Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 132


__ADS_3

Fany tersenyum dan menatap Papa Aksa penuh harap, Fany yang duduk didepannya tanpa pikir panjang langsung memeluknya, mereka pun saling menatap hingga bibir mereka saling bersentuhan, Papa Aksa mendorong Fany lembut, ia pun terbaring pasrah di atas Kasur dengan senyuman manisnya, kini posisi mereka seperti layaknya pacuan Kuda, Papa Aksa pun menatap Fany lembut.


Dalam hitungan detik, Papa Aksa pun dengan sigapnya mencium bibir tipis itu, Fany berusaha berontak namun tubuhnya yang mungil itu tidak bisa mengalahkan kelihaian tubuh kekarnya itu.


"Tak usah berontak Sayang," ucapnya membisikkan ke telinganya dengan senyum penuh pesona itu.


"Jangan Mas," jawabnya dengan polosnya sambil berusaha mendorong tubuhnya.


"Kenapa Sayang? Kamu tidak suka dengan perlakuanku?" tanyanya lembut.


"Fany takut Mas," lirihnya dengan nafas tersengal.


"Ngapain takut Sayang, bukankah Mas sudah menjadi Suamimu dan ini adalah malam pertama Kita," ucapnya mengingatkannya.


Papa Aksa pun mengerti dengan Fany yang belum pernah melakukan **** sebelumnya, dan sama sekali belum pernah mengenal cinta membuatnya buta dan bingung dengan perlakuan Papa Aksa, sementara Papa Aksa yang sudah pernah melakukannya membuat nafasnya memburu untuk melanjutkan malam pertamanya walau harus menunggunya dengan sabar, hingga ia tidak bisa tidur walaupun melakukan segala cara agar matanya bisa terpejam.


Mereka pun bermanja-manja penuh kasih, hingga tanpa benang sehelai pun menempel ditubuh mereka berdua.


"Jangan lakukan itu Mas," lirihnya manja dan malu-malu saat melihat tubuhnya bugil.

__ADS_1


"Tak apa, biar Kita punya Anak," ucapnya tegas.


Fany tertawa penuh pengharapan akan dunia barunya, Papa Aksa pun mendekapnya dan melanjutkan kegiatannya dengan nafas memburu membuat mereka hanyut dalam buaian mimpi indahnya, dan mereguk malam pertamanya dengan indah, hingga mereka terlelap dalam nikmatnya malam pertama itu.


Tiba-tiba Fany terbangun dan melihat Papa Aksa tidur pulas disampingnya sambil memeluk tubuh bugilnya itu, Fany pun kaget dan menyingkirkan tangannya dengan lembut.


"Ya ampun, apa yang sudah Kami lakukan," bisiknya dalam hati dengan mata berkaca-kaca, lalu beranjak dari tempat tidur, sebelum ia beranjak suara lembut Papa Aksa membuatnya panik.


"Tidurlah Sayang, tak usah keluar," pintanya dengan ramah sambil menarik tubuhnya ke pelukannya.


"Mas, apa yang Kita lakukan," ucapnya dengan isak tangisnya.


"Kenapa Mas lakukan itu!" ucapnya sinis.


Papa Aksa pun membelainya dengan penuh kasih sayang, dan mencium keningnya dengan lembut.


"Kamu tidak iklhas? Kamu menyesal melakukannya?" tanyanya.


Fany pun tidak menjawab, ia hanya diam dengan tetesan air matanya yang terus mengalir membasahi wajahnya yang cantik, ia lalu menatap Papa Aksa dengan raut wajahnya yang sendu dan bersandar di dadanya yang berbulu itu.

__ADS_1


"Fany hanya takut Mas," ucapnya singkat.


"Takut kenapa Sayang?" jawabnya penasaran.


"Setelah Mas merenggut kesucian ku, Mas berubah," ujarnya.


Papa Aksa pun tertawa, dan langsung memeluknya dengan erat dan tak ingin melepaskannya walau hanya sedetik, ia ingin menghabiskan malam yang indah itu bersamanya.


"Kamu salah besar Sayang, justru malam ini Mas semakin sayang dan cinta sama Kamu, karena Kamu sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa yang tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata," ucapnya dengan haru.


"Mas serius?" tanyanya.


"Iya Sayang, Mas merasa Kamu adalah Wanita hebat, yang bisa membahagiakan seorang Suami," jawabnya bahagia.


Bahasanya yang ramah dan mudah senyum membuat Fany terlena dan membiarkan Papa Aksa menikmati keindahan setiap lekuk tubuhnya yang mungil itu.


______________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏

__ADS_1


__ADS_2