Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 109


__ADS_3

Orang yang di mabuk Cinta akan memiliki refleks dalam dirinya untuk menciptakan kata puitis yang indah sebagai ungkapan Cinta pada Orang yang sangat dicintainya. Matahari terasa terik seolah berada di negeri Padang pasir, tiada awan, tiada angin berdesir hanya panas terik menyengat. Papa Aksa yang sedang asyik mengobrol tidak sedikitpun merasakan panas karena hatinya yang sedang lagi berbunga-bunga.


Ucapan Fany yang tulus membuat matanya hampir keluar dari kedua kelopak matanya, dan masih terngiang di benaknya hingga mulutnya tidak mampu mengungkapkan sepatah katapun.


"Om, kenapa?" tanya Fany mengagetkannya.


"Om gak papa," jawabnya tersenyum.


"Kirain Om ngantuk," ujarnya.


"Dengar suaramu yang merdu itu membuat Om salah tingkah," ucapnya.


"Cie,,,! rayuannya bikin telinga Fany naik sebelah ni Om," jawabnya.


"Gak apa-apa, entar Om datang baru Om turunin lagi," ucapnya bercanda.


"Hahaha, pakai apa Om nuruninya?" tanyanya kekeh.


"Pakai cinta dong," jawabnya.


"Wow So Sweet," ujarnya.


Papa Aksa pun tertawa saat melihat kesempurnaan Cintanya, dan ingin selamanya seperti itu sekalipun mereka sudah menikah nanti, ia ingin tetap di sampingnya dan mengurungnya dalam retina matanya.


"Om, maaf ya sepertinya Ponselku low bad nih," ucapnya kesal.

__ADS_1


"Oh iya?" jawabnya.


"Sudah dulu ya Om," ujarnya buru-buru.


"Cium dulu dong," ucapnya manja.


"Ummuah," jawabnya sambil mengecup layar Ponselnya.


"Terimakasih Sayang, buat ciumannya," ujarnya.


"Sama-sama Om," jawabnya senyum sambil mematikan Ponselnya.


"Dasar Ponsel sialan," bisiknya dalam hati sambil mencargernya.


Sesuatu yang wujudnya tidak diketahui yang bentuknya tiada yang tahu, namun sering menjadi perdebatan itulah cinta, Cinta adalah anugerah bagi yang mengalaminya terlebih Papa Aksa dan Fany yang sedang di mabuk Cinta itu.


"Pa, Pa, Papa ngapain?" tanya Keysa.


"Eh, Keysa," jawabnya panik.


"Tumben Papa main Gitar?" tanyanya heran.


"Papa suntuk" jawabnya ketus.


Keysa yang cenderung tidak perduli oleh sesuatu yang baginya tidak terlalu penting, tiba-tiba merasa ingin tau apa alasan Papanya dengan kata suntuk.

__ADS_1


"Suntuk kenapa Pa?" tanyanya.


"Ini urusan Orang dewasa," jawabnya senyum.


"Emang Keysa masih Anak-anak ya Pa!" ujarnya.


"Iya, Berapapun usiamu Kamu tetap Putri kecil Papa," ucapnya sembari mengusap kepalanya.


"Papa jahat, sebesar ini masa tetap Putri kecil," jawabnya merengek.


"Iya harus, karena Kamu adalah anugerah terindah dari Tuhan," ucapnya tegas.


"Terimakasih Pa, Keysa bahagia punya Papa yang baik dan perhatian," jawabnya sambil memeluk Papanya.


"Papa juga bahagia memiliki seorang Putri yang cantik dan baik hati," lirihnya sambil mencium pucuk kepalanya dengan tulus.


Keysa yang begitu menyayangi Papanya, hingga ia tidak ingin melihat Papanya menjalin hubungan lagi dengan Wanita lain, semenjak Mamanya pergi untuk selama-lamanya, ia takut kehilangan kasih sayang dan perhatian dari Papanya, keinginan untuk menikah lagi sangat mengganggunya dan tapi tidak mampu untuk menolaknya karena ia tidak ingin melihat Papanya sedih dan kecewa dengan keputusannya.


"Papa lapar gak?" tanya Keysa dengan manjanya.


"Tadi ia tapi sekarang gak lagi, saat melihat Putri Papa yang cantik ini tersenyum," jawabnya dengan nada lembut.


Keysa tersipu sambil membenamkan wajahnya di dada Papanya yang bidang itu.


_____________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2