Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 140


__ADS_3

Papa Aksa pun panik, sambil memeluk Fany dengan kencang, ia mengguncang tubuh mungilnya yang lemas tidak berdaya itu.


"Sayang, Kamu kenapa?" tanyanya sembari menjerit.


Mendengar suara ribut di kamar, Bu Zana menghampiri Papa Aksa dengan panik, lalu menatap Fany, yang tertidur di kasur.


"Fany, kenapa Pak?" tanyanya panik.


"Gak tau Bu, tiba-tiba pingsan," jawabnya gugup.


"Panggil Dokter Pak, takut terjadi apa-apa pada Fany," ucap Bu Zana.


"Iya Bu," jawabnya singkat.


Papa Aksa pun meraih ponselnya, dan menghubungi Dokter Hasan, dan menyuruhnya segera datang ke rumah.


Tut..Tut..


"Halo, Dokter Hasan, ini Pak Aksa, bisa datang kerumah, Istri Saya pingsan," ucapnya tegas.


"Iya Pak," jawabnya singkat.


Sembari menunggu Dokter Hasan, Papa Aksa memijat kepalanya dengan Minyak urut, berharap Fany sadar, Keysa yang berdiri di pintu kamar merasa lega dengan keadaan Fany yang belum sadarkan diri itu, senyumnya yang sinis menghiasi wajah cantiknya sambil menatapnya dalam-dalam.


"Itu ganjaran buat Orang, yang berani menentang Keysa," bisiknya dalam hati.


Tiba-tiba suara Mobil memasuki pekarangan rumah mewah Papa Aksa, Bu Zana berlari keluar menyambut kedatangan Dokter Hasan.


"Pak Aksa, ada Bu," tanyanya ramah.


"Ada Dokter, silahkan masuk," jawabnya sambil membawa Dokter Hasan ke kamar.

__ADS_1


Papa Aksa nampak sedih, melihat keadaan Fany yang tidak berdaya itu, dengan lembut ia mengusap wajahnya dan takut Fany kenapa-kenapa.


Tok,, tok..


"Silakan masuk," ucap Papa Aksa.


"Apa kabar Pak Aksa," tanyanya.


"Baik Dokter," jawabnya singkat.


"Istri Pak Aksa, kenapa?" tanyanya.


"Gak tau Dok, tiba-tiba pingsan," jawabnya.


"Oh begitu," ujarnya.


Dokter Hasan, mulai memeriksa Fany dengan hati-hati, dan tidak menemukan penyakit dalam tubuh Fany.


"Istri Bapak tidak apa-apa, ia cuma perlu istirahat, dan jangan terlalu banyak pikiran," tuturnya.


"Tapi kenapa Istri Saya, belum sadar Dok," tanyanya.


"Sebentar juga sadar Pak," jawabnya.


"Syukurlah," ucapnya tenang.


"Ini Pak, ada obat dan vitamin, mudah-mudahan Istri Bapak cepat sembuh," jawabnya.


"Terimakasih ya Dok," ucapnya sambil memberikan beberapa lembar uang.


"Sama-sama Pak, kalau begitu, Saya pamit ya karena masih banyak pasien menunggu," jawabnya.

__ADS_1


"Iya Dok, hati-hati ya," ucapnya sambil mengantarkan Dokter ke pintu.


Papa Aksa kembali ke kamar, dengan sabarnya menunggu Fany sampai sadar, ia pun berdoa dengan khusuk, memohon Istrinya cepat sadar, rasa trauma saat ditinggal Bu Retno, mendiang Istrinya membuatnya takut, hingga air matanya mengucur deras membasahi wajahnya yang tampan.


"Ya Allah, tolong sadarkan Istriku, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengannya," bisiknya dalam hati sambil menatapnya dalam-dalam.


Tiba-tiba, Keysa menghampiri Papanya yang duduk termenung di samping Fany, lalu menatap Fany dengan tatapannya yang sinis.


"Fany, kenapa Pa?" tanyanya.


"Pingsan," jawabnya singkat.


"Oh, begitu," ujarnya.


"Sepertinya kamu tidak sedih, dengan keadaan Fany yang belum sadarkan diri," tanyanya.


"Ngapain sedih Pa, dia bukan siapa-siapaku," ucapnya ketu.


"Apa? Fany tidak siapa-siapa mu? dia Ibumu Keysa." jawabnya sembari menjerit.


"Ibu? Ibuku sudah meninggal Pa!" ujarnya.


"Tapi sekarang Fany, Istri Papa, berarti dia Ibumu Keysa," ucapnya membentak.


"Sampai kapanpun, Keysa tidak menganggapnya Ibu," jawabnya sinis.


"Dasar, anak keras kepala," ucapnya kesal.


"Itu semua, karena Papa," lirihnya.


"Papa, kecewa memiliki Anak seperti kamu," jawabnya sedih.

__ADS_1


____________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏 ❤️


__ADS_2