
Setelah menempuh perjalanan setengah jam, Mobil Papa Aksa pun memasuki pekarangan Rumahnya yang besar dan mewah itu.
"Pa, Keysa masuk dulu ya," ucapnya.
"Iya, istirahatlah," jawabnya singkat.
Keysa pun bergegas menuju Kamarnya dan menghamburkan tubuhnya ke Kasur, ia pun menangis sejadi-jadinya sambil menyalahkan dirinya sendiri.
"Tuhan, kenapa Keysa sanggup membiarkan Papa menikah lagi, Keysa tidak sanggup melihat Papa bersanding dengan Orang lain, kasihan Mamaku," gumamnya sambil memukul bantalnya dengan sekuat tenaga.
Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya yang cantik, dengan seribu rasa sesal dihati yang membuatnya lemah tak berdaya.
__ADS_1
"Keysa, benci Papa," bisiknya dalam hati sambil mengacak-acak tempat tidurnya.
Tapi apa hendak dikata semua sudah terjadi, Keysa hanya bisa menangis untuk meluapkan rasa penyesalannya, doa dan restu dari Keysa adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh Papanya agar ia dan Fany segera menikah.
Tapi dibalik rasa bencinya pada Papanya, Keysa juga bangga memiliki seorang Papa yang selalu melibatkannya dalam segala hal termasuk minta Doa dan restunya, tapi hal yang sangat disesalkannya kenapa Papanya harus menikah.
Waktu pun bergulir dengan cepat suasana Rumah hening, hanya suara Isak tangisnya yang yang sesekali terdengar menghiasi malam, dan menghantarkannya dalam buaian mimpi- mimpi indahnya bersama bayangan Mamanya yang terus menghantuinya.
Tapi tidak dengan Papa Aksa, ia merasa bahagia hingga ia tidak bisa memejamkan kedua matanya, ia tak sabar menunggu waktu Pagi untuk memberikan kabar gembira itu pada Fany, dan sengaja tidak menghubunginya karena ingin memberikan kejutan. Malam begitu panjang hingga Papa Aksa selalu melirik jam dinding di Kamarnya, sambil mengusap wajahnya yang tampan.
Sejenak ia berpikir dan ingin memberikan Keysa hadiah sebagai ucapan terimakasihnya pada Putri kesayangannya itu, karena tanpa restunya Fany tidak akan pernah mau menikah dengannya.
__ADS_1
"Fany, memang Gadis yang luar biasa ia tidak mau menikah tanpa restu Keysa, Aku yakin Fany adalah Sosok seorang Istri yang bijaksana dan Sosok seorang Ibu yang bisa mengarahkan Keysa lebih baik lagi," bisiknya dalam hati dengan rasa percaya dirinya.
Lalu ia membaringkan tubuhnya di Kasur sambil membayangkan hari bahagianya bersama Fany, mengucapkan janji didepan Penghulu didampingi Keysa Anak satu-satunya, tiba-tiba bayangan Istrinya hadir menatapnya dengan tersenyum membuat Papa Aksa tersentak dan menghampirinya, tapi secepat kilat bayangan itu hilang entah kemana.
"Istriku, dimana Kamu?" ucapnya sembari menjerit sambil mencarinya di sekeliling Kamar nya tapi ia tidak menemukannya.
Papa Aksa pun menangis tersedu sambil memeluk foto Istrinya yang terletak di sudut Kamarnya, ia pun memandangnya dengan mata tidak berkedip berharap ia datang lagi.
"Maafkan Suamimu ini tapi percayalah Namamu selalu terukir indah di hatiku, sekalipun Aku menikah nanti, karena Kamu sudah mengajarkan banyak hal dalam hidupku, dan memberikan seorang Putri yang sangat cantik buah pernikahan Kita," gumamnya sambil menciumi photo Istrinya itu.
Papa Aksa kembali membaringkan tubuhnya sambil memeluk bingkai photo Istrinya sambil mengelus-elus wajahnya yang cantik itu, dengan sejuta harapan Fany bisa menjadi yang terbaik untuknya dan Keysa. Air matanya semakin deras membasahi wajahnya yang tampan hingga matanya nampak sembab membuat matanya lelah hingga ia tertidur dengan pulas tanpa melepaskan bingkai photo Istrinya itu.
__ADS_1
____________________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏