
Orang tua merupakan tumpuan bagi setiap anak, memiliki Orang tua yang lengkap adalah keinginan setiap anak dimuka bumi ini, tak terkecuali Keysa. Namun takdir berkata lain, semenjak Mamanya meninggal merubah kehidupannya menjadi sosok anak yang tumbuh tanpa peranan seorang Ibu, memang semua terbayang sangatlah berat, namun kini dilaluinya semua hingga ia tumbuh menjadi seorang Remaja yang mengalami depresi dalam menghadapi persoalan hidupnya.
Tanpa kehadiran sosok Ibu, yang mendampinginya ada sosok lain yang menggantikannya tidak lain dan tidak bukan, adalah Istri baru Papanya, sekaligus Ibu sambung buat Keysa. Baginya kehadiran Fany, Ibu sambungnya sangat mengganggunya dan tidak bisa menerimanya, bahkan sangat membencinya.
Keysa, terdiam dengan bibir terbungkam seribu bahasa, tak bisa berkata apa-apa hanya tetesan air keringat mengucur deras, sebagai jawaban bahwa hidupnya hancur berkeping-keping.
Bu Zana, yang perhatian pada Keysa, selalu mengontrol keadaannya setiap hari, sekalipun Keysa tidak menginginkan keberadaannya.
"Keysa, buka pintunya," panggilnya sembari berteriak.
Bu Zana, mendorong pintunya yang tidak terkunci, dengan hati-hati ia menghampirinya dengan tubuh ditutup dengan selimut. Kamarnya berantakan seperti kapal pecah, dengan cepat ia membereskan Kamar, tanpa membangunkannya sebelum kamarnya rapi, saat Bu Zana sibuk membersihkan Kamarnya tiba - tiba Keysa bangun, menatap Bu Zana dengan sinis.
"Ngapain masuk, Bu," ucapnya kasar.
"Maaf, Ibu lancang," jawabnya singkat.
"Keysa, ingin sendiri, Bu," hardiknya.
__ADS_1
Bu Zana, mendekapnya sambil mengusap pundaknya lembut, ia tau menghadapi Keysa yang keras kepala tidak perlu marah - marah, tapi mendengar semua keluh kesahnya.
"Keysa, kenapa jadi begini?" tanyanya lembut.
"Keysa, benci Istri Papa!" ucapnya sinis.
"Jangan pernah, beranggapan Ibu tiri adalah musuh atau pesaing dalam merebut perhatian dan cinta Papamu, Ibu tiri tidaklah sejahat yang kamu bayangkan," tuturnya lembut.
"Ibu tiri, jahat Bu," teriak Keysa.
"Tidak, kamu salah, Fany dinikahi secara sah sesuai syarat - syarat akad nikah dalam Islam," ucapnya.
"Selagi, Pernikahan itu sah dan terdapat Wali nikah yang sah, maka Fany menjadi Istri yang sah Papamu," ucapnya.
"Sudah Bu, Keysa, gak butuh ceramah," jawabnya tegas.
"Ibu tiri, adalah Ibu yang sah bagi anak dari Suami," ucapnya meyakinkan.
__ADS_1
"Bagiku tidak," jawabnya singkat.
"Keysa, jaman sekarang banyak Ibu sambung, yang bahkan terlihat seperti Ibu kandung dari anak Suaminya," ujarnya.
"Tapi, Keysa tidak menginginkan perempuan murahan itu, Bu," teriak Keysa.
"Suka tidak suka, Fany sudah menjadi Istri sah Papamu, jadi mau tidak mau, kamu harus menerimanya," tuturnya.
"Sampai kapanpun, Keysa, tidak menerimanya, Bu," ucapnya sinis.
"Ya Tuhan, anak ini," gumamnya sedih.
Bu Zana, kesal dan tidak menyangka, Keysa sekeras itu, tubuhnya gemetar menahan luapan emosinya yang tidak terkontrol, raut wajah lelah terlihat begitu jelas menghiasi wajah Wanita paruh baya itu, Bu Zana menarik nafas kasar dan pergi meninggalkan Keysa, tenggorokannya terasa mencengkram, hatinya pilu, seakan tak rela, Keysa yang ia sayangi egois, tanpa memikirkan perasaan Orang lain.
Menjadi Ibu tiri atau Ibu sambung memang tidak mudah, masih selalu ada anggapan buruk yang menyertainya, kehadirannya di mata Keysa, selalu salah dan menganggap merebut perhatian dan kasih sayang Papanya, tetapi itu adalah konsekuensi dari pilihan Fany, menikah dengan seorang Duda dengan anak, memasuki sebuah keluarga yang telah Established, memang membutuhkan tahapan dan waktu yang tepat, serta tergantung pada kemampuan dan kemauan Fany untuk menyesuaikan diri.
_________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏