Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 108


__ADS_3

Cinta benar-benar membuat Papa Aksa lupa ingatan, hingga ia lupa harus melakukan apa saja saat melamar pujaan hatinya, ia hanya ingin cepat-cepat bertemu untuk saling melepas rindu, ia pun segera bergegas menuju Kamarnya dan meraih Ponselnya.


Jantungnya berdetak kencang saat melihat daftar kontaknya, nama yang indah tertulis rapi di layar Ponselnya, dengan tangannya yang gemetar ia pun menekannya dengan gugup.


Tut,,,Tut,,,Tut.


"Halo, apa kabar sayang," tanyanya gugup.


"Alhamdulillah baik Om," jawab Fany.


"Syukurlah," ucapnya singkat.


"Om kabarnya gimana?" tanya Fany.


"Lagi sakit nih," jawabnya.


"Sakit apa Om, sudah minum Obat belum?" tanyanya panik.


"Sudah tapi gak sembuh-sembuh," jawabnya senyum.


"Om sakit apa!" tanyanya.


"Sakit rindu," jawabnya kekeh.


"Ih,,, Om bikin panik saja," ujarnya.


"Masa sih," ucapnya lembut.


"Iya iyalah Om, masa gak panik dengar Om sakit," jawabnya.


"Senangnya ada yang kwatir," lirihnya dengan hati berbunga-bunga.


"Iya pastilah Om, emang kalau Fany sakit Om gak kwatir gitu?" tanyanya manja.


"Jangankan sakit, di gigit semut pun Om gak rela," jawabnya tegas.


"Hahaha, mulai deh gombalnya," ujarnya.


"Gak gombal sayang, masa calon Istri sakit gak kwatir," ucapnya.

__ADS_1


'Berarti kwatir nya karena masih calon Istri?" jawabnya.


"Gak dong sayang, beda lagi nih kwatirnya Kalau sudah jadi Istri," ujarnya.


"Beda apanya?" tanya Fany penasaran.


"Rahasia dong, entar kamu juga tau," jawabnya.


"Ayo, main rahasia ya," ujarnya mengancam.


"Ini gak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi dengan bahasa tubuh," lirihnya.


"Apaan sih Om, bikin penasaran saja," ucapnya manja.


Fany yang masih lugu dan polos, membuat Papa Aksa gemes dan ingin memeluknya dan mencium bibirnya yang mungil itu.


"Entar deh, Om praktekkan ya," jawabnya tertawa.


"Om taunya bikin penasaran saja," lirihnya.


"Penasaran itu perlu loh sayang, jadinya ada rasa rindu," ucapnya menggoda.


Fany pun tertawa sambil membayangkan wajah tampan Papa Aksa yang sangat menggoda itu, begitu juga Papa Aksa merasakan apa yang dirasakannya hingga ia tidak tau apa yang harus diucapkannya.


"Oh, iya sayang," jawabnya gugup hingga Ponselnya terjatuh ke kasur.


"Suara apa itu Om?" tanyanya.


"Ponselnya jatuh Sayang, saking bahagianya," jawabnya tegas.


"Om, Om, pintarnya merayu," lirihnya.


"Benar loh Sayang, bayangin saja jantung Om saja ikut melompat-lompat," ucapnya.


"Yang benar saja Om," jawabnya kekeh.


"Kamu gak percaya?" ujarnya.


"Gak Om, mana ada jantung melompat-lompat, yang ada berdetak Om," tuturnya.

__ADS_1


"Oh iya ya, Om lupa," ucapnya malu.


"Om, tumben ni nelpon ada yang perlu ya?" tanyanya.


"Gak kangen saja," jawabnya.


"Jangan bercanda Om? ada apa?" ujarnya.


"Besok Om, Keysa dan Bu Retno datang untuk melamar mu," ucapnya.


"Besok Om?" tanya Fany senang.


"Iya, Om tidak ingin menunda-nunda lagi," jawabnya.


Sejenak Fany terdiam, dengan bibir yang tersenyum manis sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Halo Sayang, kok diam? Kamu gak suka dengan pernikahan ini?" tanyanya cemas.


"Su,,suka Om," jawabnya gugup sebagai luapan rasa bahagianya.


"Suka tapi kok diam," ujarnya lembut.


"Fany bahagia Om, hingga bingung harus jawab apa," ucapnya.


"Terimakasih ya Sayang, kamu sudah mau menerima Om apa adanya," jawabnya.


"Harusnya Fany yang harus berterima kasih Om, karena Om mau menerima Fany yang tidak mempunyai apa-apa," ucapnya haru.


"Dimata Om, Kamu adalah sosok Wanita yang paling istimewa, tanpa memandang Kamu itu siapa," jawabnya.


"Terimakasih Om, mudah-mudahan dengan Pernikahan ini Fany bisa membalas semua kebaikan Om," ujarnya tersedu.


"Kok menangis?" tanyanya.


"Fany terharu Om," jawabnya.


Mendengar Fany menangis, mata Papa Aksa pun mulai berkaca-kaca, rasanya ingin menghapus air matanya dan memeluknya dengan kencang.


_____________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏


"


__ADS_2