Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab empat puluh lima


__ADS_3

Fany nampak gelisah, sambil mondar-mandir mengelilingi Kamar Papa Aksa, jantungnya berdetak kencang membayangkan kenikmatan yang belum pernah dirasakannya.


"Jangan marah ya, Om khilaf," ucapnya.


"Iya Om, tapi lain kali jangan lakukan itu" jawabnya ketus.


"Iya, Om janji," ujarnya tersenyum sambil menatapnya lembut.


"Duduklah di sampingku, Kita habiskan malam ini bersama," ucapnya.


Fany tersenyum dan masih berdiri tegak di sudut ruangan sambil menatapnya, Papa Aksa beranjak dari duduknya menghampiri Fany dengan hati-hati.


"Sekali lagi Om minta maaf ya," ucapnya.


"Iya Om," jawabnya singkat.


Mereka pun kembali duduk berdampingan di Sofa yang ada disudut kamarnya.


"Tidurlah, Kamu lelah," ucapnya sambil menarik kepala Fany dengan lembut.


"Tidak Om," jawabnya sambil menarik tubuhnya.


Papa Aksa menarik nafasnya dalam-dalam seakan menyesali perbuatannya itu yang membuat Fany marah dan tersinggung, sementara Fany membisu dengan pandangan kosong dan sesekali melirik jam tangannya yang melingkar ditangannya.


"Kamu masih marah?" tanyanya.


"Gak Om," jawabnya singkat.


"Kok diam?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Fany malas bicara Om," ujarnya.


Papa Aksa bingung harus berbuat apa-apa saat Wanita yang sangat dicintainya marah dengan sikapnya itu, lalu Papa Aksa beranjak sambil mengacak rambutnya dengan rasa frustasi.


"Maafkan Aku,," Papa Aksa meneteskan air mata nya.


Fany sedih saat melihatnya meneteskan air mata, karena semua apa yang dilakukannya tidaklah kesalahannya sendiri tapi juga Fany yang memberikan kesempatan kepadanya.


"Om," ucapnya sambil menghapus air matanya dengan ibu jarinya.


Sontak Papa Aksa mencium tangannya dengan Isak tangisnya.


"Om melakukan itu bukanlah karena nafsu, tapi karena rasa Sayang dan cintaku yang tulus untukmu," tuturnya dengan lembut.


"Fany ngerti Om, sudah lupakan saja," ucapnya singkat.


Fany menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, menyambut pelukan hangat itu.


"Terimakasih ya, Kamu segalanya untukku," ucapnya terharu saat melihat Fany kembali tersenyum.


"Sama-sama Om," lirihnya.


Sifat romantisnya kembali meluluhkan hatinya membuat suasana kembali hangat di hiasi dengan sosok humorisnya yang tinggi.


Waktu pun bergulir dengan cepat, mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, menembus kaca jendela Kamar Papa Aksa, Fany pun kembali ke kamarnya untuk membenahi semua pakaiannya, dan segera akan meninggalkan Villa, sementara Papa Aksa menuju Kamar Keysa untuk segera membangunkannya.


Tok,,, tok,,, tok.


"Keysa, bangun, ayok kita pulang," panggilnya sembari menjerit sambil menunggunya di pintu kamarnya.

__ADS_1


"Iya Pa," jawabnya sambil membuka pintu kamarnya.


"Buruan mandi," ucapnya sambil meninggalkannya yang masih berdiri tegak di pintu kamarnya sambil mengusap kedua matanya yang sembab.


"Dasar si Papa selalu buru-buru," bisiknya dalam hati sambil menutup pintu kamarnya.


Keysa bukannya mandi tapi menarik kembali selimut menutupi sekujur tubuhnya, tanpa menghiraukan perkataan Papanya. Sementara Fany dan Papanya sudah menunggunya di Taman sambil menikmati segelas Susu coklat panas kesukaan Keluarga Papa Aksa.


"Om, Keysa kok lama banget ya," ucap Fany singkat.


"Maklumlah, Keysa super lelet," jawabnya tersenyum.


"Emang sinyal Om?" ujarnya.


Papa Aksa tertawa lebar, sambil menikmati sinar Mentari pagi yang begitu cerah menyinari pekarangan Villa yang dikelilingi oleh warna-warni bunga membuat suasana Villa lebih indah, Villa peninggalan dari Ayah mendiang Istrinya Bu, Retno, yang menyimpan sejuta kenangan manis.


"Om, Keysa Kita susul yok," ucap Fany.


"Bentar lagi juga datang," jawabnya sambil meneguk Susu coklat panas buatan Fany.


Mereka kembali bercerita sambil menunggu Keysa keluar dari kamarnya, sesekali Fany meliriknya dengan tatapan manja mengagumi kepribadiannya yang menawan. Walau umurnya tidak muda lagi tapi Sifat Romantisnya masih melekat padanya.


Setelah menunggu hingga lebih dari satu jam, Papa Aksa dan Keysa kembali kuatir dengan Keysa.


"Ada apa dengan Keysa ya?" bisiknya dalam hati sambil mempermainkan ujung kukunya.


_________________________________________


jangan lupa like, vote dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2