Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab tiga puluh empat


__ADS_3

Setiap orang memiliki kisah perjalanan yang berbeda, perihal jodoh, maut, dan rejeki merupakan ketetapan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Kisah pertemuan sepasang kekasih terkadang berawal dari hal-hal yang tidak terduga.


Selama ini Fany merasa Papa Aksa lebih bisa mengayomi nya, dan menjadi pihak yang lebih dewasa dalam menjalani hubungan, karena mungkin sudah berpengalaman tau bagaimana mentreat supaya Fany nyaman. Ketika ada kesalahan pun Papa Aksa menyampaikannya baik-baik. Itulah yang membuat Fany tidak ada alasan untuk menolak cintanya.


"Fany, dimana?" panggil Keysa sembari menjerit.


Jantung Fany berdetak kencang saat Keysa tiba-tiba memanggilnya.


"Ada apa Keysa?" tanyanya gugup.


"Kok panik gitu?" tanya Keysa senyum.


"Gak apa-apa," jawabnya.


"Ada gak Fany lihat dompetku?" tanya Keysa mengacak-acak lemarinya.


"Gak," jawab Fany lega.


"Kemana ya Keysa letak?" tanyanya.


"Lupa kali Keysa letak dimana?" tanya Fany.


"Iya, tapi dimana ya?" tanyanya sambil berpikir sejenak.


Tiba-tiba Keysa beranjak lalu menuju Kamar mandi.


"Ini Dompetku," ucapnya tertawa.


"Dasar ya, bikin kaget saja," Jawab Fany kesal.


"Maafin Keysa ya," ucapnya tersenyum.

__ADS_1


"Iya," jawabnya.


Mereka pun tertawa sambil sambil kejar-kejaran Seperti Anak kecil membuat suasana kamar ribut, membuat Papa Aksa menghampirinya.


Tok,, tok,, tok


"Keysa, Fany ada apa?" tanyanya sembari menjerit.


Tiba-tiba Kamar hening saat mendengar Papanya mengetuk pintu kamarnya.


"Gak ada apa-apa Pa!" jawabnya.


"Kok ribut?" tanyanya.


"Fany ngorok Pa," jawab Keysa tersenyum.


"Masa anak Gadis ngorok," gumamnya sambil meninggalkan kamarnya.


Fany pun kembali mengejar Keysa sambil menjerit memanggilnya membuat Papa Aksa membalikkan tubuhnya dan kembali menghampirinya.


"Iya Pa," Jawab Keysa sambil membuka pintu kamarnya.


Papa Aksa kaget saat melihat seisi kamar berantakan, dengan rambut acak-acakan.


"Kalian kenapa?" tanyanya sambil memandang mereka secara bergantian.


"Cuma bercanda Pa," jawabnya.


"Bercanda kamar kayak Kapal pecah," gumamnya.


Fany dan Keysa sejenak terdiam sambil menahan rasa geli nya, dengan mata saling bertatapan.

__ADS_1


"Fany Pa!" ucap Keysa.


"Gak Om Keysa!" jawabnya sambil menunjuk kearahnya.


"Siapa kalian yang benar," ucapnya panik.


Keysa dan Fany menundukkan kepalanya dan berharap Papanya segera keluar.


"Fany yang salah Om," lirihnya.


"Sudah-sudah kalian seperti anak kecil," gumamnya sambil melangkahkan kakinya.


Fany dan Keysa pun segera membereskan kamarnya sambil tertawa tanpa mengeluarkan suara, setelah selesai Fany pun keluar dengan wajah senyum-senyum sendiri. Sementara Papa Aksa dengan santainya duduk di taman belakang menikmati indahnya aroma bunga yang warna-warni sambil memikirkan apa yang harus diucapkannya terhadap Keysa tentang hubungannya dengan Fany agar keputusannya tidak menyakiti perasaannya. Papa Aksa tiba-tiba tersentak saat Fany menghampirinya dengan segelas kopi ditangannya.


"Om, ini kopinya," ucapnya sambil meletakkan di atas meja.


"Oh, terimakasih ya," jawabnya.


"Kok melamun Om?" tanya Keysa.


"Gak, Om hanya berpikir apa yang harus Om sampaikan agar Keysa tidak marah dan tersinggung," jawabnya singkat.


"Gimana kalau kita ke Villa Om," ucapnya


"Bagus juga ide Kamu," ucapnya senang.


"Oke, nanti malam Kita kesana," jawabnya.


Papa Aksa yakin Villa adalah tempat yang cocok untuk menyampaikan keinginannya pada Keysa, karena dengan suasananya yang nyaman dan sejuk membuatnya lebih tenang berpikir dengan segala keputusan Papanya.


___________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏


"


__ADS_2