
Fany bingung dan tidak tau harus berbuat apa-apa, ternyata ucapannya itu hanya menambah luka dihatinya.
"Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan?" ucapnya dalam hati.
Nafasnya terasa berat menahan rasa sakit dan kecewa yang cukup menyiksanya, tangisnya pecah saat Keysa mulai membencinya dan tidak merestui hubungannya dengan Papanya.
Tiba-tiba Papa Aksa menghampirinya dan menarik tangannya dengan kasar.
"Om menyukaimu, lebih dari yang Kamu tahu," ucapnya tegas.
"Tidak Om, Fany akan melupakan rasa ini dan melupakan apa yang sudah Aku ucap kepadamu," jawab Fany.
"Setidaknya Om sudah bicara jujur terhadap perasaanku sendiri," ujarnya.
"Fany bukan siapa-siapa di hidupmu, dan tidak pantas mendampingi mu," ucapnya tersedu-sedu.
"Kamu memang selalu berlebihan," jawabnya kesal.
"Yang membuatku benci padamu, Om membuatku mencintaimu," ucapnya sembari mengusap air matanya.
"Bagiku, mencintaimu adalah hal istimewa," jawabnya tegas sambil memegang kedua tangannya dengan sorot matanya yang sendu.
__ADS_1
"Tapi tidak dengan Fany," ujarnya.
"Jujur Om terluka dengan perlakuanmu, sakit dengan sikapmu. Apa salah Om mencintaimu?" tanyanya.
"Gak salah Om, tapi cinta itu hadir di waktu yang salah," ucapnya tegas.
Papa Aksa mengangkat wajah Fany dan mendekatkan wajahnya ke wajah Fany, keduanya merasakan hangatnya nafas satu sama lain, hingga bibir mereka hampir bersentuhan, Papa Aksa mencium keningnya dan tersenyum manis.
"Hiduplah bersamaku, Om akan menjagamu," ucapnya sambil memeluk tubuh gempalnya dengan kencang.
Sekejap semua bebannya hilang saat berada di dadanya yang bidang dan berbulu itu, Fany menikmati hangatnya pelukan dari orang yang sangat dicintainya dan orang yang pertamakali mengenalkan arti cinta yang sesungguhnya.
"Andai saja Kamu tahu, Aku tulus menyukaimu, tulus dengan perasaanku," bisik nya dalam hati sambil memeluk pinggangnya.
"Membahagiakanmu adalah prioritas hidupku," ucap Papa Aksa singkat.
"Terimakasih Om," jawabnya dengan hati berbunga-bunga tanpa memikirkan rintangan yang menghadang didepannya.
Fany memang orang yang sabar, tetap tersenyum walau hatinya terluka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan pula, ini yang membuat Papa Aksa jatuh hati kepadanya, tidak melihat kecantikan fisiknya, melainkan kecantikan yang melekat padanya.
"Om minta setiap ucapan Keysa jangan diambil hati ya," ucapnya mesra sambil menciumi keningnya.
__ADS_1
"Iya Om, Fany mengerti," jawab Fany singkat.
Mendengar ucapan Fany, tenggorokan Papa Aksa terasa mencengkeram, hatinya pilu seakan tak rela gadis yang ia cintai pergi meninggalkannya.
"Kamu gak menyerah kan?" gumamnya.
"Tidak Om, selagi Om bersamaku Fany tidak akan menyerah karena Fany sangat menyayangi Keysa," ucapnya sembari menatap matanya yang bulat.
"Kamu memang perempuan yang luar biasa, Om bangga memilikimu," jawabnya senyum.
"Fany juga beruntung memilikimu, yang lebih bisa mengayomi ku," ujarnya.
"Om tidak perduli dengan apa yang dikatakan atau yang dipikirkan orang lain, selama Kita bahagia hanya itu yang penting," ucapnya meyakinkan sambil menarik tubuhnya ke pelukannya.
Cinta beda usia ini tidak hentikan niatnya untuk menjalin hubungan yang lebih jauh, walau Keysa belum merestuinya tapi tidak mengurangi rasa semangat dan percaya diri untuk menjalani hubungan itu, mereka saling bertatapan dengan jantung berdebar dan tidak ingin berpisah walau hanya sedetik.
Tiba-tiba suasana hening hanya hati yang saling bicara dan mereka tersentak saat mendengar Keysa menangis sambil menjerit-jerit.
____________________________________________
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1
"