Keysa.


"Ibu gak bakalan lepaskan tanganmu, sebelum kamu jawab pertanyaan ku," ujarnya.


Fany menghampiri Papa Aksa dan meminta Bu Zana untuk segera menelepon Ambulans.


"Bu, tolong panggilkan Ambulans," pintanya menangis.


Bu Zana panik saat melihat Papa Aksa terletak di lantai.


"Sebenarnya ada apa, Bu?" tanyanya.


"Keysa, melarang ku menelepon Ambulans," jawabnya sedih.


"Kenapa? apa dia ingin Papanya meninggal?" tanyanya sedih.


'Gak tau, Bu," jawabnya.


Mendengar kata - kata itu, Bu Zana langsung melepaskan tangan Keysa, dan menatapnya tajam.

__ADS_1


"Jangan mentang - mentang kamu anak Orang kaya, memperlakukan Orang dengan seenak hatimu," ucapnya dengan bibir gemetar.


"Masalah buat kamu," teriaknya.


"Jelas masalah, karena Papamu bisa meninggal," ucapnya.


"Biar Keysa yang mengurus Papa, aku tak butuh bantuan kalian," jawabnya.


"Dasar keras kepala," ucapnya mencibir.


"Bu, cepat panggil Ambulans," teriak Fany.


"Dimana Ponselnya?" tanyanya.


"Ambil Ponsel Bapak di kamar," perintah Fany.


Bu Zana bergegas lalu menelepon Ambulans, setelah beberapa saat Ambulans tiba, dan membawa Papa Aksa ke Rumah Sakit untuk segera mendapat pertolongan. Sepanjang perjalanan Fany menangis dan berdoa dengan khusuk agar Papa Aksa selamat.


"Doakan Bapak, Bu," pintanya.


"Ya Bu, pasti," ucapnya tegas.


"Ya Allah, mengapa semua ini harus terjadi," gumamnya lembut.


"Bu, jangan pernah menyalahkan takdir," lirihnya.


"Begini rasanya jadi Ibu tiri, benar pun selalu salah," ucapnya kesal.


*******


Setelah menempuh perjalanan satu jam, Ambulans tiba di Rumah Sakit, Papa Aksa segera dibawa keruangan Emergency untuk mendapatkan perawatan, Fany dan Bu Zana menunggu di luar dengan cemas sembari berdoa pada yang Maha Kuasa, Fany menangis dengan kebingungan, ingin rasanya berontak dan berteriak, tapi tidak mungkin ia lakukan karena kondisi yang tidak mengijinkan.


Ia hanya bisa bersabar menanti hasil pemeriksaan Dokter, Fany merasa lelah karena semalaman ia tidak tidur karena terus memikirkan penyakit Papa Aksa Suaminya.

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan, Dokter Lee memanggil Fany, jantungnya berdetak kencang dengan seribu pertanyaan dalam hati.


"Ada apa dengan Suamiku, ya Allah," bisiknya dalam hati.


Fany membuka pintu pelan - pelan, dan menarik nafasnya dalam-dalam, Papa Aksa hanya diam saja, tapi air matanya mengucur deras membasahi wajahnya yang pucat, Fany memeluknya erat agar ia kuat menjalaninya.


Dokter Lee masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah senyum kemudian berkata, ' Bapak harus segera di operasi, Bu."


"Masya Allah, kuatkan hati ini...!" gumamnya menangis, hatinya seakan remuk mendengarnya, hatinya hancur.


"Bu, bagaimana?" tanyanya tegas dan meminta Fany untuk menjawab.


Fany langsung memegang tangan Papa Aksa, dengan tangan yang dingin dan gemetar.


"Apa tidak ada cara lain selain operasi Dokter?" tanyanya tegas.


"Tidak Bu, operasi adalah jalan terakhir untuk kesembuhan, Pak Aksa," jawabnya.


"Walaupun aku tidak bisa diskusi dulu dengan Imam ku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui batin, untuk kebaikan dan kesembuhan Suamiku, aku setuju Dokter." lirihnya sedih.


"Baik Bu, sebelum Bapak melakukan Operasi, hari ini harus puasa." perintah Dokter Lee.


"Baik, Dokter," jawabnya singkat.


Tak tahan lagi, air matanya turun, ia berjalan sangat cepat keluar dari kamar dan langsung menghampiri Bu Zana.


"Bu, Bapak mau operasi." ucapnya tersedu.


"Kita berdoa, mudah - mudahan operasinya berjalan dengan lancar, Bu," jawabnya membalas pelukan Fany.


*************


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2