Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 121


__ADS_3

Setiap Orang memiliki cara tersendiri dalam menggambarkan rasa cinta mereka, dalam menyatakan perasaan mereka terhadap pasangannya, dan dalam bagaimana mereka melakukan setiap jurus untuk membuat sang pujaan hati takluk serta menerima pinangannya.


Mungkin jika sekedar menyatakan beberapa patah kata untuk sebuah cinta itu adalah hal yang biasa, tapi bila dengan perbuatan hal tersebut pasti akan dirasakan sang sang pasangan sebagai bentuk usaha yang tidak ada duanya.


Kendati begitu sekeras apapun mencoba mengeluarkan jurus-jurus pamungkas bila sang belahan jiwa menyatakan tidak maka nahas lah bagi si pelamar, cintanya harus kandas meski usahanya sudah maksimal.


Setelah beberapa saat, Papa Aksa pun menarik nafasnya dalam-dalam untuk menyatakan maksud kedatangannya pada Kakek dan Neneknya Fany, ia melirik Fany yang nampak cantik mengenakan Gaun Merah Maron itu sambil mengedipkan kedua matanya sebagai luapan rasa kagumnya. Fany pun tersipu dan menundukkan kepalanya dengan senyum.


"Pak,Bu, maksud kedatangan Saya kesini, Saya ingin melamar Fany," ucapnya hati-hati.


Kakek dan Nenek Fany saling memandang dan melirik Fany dengan rasa haru, karena sebentar lagi ia akan menikah dan meninggalkan Kakek dan Neneknya.


"Tidak ada alasan Saya untuk menolak keinginan kalian untuk membentuk satu rumah tangga, karena ini sudah menjadi pilihan kalian berdua, dan apapun keputusan kalian Kakek dan Nenek setuju," jawabnya haru.


"Terimakasih Pak, Bu, karena sudah memberikan kepercayaan pada Saya untuk menikahi Fany," ujarnya.


"Hanya satu permintaan Saya,. tolong jaga Fany dan jadilah Imam yang baik untuknya," ucapnya tersedu.

__ADS_1


"Iya Pak, Bu, Saya akan menjaganya dengan baik karena Saya sangat menyayanginya dengan tulus," jawabnya tegas sambil menatap Fany dengan mesra.


Tak terasa air mata Fany mengucur deras, ia merasa terharu mendengar ucapan Papa Aksa yang meluluhkan hatinya hingga ia tidak dapat menahan air matanya, ia tersenyum dengan isak tangisnya sebagai luapan rasa bahagianya.


"Saya yakin Kamu mampu menjaganya dengan semua kebaikan dan ketulusan mu, karena Kamu tahu betapa beratnya hidup yang ia tanggung selama ini yang tidak pernah merasakan belaian kasih sayang dari kedua Orang tuanya," ucapnya tegas berharap Papa Aksa tau apa yang dirasakan Fany selama ini.


"Sebelum Bapak cerita, Saya sudah tahu apa yang dirasakannya selama ini, itulah yang membuat Saya kagum dan yakin untuk memilihnya sebagai Istri sekaligus Ibu sambung buat Keysa," jawabnya haru.


"Terimakasih atas semua pengertiannya, mungkin Kamulah Orang yang disediakan Tuhan untuk Fany yang mampu untuk menerima dengan segala kekurangannya, dan Saya mohon jangan pernah sakiti dia, dan Kamu tau juga dia masih muda," ujarnya.


*Bapak tenang saja, Saya tidak akan mengecewakan Bapak dan Ibu, karena Saya sudah memikirkannya dengan matang-matang sebelum Saya melamar Fany," ucapnya.


"Pak, Bu, bagaimana kalau Pernikahannya Kita langsungkan setelah Warung selesai," tanyanya hati-hati.


"Semua Kami serahkan pada kalian berdua, mana yang terbaik," jawabnya.


"Bagaimana dengan Kamu Fany?" tanya Papa Aksa.

__ADS_1


"Saya setuju dengan Om, setelah bangunan Warung selesai biar jangan repot," jawabnya.


"Oke," ujarnya.


"Iya Om," lirihnya tersipu.


"Dan Akad Nikahnya Kita laksanakan tanggal Dua Puluh bulan Tujuh, dan sebelum tanggal itu tiba, bangunan harus sudah siap, kalau perlu Kita menambah Karyawannya," ucap Papa Aksa.


"Iya, Om," jawab Fany.


"Pak, Bu, tapi permintaan Saya Kami hanya membuat pesta kecil-kecilan saja, karena dengan semua keadaan dan Fany juga setuju," ucapnya.


"Iya, gak apa-apa asal semua baik-baik saja, mau pesta kecil pun itu tidak menjadi masalah, yang penting kalian sah menjadi Suami Istri," jawabnya senyum.


Papa Aksa pun lega, saat semuanya berjalan sesuai dengan rencana, ia tau semua itu tidak karena kekuatannya, tapi ini semua kehendak yang di atas.


Setelah menentukan hari dan tanggalnya, Papa Aksa menyerahkan semuanya pada Bu Zana untuk urusan konsumsi, karena ia yakin Bu Zana pasti memberikan yang terbaik dihari bahagianya nanti.

__ADS_1


_____________________________________


Jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏


__ADS_2