Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab dua puluh tiga


__ADS_3

Papa Aksa pun menyandarkan kepalanya sambil menikmati pelukan Fany dengan wajah tersenyum, setelah beberapa saat Fany tersadar dan melepaskan pelukannya.


"Maaf Om," ucapnya gugup.


"Gak Apa-apa, sini Om peluk biar rasa takutmu hilang," ucapnya lembut.


Fany tidak bisa berbuat apa-apa saat Papa Aksa memeluknya, karena kejadian itu membuatnya Shock dan kembali mengingatkannya dengan kecelakaan yang menimpa kedua orangtuanya hingga merenggut nyawanya.


"Fany takut Om," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Fany gak usah takut, kan ada Om," jawabnya sambil mengelus kepalanya.


"Fany jadi teringat sama kedua orangtuaku saat kecelakaan Om," lirihnya.


"Iya, Om ngerti tapikan semua baik-baik saja," ucapnya sambil mencium pucuk kepala Fany.


"Terimakasih ya Om," gumamnya.


"Harusnya Om yang minta maaf sudah membuatmu panik," ucapnya.


Fany pun melepaskan pelukannya sambil memandang Papa Aksa dengan matanya yang basah lalu melihat keadaan sekelilingnya.


"Terus anak-anak tadi kemana Om? tanya Fany kaget.


"Gak apa-apa, Anak itu berlari mengejar layang-layang nya, untung Om cepat membelokkan Mobilnya," ucapnya sambil mengusap air mata Fany.


"Syukur ya Om, Anak itu tidak apa-apa," jawab Fany.


"Makanya gak usah panik lagi," pintanya.


"Iya Om, tapi tubuhku rasanya lemas," ucap Fany lembut.


"Minum dulu," ucapnya sambil menyodorkan minuman Mineral yang tersedia di Mobilnya.

__ADS_1


Fany pun meneguk air minumnya dengan hati-hati sambil melirik Papa Aksa dengan malu-malu.


" Bagaimana enakan gak?" tanya Papa Aksa.


"Lumayan Om," jawabnya singkat.


Papa Aksa tersenyum sambil memeluk Fany dengan mesra.


"Mulai sekarang Fany tak perlu takut apa-apa lagi, Om akan selalu ada untukmu," ucapnya sambil membisikkan ketelinganya.


"Iya Om," ucapnya singkat.


Mereka berdua hanyut dalam suasana hingga Fany mulai membalas pelukannya sambil menyandarkan kepalanya di dadanya yang bidang dan berbulu itu. Papa Aksa pun berkali-kali menciumi kepalanya sambil membelai rambutnya yang hitam legam itu.


"Om,,!" lirihnya manja.


"Ya,,!" jawabnya singkat.


"Rasanya bahagia bisa dipeluk sama Om, Fany merasa sedang dipeluk oleh Ayahku yang sudah lama ku rindukan," ucap Fany sedih.


"Serius Om?" tanya Keysa.


"Iya! Om serius," ucapnya sambil mencubit pipinya gemes.


"Terimakasih ya Om," ucapnya sambil memeluk Papa Aksa.


"Iya Sayang," jawabnya.


"Kok panggil Sayang Om!" lirihnya manja.


"Fany kan boleh anggap Om apa saja, jadi Om boleh dong panggil Fany dengan sebutan apa saja. Deal kan?" ucapnya senyum.


"Dasar ya," jawabnya sambil mencubit lengannya.

__ADS_1


Tangannya yang tegap masih melingkar di pinggangnya yang ramping dan kepala Fany masih bersandar mesra di dadanya yang bidang, mereka bagai sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.


"Fany sudah punya pacar?" tanyanya.


"Belum Om," jawabnya singkat.


"Mantan berapa?" tanyanya.


"Satu Om," lirihnya.


"Bodoh amat itu cowok melepaskan Wanita sebaik Kamu," ucapnya kesal.


"Iyakan Om," jawabnya senyum-senyum.


"Boleh Om tau siapa?" tanya Papa Aksa dengan raut wajah penasaran.


" Om mau tau?" tanya Fany.


"Iya Om penasaran," jawabnya sambil membalikkan tubuh Fany hingga mata mereka saling memandang.


"Om lah," jawabnya sambil tertawa.


Papa Aksa pun menarik tubuhnya hingga bibir mereka hampir bersentuhan, Fany langsung memalingkan wajahnya sambil menahan geli melihat wajah Papa Aksa yang konyol.


"Pintar juga Fany mendongeng ya," ucapnya sambil mengusap kepalanya.


"Habis pertanyaan Om aneh, bagaimana Fany punya Mantan Pacar saja gak punya," jawabnya kekeh.


"Fany Gadis yang menyenangkan pasti sangat dirindukan oleh para Lelaki," bisik nya dalam hati sambil memandang Fany dengan kagum.


_______________________________________________


jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


"


__ADS_2