Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 79


__ADS_3

Inilah hidup, banyak sekali cerita kehidupan yang terjadi yang kadang sulit dimengerti. Senja pun datang masih seperti biasa ia datang dengan keindahan senyumnya, menghiasi hati dua insan yang sedang berbunga-bunga itu. Setelah menghabiskan waktu seharian bersama, Papa Aksa pun harus segera pulang karena masih banyak lagi yang harus ia kerjakan.


"Om, pulang dulu ya," ucapnya sambil melirik jam tangannya.


"Hati-hati, ya Om," jawabnya.


"Iya, Kamu jaga diri baik-baik," lirihnya.


"Pasti Om," ucapnya sambil menggandeng tangannya menghampiri Kakek dan Neneknya untuk pamit.


"Pak, Bu, Saya pulang dulu ya," ucapnya sopan.


"Oh, gak makan malam dulu Nak," jawabnya.


"Lain kali saja Bu, masih ada urusan di kantor," ujarnya.


"Oh begitu ya, hati-hati dijalan ya Nak," ucapnya sambil mengantarkannya sampai ke Mobil.


"Ya, Pak, Bu, Saya pamit dulu," ucapnya sambil membuka pintu Mobilnya.


Tiba-tiba Papa Aksa mengambil sebuah Amplop yang berisi uang dan memberikannya kepada Kakek Fany.

__ADS_1


"Pak, ini uang untuk membangun Warung," ucapnya.


Kakek dan Nenek Fany kaget melihat melihat Amplop yang berisi uang itu.


"Banyak sekali Nak," jawabnya.


"Gak apa-apa Pak, pergunakanlah sebaik-baiknya," ujarnya sambil menatap Kakek dan Nenek Fany secara bergantian.


"Iya Nak, terimakasih banyak ya," ucapnya tersendat menahan rasa bahagianya.


"Sama-sama Pak, bukankah berbagi itu indah," jawabnya senyum.


Fany senyum-senyum sendiri, sebagai luapan rasa bahagianya saat memiliki calon imam yang sangat baik dan perhatian pada Kakek dan Neneknya, perasaan haru menyelimuti hatinya hingga tidak sanggup untuk berkata apa-apa hanya senyum manis yang selalu menghiasi bibirnya yang tipis sambil membayangkan indahnya sebuah ikatan pernikahan yang didasari dengan rasa Cinta.


"Fany, Pak Aksa sepertinya Orang baik," ucap Kakek Fany.


"Iya Kek, Om Aksa memang sosok Imam yang baik untuk Fany, ia juga sangat perhatian sama Kakek dan Nenek," jawabnya dengan bangga.


"Syukurlah, Kamu mendapatkan Orang yang baik agar Kakek dan Nenekmu tenang jika Kami dipanggil yang maha kuasa," ucapnya terharu.


"Kakek, kok ngomong begitu?" tanya Fany sedih.

__ADS_1


"Kakek dan Nenekmu sudah tua dan sudah sakit-sakitan," jawabnya.


"Tapi Fany tidak mau kehilangan Kakek dan Nenek, Fany masih ingin membahagiakan kalian sebagai ucapan terimakasih Fany yang sudah membesarkan Fany dengan penuh kasih sayang," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Itu sudah menjadi kewajiban Kami untuk membesarkan Kamu, dan itu amanah dari kedua Orang tuamu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya," jawabnya sambil membayangkan wajah Anak semata wayangnya itu.


Fany pun menangis tersedu, sambil memeluk Kakek dan Neneknya, suasana pun jadi haru membuat Kakek dan Neneknya ikut menangis yang sebentar lagi juga akan kehilangan Cucu kesayangannya saat ia sudah menikah nanti.


"Jadilah Istri yang baik dihadapan Suamimu, dan Kamu tau calon Suamimu sudah memiliki seorang Anak, pandai-pandailah untuk mengambil hatinya agar hubungan kalian tetap baik, sayangi dia dengan setulus hatimu," ucapnya dengan tegas.


"Iya Kek, Fany akan mengingat semua pesan Kakek dan Nenek," jawabnya.


"Jangan pernah mengecewakannya, karena Kakek yakin ia adalah Orang yang baik dan bertanggung jawab," ujarnya.


"Iya Kek, Fany akan melakukan yang terbaik terbaik untuk Om Aksa dan Fany," ucapnya.


"Percayalah, umur tidak menjadi alasan untuk menjalin suatu hubungan, karena Jodoh sudah ditentukan yang di atas. Jadi jangan pernah minder dengan beda usia yang terpaut jauh dengannya," ujarnya.


"Iya Kek, Fany tidak mempermasalahkan itu karena Fany nyaman dengannya," ucapnya.


___________________________________________

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2