
Gemuruh didalam dada membuat Papa Aksa terperangkap dalam situasi yang sulit, sontak tangan Papa Aksa mengusap wajah Fany dengan lembut.
"Fany, sekali lagi maafkan Keysa ya," ucapnya senyum.
"Sebelum Om minta maaf, Fany sudah memaafkannya," jawabnya singkat.
"Om gak menyangka harus seperti ini," ucapnya dengan rasa frustasi.
"Ini memang harus terjadi Om, karena Om tidak sendiri lagi tapi sudah memiliki seorang Anak dari Istri pertama Om," jawabnya.
"Hm, pintar juga Kamu ya?" ucapnya bangga.
"Gak juga Om, tapi itu memang kenyataannya," jawab Fany.
"Jujur, Om semakin yakin Kamu adalah yang terbaik untuk Om dan Keysa," ucapnya senyum.
"Tapi tidak denganku!" ucap Keysa sembari menjerit sambil berdiri tegak di samping Papanya.
Fany dan Papa Aksa kaget saat mendengar suara Keysa dan sudah ada disampingnya.
"Keysa, duduklah," ucap Papa Aksa sembari memeluknya.
"Gak perlu, Keysa jijik melihat perempuan murahan ini," jawabnya sambil menunjuk kearahnya.
__ADS_1
"Keysa! tolong dengar Papa dulu," ucapnya sambil menurunkan tangannya yang masih menunjuk kearah Fany.
"Tidak,,,!" jawab Keysa sambil membanting meja.
"Dasar anak kurang ajar!" ucapnya kesal.
"Oh, sekarang Papa sudah ngatain Keysa Anak kurang ajar gara-gara Wanita kotor ini," jawab Keysa dengan sorot matanya seperti ingin memangsanya.
Papa Aksa mulai tersulut emosi saat Keysa mulai kurang ajar dengan ucapannya yang tidak terkendali itu, Fany pun beranjak dari duduknya menuju kamar dengan mata berkaca-kaca, karena Fany tidak ingin mencampuri perdebatan antara Keysa dan Papanya, karena bagaimanapun juga mereka tidak akan terpisahkan.
"Papa sangat kecewa dengan sikapmu, kamu kasar dan tidak menghargai ku sama sekali," ucapnya sambil tersedu.
"Itu semua karena Papa," jawabnya.
"Jelas salah, Keysa tidak ingin Papa menduakan Mama," jawabnya ketus.
"Mamamu kan sudah pergi untuk selama-lamanya," ucapnya kesal.
"Keysa tahu, tapi Papa tidak boleh menikah lagi," ujarnya.
"Kamu Egois, tidak memikirkan hari tua Papa," ucapnya.
"Papa yang egois, tidak memikirkan perasaanku," jawabnya ketus.
__ADS_1
"Sudah-sudah! Kamu sangat keras kepala," ucapnya dengan nada kesal sambil mengacak rambutnya dengan kasar.
Papa Aksa terdiam dengan perasaan kecewa dan terpukul saat Putri kesayangannya tidak menghargainya, bahkan berani menantangnya dengan tatapan sinis. Matanya mulai berkilauan karena berusaha mungkin sekuat tenaga menahan air mata yang mulai mengenang, menetes beberapa bulir yang ternyata tak sanggup menahannya lagi.
"Maafkan Papa ya" ucapnya sembari beranjak dari duduknya.
Keysa tidak menjawab hanya pandangannya yang liar melirik seisi ruangan dengan sorot matanya yang tajam. Dengan langkah cepat Keysa menuju kamar sambil membanting pintu kamarnya dengan kuat, sesampai dikamar Keysa menangis sambil memanggil-manggil Mamanya.
"Mama,,,! Keysa ingin bersamamu, Keysa benci Papa," ucapnya menangis.
Fany yang kamarnya berdampingan dengan Keysa ingin menghampiri dan memeluknya dengan erat, Fany sangat sedih saat Keysa menjerit-jerit memanggil Mamanya membuat Fany beranjak dari kamarnya sambil berdiri di pintu kamar Keysa sambil menangis tersedu-sedu. Rasa bersalah mulai menghantuinya dan ingin pergi jauh meninggalkan Keysa dan Papanya.
"Fany,,,!" panggil Papa Aksa sambil menepuk pundaknya dengan lembut.
Fany menoleh lalu memeluknya dengan rasa bersalah.
"Om, seharusnya ini tidak terjadi, Fany ingin pergi dari kehidupan kalian," ucapnya tersedu.
"Pergilah, tapi Kamu tidak akan pernah melihatku lagi," ucapnya singkat sambil mencium pucuk kepala Fany lalu meninggalkannya.
_______________________________________________
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏
__ADS_1