
Kehilangan pasangan baik Suami maupun Istri pasti menjadi kenyataan yang sangat berat bagi semua orang, baik kematian tersebut terjadi karena peristiwa tiba-tiba, maupun karena sakit yang telah dialami dalam waktu lama. Suatu hari seseorang menikah, namun di saat yang sama mereka juga harus siap jika suatu hari ditinggalkan oleh pasangan, dan kembali sendiri.
Pada situasi tersebut, sebagian besar Orang merasakan emosi yang intens, perubahan gaya hidup, dan perubahan hal-hal lain menyusul Kenyataan itu, tak sedikit yang meragukan masa depan mereka, karena merasa tak lagi memiliki ! padasemangat dalam menjalani hidup.
Seiring berjalannya waktu, rasa duka cita tersebut memang akan surut dan hidup yang baru pun bergulir, namun banyak orang merasa, untuk tiba dalam momentum tersebut mudah.
Begitu juga dengan Papa Aksa, saat kehilangan Istri yang sangat dicintainya, ia ingin mencari pengganti Istrinya agar ia tidak kesepian dan tidak kewalahan untuk mengurus Keysa yang sudah beranjak dewasa itu. Setelah menunggu beberapa jam hujan pun reda dan lampu pun menyala, Papa Aksa pun membangunkan Keysa yang tertidur lelap di Sofa.
"Alhamdulillah, lampunya hidup," gumamnya lega.
"Bangun Keysa, lampunya sudah hidup," ucapnya lembut sambil menepuk lengannya.
"Syukurlah Pa," lirihnya sambil mengusap kedua matanya.
"Yok, Keysa makan dulu," perintah Papa Aksa.
"Gak Pa, Keysa sudah ngantuk," ucapnya sambil menguap.
"Makan dulu, nanti masuk angin," jawabnya.
Keysa mengangguk ditengah kegalauan yang melanda hatinya, lalu beranjak menuju meja makan yang sudah disediakan oleh Bu Zana, Papa Aksa pun mengikuti langkahnya menuju meja makan.
"Makanlah, biar Papa temani," ucapnya.
__ADS_1
"Iya, Pa," jawabnya singkat sambil menyendok nasi kepiringnya.
Papa Aksa dengan sabar menunggu Keysa sampai menghabiskan makanannya.
"Papa gak makan?" tanyanya.
"Gak, Papa sudah makan di kantor," jawabnya tegas.
"Kok makan di kantor Pa? sayang dong makanannya terbuang," ujarnya.
"Tadi makan sama klien," ucapnya.
"Oh, begitu ya," jawabnya.
"Keysa, tak perlu menunggu Papa pulang baru makan nanti kamu sakit," ujarnya.
"Keysa, tolong dengarkan Papa!" jawabnya lembut.
"Papa sekarang berubah," lirihnya.
"Keysa, akhir-akhir ini Papa sibuk jadi jangan membuat Papa pusing dengan pertanyaan yang tidak masuk akal," ucapnya.
"Maafkan Keysa Pa," jawabnya sinis.
__ADS_1
"Ya, cepatlah biar kita istirahat, Papa capek," ujarnya sambil meneguk segelas air hangat.
"Iya Pa," ucapnya sambil menghabiskan makanannya tanpa bersisa.
Setelah makan malam selesai, Papa Aksa pun mengantarkan Keysa ke kamarnya.
"Istirahatlah, Papa juga sudah ngantuk," ucapnya sambil menutup pintu kamarnya.
Papa Aksa pun beranjak menuju Kamarnya, dan duduk termenung sambil memikirkan betapa beratnya hidup tanpa Sosok seorang Istri, dan menghadapi sifat Keysa yang sering membuatnya jengkel dan tersulut emosi.
"Ya Tuhan, bantu Aku untuk menghadapi Keysa," bisiknya dalam hati sambil menatap langit-langit kamarnya.
Tiba-tiba Papa Aksa tersentak dan meraih ponselnya yang terletak di atas meja dan menatap nomor yang tidak dikenal itu dengan rasa penasaran.
"Siapa ini ya? beraninya ia menggodaku," gumamnya kesal.
Papa Aksa pun mencoba menghubunginya, dan ingin memberikan pelajaran agar tidak sembarangan menelepon Orang yang tidak dikenalnya, tetapi hingga berkali-kali dihubungi nomor yang tidak dikenal itu tidak aktif lagi.
"Dasar Wanita penggoda," gumamnya.
Sejenak Papa Aksa terdiam, dan kembali teringat dengan Fany, Wanita yang sangat dicintainya dan berusaha untuk menghubunginya lagi. Tapi alangkah kecewanya ia saat nomor Fany tidak aktif juga. Papa Aksa pun kesal dan melemparkan ponselnya ke kasur.
"Dasar sial!" gumamnya frustasi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu dengan kasar.
__ADS_1
_________________________________________________
Jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏