Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 118


__ADS_3

Supir angkot yang ternyata seorang Mahasiswa itu mulai nampak akrab dengan Papa Aksa, mereka berbagi cerita dengan kisah hidup masing-masing diiringi dengan canda tawa.


"Ridho, tetaplah menjadi diri kamu sendiri, jangan biarkan siapapun merubah mu hanya sebab ketamakan, Kamu lebih tau apa yang Kamu mau dalam hidup, teruslah berjalan sampai nanti Kamu menemukan sesuatu yang disebut kebahagiaan," ucap Papa Aksa tegas.


"Iya Pak, Saya akan berusaha," jawabnya.


"Selama ini Kamu sudah melakukannya dengan baik, bahkan ketika Orang-orang menghakimi, Kamu selalu bertahan dengan keyakinan mu, Kamu adalah salah satu petarung terkuat yang pernah Saya tahu, Saya salut," ucapnya sambil menepuk pundaknya dengan lembut.


Supir Angkot pun bangga dengan segala pujian Papa Aksa membuatnya salah tingkah, dan semakin percaya diri untuk meraih segala impiannya.


Tiba-tiba Keysa menghampiri Papanya dengan penasaran, saat melihat keakraban yang terjadi diantara mereka.


"Pa, yok Kita berangkat," ucapnya hati-hati.


"Oh iya, kenalkan ini Keysa, Putri Bapak satu-satunya," ucapnya senyum.


Supir Angkot menatapnya dengan kagum atas kecantikan yang dimiliki Keysa hingga matanya tidak berkedip.


"Wow, cantiknya baru kali ini Saya melihat Gadis secantik ini, kulitnya putih bersih dengan bodinya mirip Gitar Spanyol, dan memiliki mata yang indah," bisiknya dalam hati.


"Loh, kok bingung," tanyanya melihat mereka yang hanya saling memandang.


"Perkenalkan, Saya Ridho,' ucapnya sambil menjabat tangannya yang halus bak sutra.


"Keysa," jawabnya singkat.


"Sekolah dimana?" tanyanya.

__ADS_1


"Baru tamat SMA," ujarnya.


"Oh begitu ya," ucapnya gugup saat berhadapan dengan Keysa.


"Putri Bapak sangat cantik ya," ucapnya kagum.


"Hehe, terimakasih buat pujiannya," jawabnya sambil melirik Keysa.


"Ayok Pa, sudah siang ni," ucapnya manja.


"Iya, tunggu sebentar," jawabnya sambil meraih dompetnya dan mengambil selembar Kartu nama.


"Ridho, ini Kartu nama Saya, semua biaya bengkel Saya akan tanggung," ucapnya tegas.


"Gak usah Pak, biar Saya yang mengurusnya," jawabnya.


Dengan tangan gemetar ia pun mengambilnya sambil menatapnya dalam-dalam, ia tidak menyangka Orang yang ia maki-maki ternyata memiliki hati yang sangat baik, ia merasa bersalah dan sangat menyesal dengan semua tindakannya yang gegabah itu.


"Terimakasih ya Pak, atas semua kebaikan Bapak, sekali lagi Saya minta maaf," ucapnya gugup.


"Iya, tapi Kamu harus ingat, Kamu harus berhasil demi Ibumu," jawabnya.


"Iya Pak, Saya akan berusaha semaksimal mungkin demi Ibu," ujarnya haru.


"Oke, Kita berangkat dulu ya, karena masih ada yang harus Saya kerjakan," ucapnya tegas.


"Iya Pak, hati-hati ya," jawabnya senyum.

__ADS_1


"Iya, Kamu juga hati-hati," ujarnya.


Papa Aksa pun membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Supir Angkot yang masih berdiri tegak dengan wajah bingung, setelah beberapa langkah Papa Aksa pun menoleh kearahnya dan memanggilnya.


"Ridho, kemari lah," panggilnya.


Ridho pun bergegas menghampirinya dengan wajah penasaran.


"A,,ada Pak," jawabnya panik.


"Ada nomor rekeningnya?" tanyanya.


"Ada Pak," jawabnya bingung.


"Tolong tuliskan ya," Ucapnya sambil menyodorkan Ponselnya.


"Untuk apa Pak!" tanyanya dengan mata melotot.


"Saya akan membayar biaya Kuliah mu yang tertunggak," jawabnya tenang.


"Gak Pak, Saya bisa mencarinya sendiri," ucapnya ketus.


"Ini Saya lakukan demi Ibu Kamu, Saya iba dengan keadaannya," jawabnya.


Ridho pun tidak tau harus berkata apa-apa, mendengar ucapan Papa Aksa ia seakan menjerit sekencang-kencangnya sebagai luapan rasa bahagianya, tak terasa air matanya mengucur deras dan berlutut di kaki Papa Aksa.


__________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2