Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 180


__ADS_3

Fany pun mengabadikan potret Suaminya yang sedang berjuang melawan Kanker, mengabadikan potret Suaminya ini di lakukan agar semua Orang tahu bahwa Orang yang menderita sakit Kanker selalu butuh dukungan dari Keluarga, agar ia bisa bertahan. Fany juga ingin menunjukkan bahwa perjuangan para penderita Kanker sebenarnya sangat sulit.


Fany yakin sangat berat baginya untuk berjuang melawan rasa sakit, sebagai seorang Istri ia harus ada bersamanya dan memberikan dukungan penuh pada Papa Aksa.


Menurut cerita Bu Zana, Papa Aksa sudah memiliki penyakit Kanker sejak lama, tapi karena merasa baik - baik, ia berhenti untuk pengobatannya, dan setelah beberapa tahun ia kembali merasakan apa yang dirasakannya dulu, dan Dokter pun memvonis sudah stadium akhir.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Setelah beberapa saat, Fany mengajak Papa Aksa masuk, dan menyuruhnya istirahat, ia pun menyiapkan makanan untuk Papa Aksa.


"Mas, istirahat dulu ya," ucapnya lembut.


"Iya Sayang," jawabnya singkat sembari membaringkan tubuhnya di kasur.


"Mas, aku tinggal sebentar untuk ngambil makanan," ujarnya.


"Jangan lama - lama, Sayang," lirihnya.


"Iya, Mas," ucapnya singkat.


Fany bergegas ke Dapur, menyiapkan makanan dan segelas Jus untuk Papa Aksa. Tiba tiba Bu Zana menghampirinya dan membantunya dengan senang.


"Bu, bagaimana keadaan Bapak?" tanyanya.


"Alhamdulilah, sudah mulai mau makan, Bu," jawabnya.


"Syukurlah, semoga Bapak cepat sembuh ya, Bu," ujarnya.


"Amin, doakan yang terbaik buat Bapak, Bu," pintanya.


"Pasti, Bu," lirihnya senyum.

__ADS_1


"Keysa dimana, Bu, dari tadi tidak kelihatan?" tanyanya.


"Mungkin di kamarnya, Bu," jawabnya.


"Suruh makan Bu, nanti sakit," ucapnya.


"Iya Bu," jawab Bu Zana.


"Bisa gak Ibu membujuk Keysa, agar ia mau menjaga Papanya, karena Mas Aksa pasti menginginkan keberadaannya," perintah Fany.


"Nanti Ibu sampaikan, Bu," jawabnya.


"Aku tidak ingin, Keysa menyalahkan ku lagi ,Bu, aku capek," lirihnya.


"Yang sabar, Bu, sudah takdir Ibu memiliki seorang anak yang egois," ucapnya.


"Jangan ngomong begitu Bu, Keysa anak yang baik," jawabnya senyum.


"Bu, terimakasih sudah membantuku," ucapnya ramah.


"Sama - sama, Bu," jawabnya.


Fany pun bergegas menuju Kamar, meninggalkan Bu Zana yang masih berdiri tegak sembari menatap punggungnya dengan haru.


"Sungguh hatimu mulia, nak, sekalipun Keysa menyakitimu, kamu tidak pernah membencinya," gumamnya.


Bu Zana pun berlari menuju kamar Keysa, untuk melakukan perintah Fany, karena ia juga harus perduli pada Papanya yang lagi sakit.


Tok... tok..tok.


"Keysa, buka pintunya," panggilnya sembari menjerit.

__ADS_1


"Ya Bu," jawabnya sambil membuka pintu kamarnya.


"Ada apa, Bu," tanya Keysa.


"Dari pada kamu di kamar, mending bantu Fany merawat, Papamu," pintanya.


"Gak Bu, malas lihat wajah wanita murahan itu," ucapnya sinis.


"Menelantarkan Orang tua merupakan suatu kerugian, sebab kamu telah membuang jalan yang dapat mengantarkan mu ke Surga," jawabnya.


"Gak usah ceramah, Bu," ujarnya.


"Keysa, jangan lihat Fany, tapi pandang Papamu yang berjuang melawan penyakitnya, kamu wajib berbakti pada Orang tuamu," tuturnya.


"Wanita itu yang membuat Papa sakit, jadi ia harus bertanggungjawab," ucapnya sinis.


"Ya Allah anak ini, kamu harus melakukan yang terbaik pada Orang tuamu seperti memperlakukan dirimu sendiri," jawab Bu Zana.


"Setelah Mama meninggal, aku menyimpan rasa sakit dan kecewa pada Papa, aku tidak benci tapi aku sangat kecewa," tuturnya.


"Kenapa?" tanya Bu Zana kesal.


"Karena Papa menikah lagi, dan menduakan Mama," jawabnya tegas.


"Singkirkan kepahitan itu dari hidupmu, agar kamu bisa menerima kenyataan ini," ujarnya.


"Ibu kira gampang menerima Wanita itu?" teriaknya.


"Apa gampang juga buat Fany menerima Papamu yang lagi sakit? dan dibenci anaknya?" tanyanya tegas.


*****************

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2