Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 166


__ADS_3

Menikahi pasangan yang sudah memiliki anak menjadi hal yang menantang, menjadi Ibu tiri atau Ibu sambung memang tidak mudah, selalu ada anggapan buruk yang menyertainya. Kehadirannya dianggap sebagai perusak Rumah tangga dari anak - anak bawaan Suaminya, padahal Fany bertemu, dan mengenal, dan jatuh cinta pada Papa Aksa setelah Bu Retno meninggal.


Fany yang belum pernah menikah, dan punya anak sebelumnya, tidak mudah baginya untuk mengasuh Keysa, apalagi Keysa sudah besar dan sebaya dengannya, ia berpikir naluri keibuannya akan terbawa sebagai respon memiliki anak - anak tirinya, nyatanya tidak.


Ada beberapa hal yang berkecamuk dalam benak Fany, di satu sisi, ia mencoba menjadi Orang tua yang keren dan hebat menangani masalah Keysa dengan merahasiakan apa yang dilakukan Keysa padanya, tapi di sisi lain, ia juga ingin memberitahu Papa Aksa Orang tua kandungnya, karena bagaimanapun Papa Aksa berhak tau perbuatan Keysa yang tidak memiliki etika itu.


"Tapi jika aku memberi tahu pada Mas Aksa, bahwa tanganku terluka adalah perbuatan Keysa, Keysa akan semakin membenciku dan merasa dikhianati, ah, ini situasi yang sulit," bisiknya dalam hati.


"Sayang! kok malah bingung?" tanyanya senyum.


"Oh, gak Mas, cuma kepikiran Keysa," jawabnya singkat.


"Sudah gak usah dipikirkan, Keysa pasti baik - baik saja setelah menerima Donor darah dari kamu," ujarnya meyakinkan.


"Iya Mas, mungkin karena terlalu mengkuatirkan Keysa," lirihnya.


"Sayang, jawab dong pertanyaan, Mas!" ucapnya penasaran.


Fany dengan tatapan kosong, menarik nafasnya dalam - dalam, dan meyakinkan dirinya ucapannya itu tidak akan membuat Papa Aksa marah dan terluka, ia hanya memikirkan Keysa tanpa memperdulikan perasaannya dan Papa Aksa Suaminya.


"Sayang, ayok dong, Mas gak sabar untuk mendengarkannya," pintanya.

__ADS_1


"Mas, setelah kupikir- pikir, sebaiknya kita berpisah untuk sementara waktu demi Keysa," ucapnya hati - hati.


"Apa? apa kamu sudah gila?" teriak Papa Aksa.


"Tenang dulu Mas, inikan hanya untuk sementara waktu," jawabnya.


"Apa kamu pikir sebuah pernikahan itu sebagai uji coba?" tanyanya.


"Kehadiranku di mata Keysa selalu salah, dan tidak menganggap ku sama sekali, bahkan ia sangat membenciku," jawabnya tersedu.


"Itu salah, Keysa tidak pernah membencimu, itu hanya perasaan kamu saja," ujarnya.


"Tidak Mas, ia bahkan tega menyakiti aku," ucapnya menangis.


"Iya, ia tega menyakiti aku, hingga tanganku terluka dengan sebuah Cutter," jawabnya tegas.


"Ya ampun, kenapa tidak memberitahu ku?" ucapnya kesal.


"Maafkan aku Mas, aku tidak ingin membuat Mas terluka, dengan perbuatan, Keysa," jawabnya.


"Kamu salah, ini sudah keterlaluan," ujarnya sambil berlari menuju ruangan Keysa.

__ADS_1


"Mas...! jangan lakukan itu, Keysa tidak bersalah tapi aku yang salah, sudah mengambil Mas, dari Keysa," ucapnya sembari menarik tubuh kekarnya.


"Sayang, perbuatan Keysa tidak bisa dimaafkan, ini sudah keterlaluan," jawabnya sedih.


"Iya Mas, tapi jangan pernah memarahi Keysa, aku iklhas dan sudah memaafkannya," lirihnya sedih.


"Sayang, aku tau kamu sangat menyayangi Keysa, tapi bukan begini caranya menutupi kesalahannya," ucapnya tegas.


"Maafkan aku Mas, aku sudah berjanji pada Keysa untuk pergi dari rumah, asal ia tidak menyakiti dirinya lagi," jawab Fany.


"Apa? kamu akan meninggalkan, Mas?" tanyanya.


"Iya Mas, demi kebaikan kita semua," jawabnya tegas dengan sorot matanya yang berbinar-binar.


"Mas, sangat kecewa dengan keputusanmu ini," lirihnya.


"Suka gak suka, Fany harus pergi, Mas," gumamnya.


"Sayang, apa kamu tidak sadar ucapan mu itu menyakiti perasaan ku?" tanyanya sembari mengguncang tubuhnya dengan lembut.


________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏🙏


__ADS_2