Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 187


__ADS_3

Papa Aksa menjalani operasi, antara lain operasi otak, Fany bertekad untuk kesembuhan Suaminya, hingga menghabiskan biaya yang cukup besar. Ia tak henti-hentinya berdoa pada Allah agar diberi kesembuhan.


Karena penyakit yang di deritanya, ia tak bisa bekerja, atau bahkan berolahraga, namun dia masih bisa berjalan, meski dirinya menderita penyakit Kanker, ia tak pernah putus asa, Fany juga melakukan apa saja untuk membuatnya tersenyum saat ia berjuang melawan Kanker.


***********


Operasi berjalan dengan lancar, tim medis juga menyuntikkan Anti Bodi yang dapat meningkatkan kemampuan sistem imun untuk menyadari sel - sel Kanker dalam tubuh dan kemudian menyerangnya. Fany tersenyum bahagia saat melihat rangkaian operasi berjalan dengan lancar, ia mengintip dari kaca jendela dengan mata berkaca-kaca sebagai luapan rasa bahagianya.


"Ya Allah, terimakasih atas semua berkat mu, operasi Suamiku berjalan dengan lancar." bisiknya dalam hati.


Setelah operasi selesai Dokter membiarkan Papa Aksa tidur, dan meninggalkan ruangan. Fany bergegas dan menemui Dokter Lee dengan gugup.


"Dokter, bagaimana keadaan Suamiku?" tanyanya.


"Alhamdulilah, semua berjalan dengan lancar." jawabnya singkat.


"Terimakasih atas semuanya, Dokter." ujarnya senang.


"Sama- sama, Bu." ucapnya meninggalkan Fany.


Jauh di lubuk hatinya, Fany selalu berdoa Suaminya sembuh dan mereka berdua bisa membesarkan dan memberikan perhatian penuh pada Keysa, iya yakin Allah pasti membuka jalan untuk kesembuhan Papa Aksa.


Fany yang tidak terlalu memahami tentang penyakit Kanker lalu menemui Dokter Lee untuk menanyakan langkah apa yang dilakukan setelah operasi, ia bergegas menuju ruangan Dokter Lee.


Tok...tok..tok.


"Silahkan masuk." ucapnya.


"Selamat siang, Dok," jawabnya.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Bu," ujarnya.


Fany duduk berhadapan dengan Dokter Lee, dengan perasaan campur aduk, ia tidak tau harus memulai pembicaraan darimana.


"Ada apa? ada yang bisa Saya bantu?" tanyanya.


"Setelah operasi, apa yang harus aku lakukan, Dok!" ucapnya gugup.


"Yang pasti Bapak harus menjalani Kemoterapi dan Radio terapi untuk perawatan lanjutan." jawabnya.


"Oh begitu ya, Dokter," ujarnya.


"Iya, Bu," ucapnya tegas.


"Saya berharap Suamiku segera mendapat tindakan selanjutnya, Dokter," jawabnya.


"Mengapa harus di Observasi ulang, Dokter?" tanyanya panik.


"Itu adalah langkah - langkah yang harus dilakukan untuk kesembuhan Pak Aksa, Bu." jawabnya tegas.


"Begitu ya, Dokter," ucapnya dingin.


"Ya, Bu," jawabnya singkat.


Fany segera pamit dan keluar dari ruangan Dokter Lee, ia tidak puas dengan dengan jawaban itu, ia berusaha mencari Rumah Sakit lain, seorang teman Papa Aksa menyarankan untuk segera ke Rumah Sakit Husada atau Rumah Sakit Kanker Mangunkusumo.


Setelah keadaannya mulai membaik, Dokter Lee mengijinkan Papa Aksa pulang, Fany segera membayar segala Administrasi selama Papa Aksa di rawat, lalu mereka pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan Fany memeluk dan menciumi tangan Papa Aksa dengan matanya yang berbinar-binar, ia berharap Suaminya sembuh seperti sedia kala.


Setelah menempuh perjalanan satu jam, mereka tiba di rumah, Papa Aksa rindu suasana Rumah yang ditinggalkannya selama pengobatan, ia tersenyum dan menatapnya dengan uraian air mata.

__ADS_1


"Mas, kita sudah sampai!" ucapnya lembut.


"Iya, Sayang, Mas kangen suasana Rumah," jawabnya tersedu.


"Loh, kok menangis, Mas?" tanyanya senyum.


"Saya kira, Mas tidak bisa lagi pulang ke rumah," jawabnya sedih.


"Mas, jangan bicara begitu, harusnya senang, bukan menangis!" lirihnya.


"Mas, terharu." ucapnya singkat.


Dengan senyumnya yang lebar, Bu Zana menyambut kepulangan Papa Aksa, ia bergegas mengambil segala sesuatu dari Mobil dengan wajah senyum.


"Pulang, kok gak bilang - bilang, Bu." ucapnya lembut.


"Maaf Bu, pulangnya buru - buru," jawabnya.


Fany membopong tubuh Papa Aksa dengan hati - hati menuju kamarnya, ia rindu membaringkan tubuhnya di kasur yang mewah dan empuk itu.


"Mas, istirahat dulu ya," ucapnya lembut.


"Iya, Sayang, kamu mau kemana?" tanyanya.


"Di sini Mas, emang aku mau kemana?" jawabnya senyum.


******


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2