Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab dua puluh enam


__ADS_3

Setelah beberapa menit Fany pun keluar dari kamar mandi, dengan mengenakan stelan baju tidur warna pink dengan rambut dihiasi dengan bando membuat Fany nampak cantik walau tanpa polesan make-up. Senyum mengembang diwajahnya menghampiri Keysa dan Papa Aksa yang duduk santai diruang tamu, hal yang sama terjadi juga menyambut kehadiran Fany.


"Kamu cantik," ucap Keysa menggoda.


"Terimakasih," jawabnya tersipu.


Fany pun duduk lalu meraih Majalah yang ada di atas Meja lalu membacanya, sesekali Papa Aksa meliriknya sambil tersenyum mengangumi kecantikannya yang alami tanpa polesan makeup.


"Makan apa kita," tanya Papa Aksa sambil melirik Keysa dan Fany bergantian.


Fany melirik Keysa sambil menyenggol lengannya yang sibuk dengan ponselnya hingga tidak menghiraukan ucapan Papanya.


"Ada apa?" tanya Keysa kaget.


"Om, nanya makan apa!" ucapnya setengah berbisik.


"Oh, terserah Papa lah," ucap Keysa senyum.


"Kok terserah Papa?" jawabnya.


"Gimana kalau Fany masak nasi goreng," ucap Keysa.


"Boleh," jawab Keysa singkat.


"Om, suka Nasi goreng?" tanyanya.


"Suka, apalagi Fany yang masak," jawabnya senyum.


Fany pun beranjak dari duduknya menuju dapur. dengan hobinya memasak Fany dengan cepat menyiapkan segala sesuatu agar Nasi goreng enak dan gurih. Saat Fany sibuk menyiapkan segala sesuatunya tiba-tiba Papa Aksa sudah berdiri tegak disampingnya, Fany pun kaget hingga telur ditangannya jatuh kelantai, dengan cepat Fany mengambilnya bersamaan dengan Papa Aksa membuat tangan mereka saling berpegangan dengan mata saling memandang.

__ADS_1


"Maaf Om," ucap Fany tersendat.


"Gak apa-apa, Om yang salah datang dengan diam-diam," jawabnya.


Fany membersihkan lantai dengan cepat dengan tangan gemetaran.


"Biar Om yang bersihkan, Fany memasak saja," ucapnya sambil mengambil kain pel.


"Iya Om," jawabnya.


Fany menghidupkan kompor lalu memasaknya dengan hati-hati.


"Hem, aromanya sungguh menggoda pasti enak," ucapnya senyum.


Fany hanya tersenyum sambil meliriknya dengan jantung berdebar saat tubuh Papa Aksa bersentuhan dengannya.


"Biar Om bantu," jawabnya sambil mengambil piring.


"Gak usah Om, biar Fany saja," sahutnya.


"Gak apa-apa Sayang," ucapnya menggoda.


"Om! awas Keysa dengar Lo," jawabnya sambil meliriknya.


"Emang kenapa?" tanyanya.


"Keysa pasti marah, dengan panggilan Sayang Om itu," ucapnya ketus.


"Alasannya?" tanyanya.

__ADS_1


"Karena Fany Sahabatnya!" jawabnya.


"Justru Sahabatnya Keysa gak marah!" ucapnya senyum.


"Pokoknya Fany gak suka jika Om panggil Fany Sayang titik," jawabnya jengkel.


"Iya, Om gak panggil Sayang kalau Keysa ada," ucapnya.


Tiba-tiba Fany tersulut emosi dengan keisengan Papa Aksa.


"Maaf ya Sayang, Om bikin Fany kesal," ucapnya sambil menepuk lengannya.


Amarahnya reda saat mendengar suaranya yang lembut dengan ucapan minta maaf membuat hatinya tersentuh dan ingin bersandar di dadanya yang bidang dan berbulu itu. Tatapan matanya yang sendu membuat Fany tidak bisa mengontrol dirinya hingga memeluknya dengan erat.


"Maafkan Fany ya Om," lirihnya.


Papa Aksa pun menyambut pelukannya hingga mereka saling berpelukan dengan mesra, mata mereka saling memandang tanpa sepatah kata hanya sorotan matanya menyimpan suatu rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


"Om, Sayang Fany," ucapnya sambil mencium keningnya dengan mesra.


"Terimakasih Om," jawabnya singkat.


"Hiduplah denganku," ucapnya haru.


Fany yang belum pernah mengenal cinta sama sekali menganggap setiap ucapannya hanya sekedar iseng dan humor, walau hatinya mulai nyaman dengan kebersamaannya selama ini, tapi Fany menepis semua rasa itu dan tidak berharap jauh karena sadar dengan keadaannya.


_______________________________________________


jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2