Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 88


__ADS_3

Kita semua tahu seperti apa rasanya ketakutan, ketakutan sangat menyiksa dan menghalangi kemajuan Kita dan dapat membuat Kita gemetar, berkeringat, merasa lemah dan menyebabkan Kita lari dari hal-hal yang seharusnya Kita hadapi.


Begitulah yang dirasakan Keysa saat ini, pikirannya hanyut dalam sebuah kebencian, dan ketakutan hingga ia selalu berprasangka buruk pada Fany, ia merasa kehadirannya justru akan menghancurkan kebahagiaanya dengan Papanya.


Setelah istirahat sejenak, Papa Aksa pun bergegas menuju Kamar Keysa yang tidak terkunci itu.


"Keysa, ayok Kita berangkat," ucapnya sembari menjerit.


"Ayok Pa, Keysa sudah siap," jawabnya sambil menutup Pintu Kamarnya.


Papa Aksa pun melajukan Mobilnya dengan hati-hati sambil menatap Gedung yang tegak dihadapannya, dengan nafas berat dan hati mengganjal ia menuju Makam Istrinya ia ingin menangis mencurahkan isi hatinya yang selama ini mengganjal.


Setelah menempuh perjalanan satu jam, mereka pun sampai di Makam, Keysa pun membasahi makan Mamanya dengan air yang ia bawa dan membacakan doa-doa, rasa emosional yang tinggi membuat Keysa tak kuasa menahan tangisnya, sambil membayangkan wajah cantik Mamanya sedang tersenyum.


"Mama, Keysa rindu," ucapnya dengan isak tangisnya.


Air matanya mengucur deras membasahi wajahnya yang cantik, sambil menaburkan bunga sebagai rasa rindunya yang selama ini menyiksanya.

__ADS_1


Papa Aksa juga membacakan Doa, kemudian memandikan Batu Nisan sang Istri, lalu menaburkan bunga di Pusara Istrinya, mulutnya mulai komat-kamit mengucapkan kata-kata yang keluar dari hatinya yang paling dalam.


"Istriku, banyak hal yang ingin ku ceritakan tentang apa yang kurasakan, semenjak kamu pergi untuk selama-lamanya, Aku kehilangan arah dan tujuan dan hidupku terasa kosong dan hampa," ucapnya tersendat dengan uraian air matanya yang terus mengalir sebagai luapan rasa sedihnya.


Keysa pun menghampiri Papanya sambil memeluknya yang meratapi kepergian Istrinya yang begitu cepat meninggalkannya dan Keysa, mereka pun menangis meluapkan kesedihannya.


Papa Aksa memohon, dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, dan juga memohon agar Istrinya diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan, kehilangan orang yang dicintai memang memberi duka mendalam, dari biasanya bertemu setiap hari kini tak bisa lagi saling menyapa.


Kematian Orang yang sangat dicintai merupakan salah satu pengalaman paling menyedihkan, saat Kita tak bersama lagi, barulah kita menyadari betapa berharganya kehadiran mereka.


"Keysa, Kita pulang ya," ucapnya lembut.


"Sebentar lagi Pa, Keysa masih kangen sama Mama," ujarnya sambil mengusap Batu Nisan Mamanya.


"Lain kali Kita kesini lagi," ucapnya.


Keysa rasanya ingin berlama-lama di sana, karena ia merasakan kehadiran Mamanya di sampingnya.

__ADS_1


"Keysa, ayok Kita pulang," ucapnya sambil membisikkan ke telinganya.


"Ayok Pa," ucapnya sambil menatap Pusara Mamanya dalam-dalam.


"Jangan menangis lagi ya, karena Mamamu pasti sedih lihat Anak Gadisnya menangis," ucapnya senyum.


"Keysa, tak bisa membendung air mataku Pa," lirihnya.


"Kamu harus ikhlas dengan kepergian Mamamu, karena bagaimanapun juga ia takkan mungkin kembali lagi ," ucapnya tegas.


Keysa pun mengusap wajahnya, sambil memandang langit yang mulai menghitam, yang sepertinya tau kemelut hatinya yang sedang merindukan sosok seorang Wanita yang sangat dicintainya.


Papa Aksa berusaha menenangkan hati Keysa, agar ia bisa menerima kenyataan yang sedang menimpanya, mereka pun meninggalkan Pemakaman sambil bergandengan tangan, dan saling memberikan kekuatan satu sama lain.


______________________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏

__ADS_1


__ADS_2